Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Percepat perjalanan


__ADS_3

Para prajurit kerajaan Ming yang kala itu telah sampai di istana Qing, berusaha berjuang sekuat tenaga mereka untuk mencari keberadaan kastil kekaiasaran Qing. Namun rupanya usaha mereka sama sekali tidak membuahkan hasil...


Apa lagi kaisar telah memberikan mandatnya pada pangeran Fu, keadaan tersebut membuat pangeran Fu kesal hingga ia pun putuskan untuk berkemah di area mistis itu. Namun siapa sangka, jika kala mereka menyelam ke alam mimpi... Shu Feng malah bereaksi lalu menyereng mereka diam diam dalam mimpi buruknya. Shu Feng seakan mendapatkan mainan bagus malam itu... Akhirnya sepuas hatinya ia mempermainkan mimpi para prajurit istana Ming terutama Pangeran Fu yang sangat ambisius tentang sebuah keinginan besar untuk berkuasa...


***


Dua hari kemudian... Mirai sampai di jalan setapak menuju ke gunung Xingliun, Mirai bersama Ou Tian Feyn mulai memastikan jalan di hadapannya. Dan rupanya benar saja sesuai perkiraannya "Panglima. Rupanya benar, kita tidak bisa memakai kida ataupun kereta untuk naik ke gunung Xingliun" Ujar Mirai menekan dagunya seakan memutar otak.


"Benar. Kita harus melangkah menapaki jalan setapak ini untuk sampai ke puncak gunung Xingliun" Balas Ou Tian Feyn mendonggakan wajahnya ke atas puncak gunung.


"Kalau begitu... Lekas umumkan pada seluruh amggota bahwa kita tidak bisa mengenakan mereta kencana atau pun kuda untuk naik ke puncak gunung Xingliun" Tegas Mirai.


"Baiklah..." Ou Tian Feyn segera membalik arah dan berjalan menuju kumpulan rombongan tuan muda.


"Itu! Dia! Panglima Ou! Apa yang telah Putri mahkota temukan di sana?" tanya Mio menghampiri Ou Tian Feyn tergesa gesa, Mio terlihat bosan seharian, apa boleh buat... Untuk keselamatan perjalanan. Mirai dan Ou Tian Feyn putuskan untuk memantau medan terjal yang akan mereka lalu itu berdua saja. Ia tak ingin buru buru mengajak rombongannya ke area tersebut untuk menghindari kecelakaan yang tak di inginkan dan tiba tiba seperti longsor atau tanah bergerak... Hal tersebut patut di hindari agar tak memakan banyak korban jiwa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya tuan muda menghampiri Ou Tian Feyn.


"Tabib agung berkata... Ikatlah kuda kuda kalian dengan erat dan kita berjalan menuju puncak gunung Xingliun tanpa tunggangan" Tegas Ou Tian Feyn.


Tuan muda sedikit mematung "Apa? Konyol sekali! Kenapa kita tidak boleh mengenakan tunggangan?" tuan muda sungguh nyolot.


"Maafkan hamba tuan muda. Tapi ini demi keselamatan rombongan kita" balas Ou Tian Fyen dengan wajah yang datar.


"Heh. Apa apaan wanita itu. Seenak nya sendiri... Aku tidak mau" Umpatnya menarik kudanya lalu menaiki kuda itu dan abai akan perintah Ou Tian Feyn.

__ADS_1


"Sikap macam apa itu? Heh... Setelah dia celaka maka dia baru tahu rasa. Lagi pula... Perkataan putri mahkota sama sekali tidak pernah salah. Jika ia bilang jangan ya jangan! Jika ia bilang boleh, pasti itu lah yang terbaik untuk kita" Cerocos Mio.


Padahal dia sendiri selalu menolak saran terbaik dari putri mahkota... Bathin Ou Tien Feyn menyindir putri Mio.


Para prajurit kekaisaran Qing mematuhi Ou peringatan dan perhatian Tian Fyen. Mereka tengaj berkutat mengikat kuda kuda mereka lalu membawa serta barang barang yang di butuhkan atau yang penting penting saja. Setelah itu, satu persatu prajurit berjalan menapaki dataran terjal itu mengikuti arahan Ou Tian Feyn.


"HYYYHAAAAA!" sang kuda berontak habis habisan. Dan tuan muda terlihat kesusahan dari kejauhan.


