
Ke esokan harinya...
Jendral Tian Feyn mendapatkan surat gulungan khusus dari kerajaan. Kaisar memerintahkan Jendral Tian Feyn untuk melakukan penjagaan Khusus pada putri mahkota. Oleh karna itu, Panglima Ou Tian Feyn datang lebih awal untuk menemui Putri mahkota. Ia ingin menjelaskan bahwa mulai hari ini... Ia lah yang akan menjadi penjaganya.
***
Usai membersihkan diri, dan mengganti pakaian. Putri mahkota yang hendak istirahat mulai kedatangan tamu...
Tok! Tok!
"Jendral Ou Tian Feyn datang berkunjung menghadap yang mulia putri mahkota" Seru para dayang istana memperingatkan kedatangan Panglima Ou Tian Fyn.
Apa? Panglima Ou Tian Feyn datang menjengekukku. Oh tidak aku harus dandan yang cantik. Bisik Mirai dalam hatinya.
"Masuk...' Balas Mirai mulai duduk di sebuah kursi seraya memainkan tangannya untuk membuat sebuah karangan bunga.
"Hamba menghadap yang mulia" Hormat Ou Tian Feyn.
Ou Tian Feyn masuk selangkah ke area faviliun Putri Mahkota dan pintu Faviliun pun tertutup.
Blam!
"Ada apa panglima?" tanya Mirai seraya merapihkan pakaiannya. Ia takut jika pakaiannya kotor atau sedikit terbuka.
"Hamba menghadap yang mulia putri mahkota untuk melapor. Bahwa mulai hari ini, sayalah yang bertanggung jawab atas keselamatan anda" jelas Panglima masih bersimpuh di lantai.
"Bangunlah panglima..."Pinta Mirai.
__ADS_1
"Ampun yang mulia. Hamba hanya bisa bersimpuh, jika hamba berdiri... Hamba akan melanggar tatak rama prajurit. Hamba di larang mematap mata yang mulia putri mahkota ketika berbicara" jelas Ou Tian Feyn.
Mirai tersenyum "Kau memang prajurit sejati" Balas Mirai.
"Jika tak ada kepentingan lain. Hamba mohon untuk undur diri" Ucapnya.
"Tunggu. Aku belum mengucapkan terimakasih... Jika bukan karna kau, aku sudah habis di lahap api dan kayu bakar itu. Aku sungguh bersyukur karna ada seseorang yang sadar jika aku masih hidup saat itu" Jelas Mirai.
"Hamba hanya menjalankan tugas..." singkat Ou Tian Feyn tanpa ekspresi.
"Dan satu hal lagi, " Mirai belum menyelesaikan kalimatnya.
"..." Ou Tian Feyn tak berkomentar.
"Terimakasih juga... Karna telah membawaku kembali ke istana. Jika bukan karna bantuan mu... Aku sudah pasti tak akan bisa kembali ke kerajaan ini. Dan pastinya akan ada seseorang yang bahagia atas kepergian ku..." cerocos Mirai.
Meski Mirai bicara panjang lebar, Ou Tian Feyn tetap saja tak paham tentang apa yang sedang ia bahas...
"...Sebenarnya masih ada hal yang aku ingin tahu, aku sungguh lupa siapa aku dan di mana asalku. Tapi jika Panglima sedang sibuk... Panglima boleh pergi" Ucap Mirai.
Panglima mulai keluar dari Feviliun Mirai dan melanjutkan tugasnya. Toh putri mahkota belum bisa di izinkan keluar dari Faviliunnya hingga waktu yang di tentukan.
BLAM!
Ou Tian Feyn mulai ada di luar faviliun Putri mahkota. Mendengar curhatannya tadi, membuat Ou Tian Feyn menduga duga.
Apa yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh putri mahkota? Kenapa dia bicara demikian? Apakah... Putri mahkota kehilangan sebagian ingatannya karna terbentur sesuatu? Atau karna kepalanya terisi air terlalu banyak? Aku harus mencari tabib untuk memeriksa ke adaan putri mahkota. Bathih Ou Tian Feyn menggumam.
