
Mirai dan Mio masuk ke dalam istana Qing, tuan muda yang sedari tadi menunggu kedatangan Mirai mulai memberi isyarat untuk diam, ia menyematkan jari telunjuknya di bibirnya dan mendesis "Sssssttt..." desisnya.
"Ada apa tuan muda?" tanya Mirai membisik.
"Para tetua sedang membuka segel" Tunjuk tuan muda ke arah di mana sang Kaisar di rebahkan dalam sebuah cahaya putih berbentuk bulatan besar.
Lalu tetua Moo Shan Shan dan tetua Chen Lyn mulai berkutat membacakan sebuah mantra. Seketika, tubuh Kaisar Qing pun merespon...
Whhuuuuusssshhh! Semilir angin tiba tiba menghempas tubuh Kaisar Qing yang sedari tadi di rebahkan di lantai. Fortal pun terbuka Paawww!!! Cahaya makin bersinar begitu menyilaukan mata, lalu tanpa Mirai sadari, sesuatu yang gelap keluar dari perut sang Kaisar Qing.
Ggggrrrrhhhhh!!!
Bayangan gelap itu mulai benar benar keluar dan membuat Mirai juga tuan muda begitu pun Mio membelalak sempurna "I-itu..." Bisik Mio membungkam mulutnya.
Bayangan hitam itu mulai terwujud sempurna dan menapaki area luar lingkaran mantra para tetua. Nampaknya, setelah segel terbuka, tubuh Kaisar mulai kehilangan aura gelapnya. Namun meski demikian kaisar belum sadarkan diri.
"Apakah ayahku akan baik baik saja?" tanya tuan muda sedikit khawatir.
"Entahlah, tapi... Mahluk apa sebenarnya yang telah di ikat dalam tubuh kaisar Qing oleh para tetua. Bahkan, aku tak bisa memastikan bentuk asli dari mahluk itu?" gumam Mirai sedikit membisik. Netranya masih mencercid untuk melihat dengan jelas bentuk Shu Feng yang terlihat seperti kepulan asap dengan netra yang merah merekah.
"Menakutkan, aku sungguh takut" Mio merinding dengan gigi gemetaran.
"Tenanglah. Mahluk itu tak akan menyakitimu" ujar Mirai menenangkan Mio. Mirai memeluk Mio dan menepuki punggung gadis itu.
"...Hiks" Mio sungguh ketakutan. Sementara rasa ngeri bersemayam di hati tuan muda begitupun Mio. Shu Feng mulai berinteraksi dengan para tetua.
"Di mana kalian menyegel tubuh asliku!" tanya Shu feng menghampiri tetua Moo Shan Shan.
"Heh. Untuk apa kau tanyakan hal itu?" Moo Shan Dhan mengabaikan pertanyaan Shu Feng dan malah mengoloknya.
"Seumur hidupku! Aku tak akan pernah melupakan penghinaan mu ini. Sekali lagi! Aku bertanya padamu, di mana kau segel tubuh asliku!" amuk Shu Feng. Kini amarah Shu Feng kian memuncak, hingga seliruh benda yang ada di sekeliling Shu Feng terangkat dan melayang di udara.
__ADS_1
"Kau pikir aku akan menjawab pertanyaanmu?" Balas Tetua Moo Shan Shan.
"Kalau begitu. Aku akan menghabisimu!" Shu Feng menghempaskan benda benda di sekelilingnya ke arah Moo Shan Shan yang kala itu berdiri tepat di hadapan Shu Feng.
Syuut! Syuty!
Prang! Brang! Buak! Dak dak! Seluruh benda terhempas dan menjadi berantakan "Ahh ya ampun! Ayahku ada di sana! Dia bisa bisa tertimpa benda benda berat dan dia bisa saja tewas!" Tuan muda sungguh khawatir.
Mirai menjadi bingung hingga ia tak sadar telah memanggil Xigua "Xigua!!! Keluarlah!" Pinta Mirai. Seketika Xigua keluar dari kantung penyimpanan Mirai lalu meloncat ke hadapan Mirai. Mio dan tuan muda kaget hingga mereka terjatuh berjamaah.
"Master!" Ucap Xigua menatap Mirai.
BRUAK!! "aahhh!" Pekik ke duanya.
"Xigua! Biarkan aku naik ke punggungmu!" Pinta Mirai.