Kuda itu melompat lompat dan ketakutan tanpa sebab. Tuan muda hampir melepaskan tali kekang di kuda itu dan hendak jatuh "Hati hati!" Pekik Ou Tian Feyn berlari untuk menarik tubuh Tuan muda dari punggung kudanya.


Bats! Terlambat! Tali kekang kuda itu putus karna sang kuda berontak hebat. Sang tuan muda terlempar lalu masuk ke jurang di sisi jalanan sempit itu "Tuan muda!!" pekik para


rajuritnya panik.


Jurang tersut sungguh sangat dalam dan tak tampak sosok kekar sang tuan muda di area jurang yang curam tersebut.


"Tuan muda!!" Pekik para prajuritnya sedih. Sebagian dari mereka menangis kejer "Hiks.. Tuan muda! Usiamu baru saja menginjak 23tahun tapi nasibmu sungguh nahas. Tangis para prajurit, Mio juga ikut sedih, sementara Ou Tian Feyn malah berkutat manarik tali tambang dan mengikatkannya di pohon dengan sangat cepat dan kuat.


"Apa yang sedang kamu lakukan panglima?" tanya Mio sedikit heran.


"Aku akan ke bawah dan mencari tuan muda. Siapa tahu dia selamat, jika dia beruntung... Dia pasti akan ada di bawah dan memegang ranting atau akar pohon" Jelas Ou Tian Feyn seraya menarik tumpukan tali itu lalu melemparnya ke jurang itu. Ia mulai turun perlahan dan seketika ikut menghilang ke dasar jurang.


"Panglima! Oh tidak... Mereka menghilang di bawah jurang yang curam itu!" Sesak Mio kelimpungan.


"Apa yang harus kita lakukan putri?" tanya salah satu prajurit tuan muda.

__ADS_1


"Kalian lekas pergi duluan saja dan sebagian tunggu tali itu. Siapa tahu tali tersebut perlu di ikat kembali. Yang pergi duluan, jika kalian bertemu putri mahkota katakan padanya jika kami akan menyusul" ucap Mio meminta para prajurit itu bertindak cepat.


"Baik kami paham' sebagian para perajurit itu lekas pergi ke tempat di mana Mirai berada.


"Panglima Ou tian Feyn!" Teriak Mio berharap sebuah jawaban. Setelah panik untuk beberapa saat, sebelah tangan penuh luka sayatan pun kemudian muncul ke permukaan, tangan itu mencengkram bibir jurang itu dengan kuat0. Seketika Mio mengembangkan senyumnya "Aah...!" pekiknya senang. Ia pun melompat lompat seraya bertepuk tangan.


"Tuan muda!!" para prajurit begitu senang. Mereka menumbu tangan mereka satu persatu secara gotong royong untuk menarik tangan penuh luka itu.


GRAP!! Tangan itu di cengkram para prajurit lalu di tariknya kuat kuat "Aaahhh! Sedikit lagi!" erang salah satu prajurit tuan muda.


Akhirnya setelah berjibaku dengan waktu... Sesosok yang mereka idamkan pin lekas muncul ke permukaan. Tuan muda tampak baik baik saja "Tuan muda?" seru para prajurit seraya menariknya lebih kuat.


"Hosh hosh hosh!" Ia mulai menapaki tanah datar dan membungkuk gemetaran.


"Kau baik baik saja?" tanya Mio.


"Ya aku baik baik saja... Untung Prajuritmu datang dengan seutas tali dan menarikku yang hampir di ambang kematian tadi" balas Tuan muda.


"Heh beruntung aku bisa menarikmu ke permukaan" Ucap Ou Tian Fyen tiba tiba muncul dengan tali yang sedang ia rapikan.


"Terimakasih. Kau sudah mau menolongku" Tuan muda menundukan wajahnya dan meminta maaf karna telah mengabaikan peringatkan yang jelas jelas untuk keselamatannya.


"Jangan sungkan. Lain kali lebih berhati hatilah, karna ke egoisan bisa saja membawa mu kedalam marabahaya yang lebih besar lagi" ujarnya seraya membuang wajahnya lalu pergi begitu saja. Tuan muda sungguh di buat malu oleh kelakuannya sendiri... Untung dirinya melangkah bersama orang orang baik.


Perjalanan pun mereka lanjutkan kembali, hampir satu langkah lagi. Putri mahkota akan sampai di gunung Xingliun dan menyelesaikan misinya.

__ADS_1


__ADS_2