Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
1000 keping koin emas


__ADS_3

"Bagai mana caraku menyelamatkan bast spirit itu, sedangkan aku sama sekali tidak memiliki koin emas se banyak itu..." Bisik Mirai dalam hatinya. Nampaknya hati Mirai dan semangka terpaut satu sama lain, hingga semangka menyarankan Mirai sebuah ide...


"Master... Jika anda membutuhkan uang. Sebaiknya anda masuk ke tempat lelang dan menjual obat terbaik yang anda miliki" Ujar Semangka.


"Tempat lelang?" bisik Mirai, nampaknya omongan Semangka memang benar. Mirai bisa mendapatkan uang dengan mudah di tempat pelelangan tersebut. Bahkan kebetulan sekali, pintu besar pelelangan tersebut berada tepat di hadapannya.


Pintu itu tertutup dan Mirai harus melalui jalan lain agar bisa masuk ke sana "Bagai mana? Apakah kau sanggup memberiku 1000 keping emas hanya untuk membebaskan best spirit bodoh yang tak berguna ini?" tanya Wanita arogan itu.


Mirai menyungingkan bibirnya "Baiklah. Tunggu saja beberapa saat di sini. Aku akan segera kembali"


"Awas saja jika kau kabur gara gara takut padaku. Akan ku cari kau hingga aku menemukanmu lalu menghukummu seberat beratnya" Imbuh wanita itu.


"Lalu bagai mana jika aku bisa menadapatkan uang sebanyak itu dengan tapat waktu? Apakah kau mau menerima konsekuesi atas perlakuan arogansi mu ini pada binatang tak berdosa itu? Bisakah kau mendapatkan hukuman yang setimpal"


"Cih. Sombong sekali... Belum apa apa sudah berani mengancamku. Lakukan saja tugasmu dengan baik lalu setelah itu kembalilah dengan mulut besar mu itu" Cerocos Wanita tersebut.


"Baiklah..." Mirai segera membuang wajahnya dari hadapan wanita arogan itu. Lalu ia pun lekas melangkah mantap menuju tempat pelelangan tersebut.


SRAAAKKKK!! Mirai membuka tirai hitam pintu belakang yang bisa membawanya menuju ke dalam arena pelelangan. Di sana Mirai di pertemukan dengan seorang pria muda berpostur tinggi ramping dan berkulit putuh pucat "Ada apa nona. Apa yang bisa saya bantu?" Tanya Penjaga pintu belakang.


"Aku adalah seorang pengembara. Bisakah aku berkontribusi dalam arena pelelagan ini" tanya Mirai.


Pria itu merespon "Jika anda ingin membeli, anda bisa lewat jalan depan. Tapi jika anda ingin menjual produk lelang... Maka saya akan membawa anda lewat pintu belakang"


"Aku ingin menjual barang bagus" Ujar Mirai.


Sang penjaga pintu belakang sedikit mencercidkan alisnya "Kira kira apa yang ingin nona jual?" tanya penjaga itu.


"Aku ingin menjual berbagai Pil kualitas tinggi yang ku buat... jika kau berkenan. Aku akan menunjukannya satu untukmu" Mirai segera meraih kantung penyimpanannya lalu menunjukan pil energi dan pil pemulihan sempurna buatannya.


Pria itu meraih salah satu pil yang ada di telapak tangan Mirai lalu memeriksanya dengan hati hati, pil tersebut tercium sangat wangi dan menggugah selera "Apakah ada hal lain yang ingin kamu jual?"

__ADS_1


"Aku punya obat cair yang ampuh untuk berbagai penyakit... Obat ini berasal dari pemurnian air pegunungan yang telah di saring, ada enzim seng yang terkandung dalam air ini. Hingga ia bisa memberi zat yang di tubuhkan tubuh" Jelas Mirai.


"Serahkan barang lelanganmu... Lalu ikut aku ke ruang VVIP" Tegas sang penjaga lelang tersebut. Mirai mengikuti pria itu dan menelisik sekeliling, terdengar jelas suara tawar menawar harga di dalam ruangan tersebut. Nampaknya pelelangan memang sedang terjadi di area itu...


"Tunggulah di sini" Pinta Penjaga pintu belakang. Ia menyuruh Mirai naik ke lantai atas dan menyaksikan acara pelelangan tersebut dari atas "Nona. Pil anda telah lulus uji review... Dan sekarang pil anda sedang di promosikan di bawah. Berapa harga yang ingin anda patok"


"Terserah saja... Aku akan ambil bagianku setelah barangku terjual habis" balas Mirai tak berkomentar. Pria itu tersenyum lalu kembali turun dari ruang VVIP.


Tanpa menunggu waktu, pria itu memperomosikan barang Mirai, dan seketika pil berjumlah 100 pics itu telah habis di tempat tersebut "Aku mau lagi! Mau lagi!" Pinta para pengikut acara lelang tersebut.


"Kami punya barang bagus berikutnya. Ini adalah cairan penyembuh tubuh... Seorang tabib luar biasa telah mencobanya. Dan alhasil luka di tubuhnya seketika mengering setelah kamu menaburkannya sedikit ke luka kalian" Ujar Petugas lelang.


