
***
Area kompetisi begitu gersang dan panas. Moo Shan Shan yang masih menghentikan waktu tak bisa berbuat banyak untuk melawan Xing Yue. Hingga datanglah Shu Feng dengan tubuhnya yang kekal itu, dan keadaan pun makin tak menyenangkan saja. Kedatangan Shu Feng lantas membuat Xing Yue membelalak bukan kepalang. Pasalnya selama ratusan tahun. Xing Yue telah membuang roh Shu Feng dan menyegel jasadnya "Kau! Bagai mana bisa kau ada di sini?" Tanya Xing Yue menunjuk Shu Feng.
"Sudah lama sekali kita tak bertemu kakak" Balasnya seraya tersenyum menyungingkan bibirnya.
"Ku tanya. Kenapa kau bisa ada di sini! Siapa yang telah membebaskanmu. Dan di mana kau menemukan jasadmu yang telah ku buang itu!" Amuk Xing Yue menatap garang ke arah Shu Feng.
Shu Feng membalas teguran sang kakak dengan sebuah senyum menyunging. Lalu menatap Mirai dan mengencangkan pengangannya di pinggang Mirai, hingga Mirai di dekapnya erat di dada kekar Shu Feng.
BUAK! Mirai tak suka perlakuann Shu Feng dan memukulnya "Dasar genit!" Mirai lekas menjauh "Aku kan sedang pamer. Kenapa kau malah memukulku..." Umpat Shu Feng.
"Itu balasan karna kau sangat genit!" Mirai mengkrucutkan bibirnya kesal.
"Bagai mana wanita itu bisa membangkitkan mu!' Xing Yue sangat sangat murka.
"Bagai mana kau tidak merasakan aura hawa panas dalam tubuh wanita itu sebelumnya. Dia adalah wanita pembawa roh Shu Feng" Tegas Moo Shan Shan. Setelah jawaban itu lolos begitu saja dari bibir Moo Shan Shan, Xing Yue pun membelalak "Kalian menipuku!" Bentaknya.
"Kami tidak menipumu... Kau sendiri tak sadar jika ada roh Shu Feng bersemayam dalam tubuh wanita itu" Jelas Moo Shan Shan.
"Kakak. Saking bencinya kamu padaku hingga kamu membuangku? Padahal aku sungguh percaya padamu kak. Tapi... Aku tak akan membalas sakit hatiku..." Balas Shu Feng.
"Aku tak butuh belas kasihan darimu!" Xing Yue mengamuk.
"Bukan salah Shu Feng kembali ke jasadnya. Kaulah yang memaksa ku untuk ikut kompetisi ini. Hingga tanpa sengaja, aku menemukan jasad pria ini... Lagi pula. Kenapa kau tidak merasakan adanya aura dari Shu Feng dalam tubuhku!" Tegas Mirai menyudutkan Xing Yue.
"Itu karna kekuatan murni mu sangat besar... Hingga kau ku pilih menjadi wadah yang cocok untukku. Di sanalah... Aku akan menyembunyikan segalanya..." Tukas Shu Feng.
Xing Yue pun mengepalkan tangannya "Keterlaluan!" Bentak Xing Yue.
Pertikaian sebelum pertarungan terasa sangat mencekam... Tapi Shu Feng berusaha menahan dirinya untuk tak membelas serangan dari kakaknya apapun yang terjadi. Meski Xing Yue keras padanya, tapi Shu Feng tak mau membuat kakaknya menderita apa lagi terluka.
"Di akhir hidupmu ini... Akan ku pastikan. Kau pergi dengan rasa bangga kak" bisik Shu Feng meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Di tempat lain...
Zayn yang menata kamar Penguasa kota mulai menemukan sesuatu "Ah gawat" Bisik Zayn.
Ia tersentak kaget setelah ia menatap pas bunga kesayangan Xing Yue "Kenapa bunga mawar merah ke abadian kakek buyut berguguran begini?" Bisik Zayn. Ia pun lekas membersihkan sisa guguran itu...
Tak berselang lama... Satu kelopak bunga paling atas dan satu satunya itu lekas berhambur dan jatuh terkulai ke bawah.
PLEK... Zayn pun membelalak "Ah... Satu lagi jatuh. Dan tak ada kelopak yang bersisa? Bagai mana ini?" ia panik dan segera pergi ke area podium...
***
Tawa terkekeh dari Xing Yue mulai terdengar "Hahahah... baiklah, kau yang menang... Usiaku sudah sampai batasnya. Aku tak bisa berbuat banyak untuk saat ini..." Tiba tiba ungkapan itulah yang keluar dari bibir pria tersebut meski di iringi sebuah tawa yang renyah.
"Kau datang di saat yang tepat. Kekuasaan ku tak bisa ku lepaskan dari raga penuh noda ini..." bicara demikian seraya sebagian tubuhnya hendak menghilang. Tubuh Xing Yue lekas memudar dan berhambur menjadi kepingan kelopak bunga mawar merah.