"Baik. Naiklah master!" Balas Xigua. Mirai lekas melompat lalu naik ke punggung Xigua. Jika ia sama sekali tidak bisa menaiki kuda, maka saat menaiki Xigua sungguh hal muda bagi Mirai.
"Xigua! Lompatlah ke arah pria yang terbaring itu!" pinta Mirai. Xigua pun mengangguk dan ia lekas melompat ke arah tersebut.
"Tetua! Ayo keluar dari sini!" Pinta Mirai pada tetua Chen. Tapi tetua Chen menggelengkan kepalanya.
Padahal di sana keadaannya sudah sangar genting. Sebab telah terjadi pertarungan sengit antara tetua Moo Shan Shan dan Shu Feng.
"Kalau begitu! Aku akan pergi duluan tetua!" ucap Mirai.
"Pergilah. Cari tempat yang aman dari amukan roh gelap ini" balas tetua Chen Lyn.
"Xigua! Kembali ke luar!" Pinta Mirai.
"Baik master!" Xigua melompat keluar dan membawa kaisar dengan selamat ke tempat di mana Mirai menyaksikan amukan Shu Feng tadi.
__ADS_1
"Tabib kau sudah menyelamatkan ayahku" Ucap tuan muda menjemput tubuh ayahnya. Ia lekas memeluk dan menurunkan ayahnya dari punggung Xigua.
"Putri. Putri mahkota, mahluk apa ini... Apakah ini adalah seekor harimau?' Tanya Mio mundur karna takut.
"Nanti aku jelaskan. Untuk saat ini, keadaannya sangat genting. Kita harus mencari cara agar kita bisa meredam amukan Shu Feng" Bisik Mirai.
Mio kembali memasang matanya ke arah pertarungan antara Moo Shan Shan dan Shu Feng.
"Tetua Moo. Sebaiknya menyerahlah... Katakan di mana tubuh Shu Feng. Agar ia tidak menghancurkan istana Qing sesuka hatinya!" teriak Mirai memperingatkan Moo Shan Shan. Nampaknya Shu Feng ingat dengan benar suara Mirai. Hingga ia pun menoleh ke arah Mirai "Heh... Itu dia tubuhku mulai saat ini!" bisiknya seraya menyungingkan bibirnya tampak jenaka.
Shu Feng pun segera mengarahkan tangannya ke arah Mirai berada SYUUUTT!! Seketika tubuh Mirai terdorong maju menghampiri sosok bayangan itu.
"Putri mahkota!!" Pekik Mio kaget kala Mirau terbang begitu saja ke arah sosok hitam itu.
Grap! Shu Feng mendapatkan Mirai. Mirai kini ada di hadapan Shu Feng "Kita bertemu lagi... Kau menepati janjimu" ucap Shu Feng menatap Mirai seraya tersenyum. Mirai hendak kabur tapi entah kenapa kakinya sungguh berat dan tak mampu kabur.
"Jangan sentuh dia! Urusanmu bukan dengannya! Tapi denganku!" Bentak Moo Shan Shan.
"Cih. Ini adalah tubuh yang cocok untukku!" Shu Feng mendelik ke arah Moo Shan Shan kemudian menusuk jantung Mirai dengan tangannya yang tajam BLESSS!
"Hentikan!" pekik Moo Shan Shan menghampiri tubuh Mirai.
"Oh tidak! Celaka!!" Pekik Tetua Chen Lyn.
Mirai seketika terbelalak setelah Shu Feng menusuk jantungnya... "Uhuk!" Mirai memuntahkan seteguk darah, Whussssshhh! tubuh Shu Feng pun masuk ke dalam lubang yang ia buat di jantung Mirai. Moo Shan shan tak bisa menghentikan gerakan Shu Feng karna ia terlanjur masuk ke dalam tubuh wanita itu...
"Uhuk! Uhuk!" Mirai berlutut dan memegangi jantungnya yang berlumuran darah itu.
Apakah aku akan mati?? Bisik Mirai.
Tetua Moo Shan Shan lekas menghampiri Mirai, tapi nampaknya karna ke sesakan, Mirai pun tumbang di pangkuan tetua Moo Shan Shan.
__ADS_1
"Putri mahkota!" Mio berlari ke arah Mirai dan menagis haru si sana. Ia memeluk tubuh Mirai yang berlumuran darah...
"Tabib..." tuan muda pun menekuk wajahnya dan ikut berduka atas hal buruk yang telah menimpa putri mahkota.