Semua orang menawar dengan harga tinggi hingga membuat Mirai menyungingkan bibirnya "1000 keping emas! Aku mau itu!" Pinta seseorang. Seketika palu di ketuk dan barang Mirai pun terjual habis.


Acara lelang masih berlangsung dengan baik, rumah pelelangan tersebut bisa mendapatkan untung terbesar setiap harinya... Dan kebetulan, obat obatan yang Mirai jual bernilai pantastis hingga membuat rumah lelang tersebut ketagihan oleh obat obatan buatan Mirai. Tapi setelah Mirai mendapatkan 1000 keping emas, Mirai enyah dari tempat lelang itu...


"Ambil ini!" Mirai melamparkan kantung berisikan 1000 keping emas ke arah wanita arogan itu.


"Heh. Aku tidak membutuhkan uang haram mu ini? Di mana kau menjual tubuhmu hingga kau bisa mendapatkan uang sebanyak ini"


"Heh. Mana boleh... Ambil best spirit bodohmu ini. Lalu enyahlah dari hadapanku!" Wanita itu masih berdiri di hadapan Best spirit yang telah ia serahkan pada Mirai, sedangkan para warga masih mengerumuni pusat ke gaduhan itu.


"Kau baik baik saja?" tanya Mirai pada burung raksasa di hadapannya. Burung itu tak merespon, Mirai menelisik tubuh besarnya itu. Nampaknya luka di tubuh Bast spirit tersebut sangat parah. Mirai lekas mengeluarkan benang dan jarum medis buatannya lalu perlahan menjahit luka luka robekan di balik bulu bulu tebal yang hampir rontok karna cambukan wanita arogan itu.


"Dasar bodoh! Meski kau membeli dan mengobati burung jelek itu. Nyatanya dia tak akan pernah berubah menjadi burung Ponex legendaris!"


"Diamlah... Tutup mulutmu" Bentak Mirai. Mirai selesai membalut luka robekan itu. Dan ia kini berkutat mencari luka lainnya... Ia dengan lelaten melakukan hal tersebut hingga luka luka burung itu terexspore dengan baik hingga Mirai selesai mengobati burung itu.


"Jika kau ingin bebas... Aku akan menyelamatkanmu... Minumlah ini" Mirai mengarahkan pil pemulihan itu ke paruh burung tersebut.


Gluk! Sang burung pun meminum pil tersebut...

__ADS_1


"Master..." Sang burung pun bicara.


"Master! Sisakan pil pemulihan untukku... Aku tak mau kamu membagi bagikan pil itu pada binatang kontrak lain" tangis semangka.


"Tenanglah aku bisa membuatkannya lagi untukmu" Balas Mirai pada semangka.


"Master. Terimakasih karna telah menyelamatkanku" ucap sang burung menunduk lesu.


"Kau adalah burung dengan aura pelatihan yang cukup tinggi... Kau bisa berubah menjadi ponex setelah kau menaikan level spiritmu" balas Mirai mengusap kepala sang burung.


"Biarkan aku berbakti padamu" Pinta burung itu.


"Tak usah. Kau terbanglah... bukankah ada anak anak mu di sarang yang telah menunggu ke pulanganmu?" tanya Miirai.


Sang burung pun menitikan air matanya "Terima kasih master. Jasa mu tak akan pernah ku lupakan... Jika kau membutuhkanku. Maka kibaskan lah ini" Burung itu meminta Mirai mencabut bulu berwarna merah milik sang burung.


"Akan ku ingat itu..." Mirai menaruh bulu itu di kantung penyimpanan miliknya.


Sang burung besar itu mulai mengibas ngibaskan sayapnya. Si wanita arogan itu terhempas oleh angin besar yang tercipta dari kepan sayap sang burung.


"Siapa namamu?" tanya mirai


"Aku belum memiliki nama..."


"Bagai mana jika aku memberimu nama Ponex emas, karna bulumu tampak seperti kilauan emas?" Tanya Mirai.


"Terimakasih atas kebaikan anda master. Seumur hudup aku tak akan pernah melupakan kebaikan mu ini' Burung itu lekas terbang dan POWW! Benar saja, rupanya burung itu jelmaan dari sang Ponex surgawi yang tengah menyamar.


Phonex itu adalah misi ke dua Mirai, dan Moo Shan Shan lagi lagi menepuk jidaknya sendiri. Karna Ia telah kalah dari Mirai untuk ke dua kalinya.


"Apa! Burung itu adalah Ponex! Sial... Kembalikan best spirit legenda milikku!" amuk Xue Jing. Nama dari sang gadias arogan pemilik bast spirit ponex surgawi yang telah kabur itu. Mirai hanya bisa menyingingkan bibirnya...

__ADS_1


"Rasakanlah kekalahan mu dengan baik....lalu nikmatilah" Mirai memutar langkah dan mengabaikan Xue Jing yang sedang uring uringan itu...


"Ponex kembalilah padaku!!" Teriak Xue Jing memanggil sang Phonex.


__ADS_2