"Kakak!" Pekik Shu Feng seraya berusaha memeluk kakaknya.
"Aku menyayangimu kak. Aku tak akan membalas satu pun dari sikapmu yang menyakitkan itu... Aku akan tetap menyayangimu..." balas Shu Feng begitu tulus.
"Hem... " Ia tersenyum dan mulai sisa sebagian dari tubuhnya "Jika demikian, aku minta padamu... Tolong jaga kota layaras, sayangi kota ini seperti aku menyayangi diriku sendiri. Dan kau!" Delik Xing Yue pada Mirai.
"Aku?" tunjuk Mirai ke dadanya sendiri.
"Ya. Kau... Maaf karna telah merepotkan mu... Jika kau tak datang, di awal kematianku... Aku pasti tak akan merubah sikapku yang karas ini. Aku sungguh berterima kasih padamu, karna kau telah membawakan adikku satu satunya ini ke pelukanku. Aku sadar, tindakan ku tak bisa di maafkan. Tapi... Dia masih menganggapku yang kotor ini sebagai kakaknya. Terimakasih Mirai..." Bicara demikian seraya hampir seluruh tubuhnya melebur...
"Kakak!" Pekik Shu Feng.
"Jadilah. Penguasa kota yang bijak... Moo Shan Shan. Aku menunggumu di neraka!! Aku akan memantaumu dari sana... Dan akan kembali jika kau berani merebut kekuasaan dan tahta dari adikku! Ingat itu!" Teriak Xing Yue yang menyisakan ratusan ribu kelopak bunga mawar.
Zayn berlari ke arah tribun dan mencari "Kakek buyut!" teriak Zayn mencari.
Shu Feng pun memerintahkan Hong Shim untuk menurunkannya. Lalu Mirai pun menghampiri "Zayn. Kau mencari siapa?"
__ADS_1
"Kakek buyutku. Aku merasakan firasat buruk tentangnya" wajah cemas, raut yang sedih dan suasana yang pahit mulai di timbulkan Zayn di tatapannya
"Kakek buyutmu telah wafat" bisik Mirai dengan suara yang kelu.
"Apa!!" Pekik Zayn. Hyuuung! Ratusan kelopak bunga itu berhambur tertiup angin dari kepala Hong Shim menuju tubuh Zayn seakan tengah memeluknya "Zayn. Berlatih lah yang giat... Jadilah anak yang kuat. Kakek buyutmu akan membantumu... Dia adalah penguasa kota yang baru""Wooossshhh! Hembusan angin seakan menjamah telinga Zayn dan bicara demikian. Ia lantas lemas laku memeluk sisa kelopak bunga itu dan menangis keras "Kakek buyut! Aju sangat menyayangimu!" Pekik Zayn.
Akhirnya. Sisa kompetisi itu pun usai... Mirai berhasil keluar dari tekanan Xing Yue dan ia pun kembali ke istana Ming dengan tenang.
Namun sebelum ia pergi, ia memberikan dua pil tingkat tinggi itu pada Shu Feng dan Moo Shan Shan "Sisa satu. Untukku saja semuanya" Pinta Moo Shan Shan.
"Tua bangka yang serakah!" komen Shu Feng
"Aku akan memberikan ini pada kaisar. Agar kelak, ketika aku enyah dari istana itu... Dia bisa menjaga dirinya sendiri" Balas Mirai penuh keteguhan.
Putri Mio dan panglima menunggu di pelabuhan layang kota layaras "Pergilah. Mereka sedang menunggumu" Tegas Shu Feng.
"Baiklah..."
"Tunggu Nona Mirai. Ini..." Zayn mengalungkan sebuah ikatan berbandul pluit kecil "Jika kau membutuhkan bantuan kota layaras. Tiup saja pluit itu... maka kami akan bergegas turun ke dunia bawah "Wah... Terimakasih"
"Aah itu bukan apa apa?"Zayn tampak malu malu.
"Ya sudah. Pergilah, rekan rekanmu sudah menunggumu" Tegas Shu Feng. Mirai memangut dan lekas pergi.
Moo Shan Shan terlihat senang, akhirnya dari pertikaian selama beratus ratus tahun yang lalu. Xing Yue mulai putuskan untuk menyambut adiknya yang talah ia buang demi tahta miliknya.
"Nanti akan ku rebut kota ini darimu. Jika kau abai"
"Lakukan saja jika kau bisa" balas Shu Feng seraya tersenyum menyimpul.
Akhirnya... Persoalan kota layaras selesai. Hingga Mirai bisa menyelesaikan urusannya dengan putra mahkota dalam rencan percerainnya itu...
Akankah Mirai menyelesaikan misi selanjutnya?...
__ADS_1