__ADS_1
Panglima Ou Tian Feyn mulai enyah dari front Faviliun Mirai... langkahnya kini mulai mengarah ke area aula istana. Ia ingin memberi tahukan hal apa yang sedang menimpa Putri mahkota pada pihak istana.
Namun saat kaki Panglima Ou Tian Feyn menginjak sebagian area aula istana. Ia malah di suguhkan pandangan yang cukup menegangkan.
Di sana ada pangeran Fu Rou Ming... Pangeran Fu Rou Ming sedang menceritakan hal serius tentang situasi yang tak terduga di kerajaan Hong.
Dan kini, Kerajaan Hong tengah gencar dengan memerintahkan para perajuritnya untuk mencari wanita misterius tersebut ke penjuru kerajaan... Sang Raja Hong ingin menemukan wanita itu hidup atau mati...
"Apa maksudmu pangeran Fu?" tanya Kaisar membelalakan matanya.
"Kaisar Hong ingin menemukan wanita yang menyusup ke kerajaannya. Wanita itu bahkan mengobati rakyatnya... Aku tak tahu hal apa yang akan di lakukan oleh Kaisar hong jika menemukan wanita tersebut. Yang jelas, ia tengah memerintahkan para pangeran untuk mencari wanita itu..." Jelas Pangeran Fu.
Raja menarik napasnya dan mengatur napas itu, ia sedikit panik... Sebab yang ia ketahui, putri mahkota lah yang telah mengobati rakyat kerajaan Hong. Bahkan, pangeran Fu Rou tak menjelaskan, hal apa yang akan di lakukan Kaisar Hong jika menemukan putri mahkota.
"Astaga... Masalah apa lagi yang timbul. Aku tak yakin, jika masalah ini akan kelar begitu saja" Kaisar mulai duduk di singgah sananya tampak lemas. Permaisyuri mulai menyuguhkan teh hangat yang ia ramu sendiri untuk ke sehatan yang mulia paduka raja.
"Tenanglah yang mulia. Anda jangan terlalu banyak pikiran... Masalah ini belum tentu membawa pataka. Bisa saja, pengobatan yang di lakukan tabib itu mujarab hingga kekaisaran Hong mencari tabib itu untuk memberinya hadiah atas kinerjanya itu" ujar Permaisyuri berusaha menenangkan hati paduka raja.
"Itu bisa juga. Karna... Kaisar Hong tidak menjelaskan hal apa yang akan ia lakukan setelah menemukan tabib tersebut. Ia berkata, temukan wanita itu... Hidup atau mati!" Lugas Pangeran Fu rou Ming.
"Begitu ya. Benar juga... Oh ia. Pangeran Fu, apakah kau mendengar kaisar Hong mengumumkan nama seorang tabib itu?" tanya Kaisar Ming.
Fu Rou Ming mulai menekan jemarinya di dagunya seraya berfikir sejenak untuk mengingat sesuatu "Namanya... Jika tak salah, pangeran Li Zhau bilang..."
"Siapa? Apakah aku mengenalinya?" jantung kaisar sudah berdegup kencang tampak khawatir ketika menunggu jawaban dari Fu Rou Ming.
"...namanya ya? Oh Ia, aku baru ingat... Namanya adalah Xin Mirai dari negara Yuan Cheng. Entah itu hanya karangan atau dia memang sedang menyamar. Yang jelas... Kota itu tidak bisa di temukan... Entah ia berasal dari mana. Yang jelas hanya itu yang ia jelaskan ketika di introgasi oleh pangeran Zhau. Dan wanita tabib itu pergi bersama seorang pria berjubah perang dan menaiki kuda kerajaan... Sayang sekali. Saat itu aku tak ada di sana..." Ujar Pangeran Fu Rou Ming menepuk jidaknya sendiri.
__ADS_1
Raja mulak lega karna nama di atas bukanlah Hyr In... Melainkan Xin Mirai. Akhirnya raja mulai duduk tenang di singga sananya bersama istrinya.
Sebenarnya apa yang Raja Hong inginkan, sekain Mirai yang saat itu melihat dada telanjang para pangeran atau karna ke telatenannya kala menyembuhkan pada penduduk miskin di Kerajaan Hong.