
Para pelayan laki laki mulai menggotong dua tandu yang berbeda, di mana setiap satu tandu berisi satu wanita yang tengah tergolek lemah tak berdaya.
Tandu yang bertama mulai di turunkan ke lantai bertikar merah "Ibu suri sudah tiba!" Pekik Para pelayan. Para dayang juga para mentri dan juga penasihat kerajaan yang ada di Aula itu pun mulai berlutut memberi hormat kemudian besujud di lantai.
"Hormat kami! Panjang umur! Panjang umur! Panjang umur untuk ibu suri Kerajaan Hong!" Seru para jajaran kerjaan.
Ibu suri tak membalas seruan tersebut karna ia memang sudah tak berdaya. Seluruh dayang dan pelayan juga jajaran mentri nampaknya sudah terbiasa dengan bau menyengat yang kala itu menyeruat ke segala penjuru Aula istana dan mendesak penciuman untuk berpaling dari bau itu.
Mio lekas menutup hidungnya dan seketika ia tak bisa menahan rasa mual dan ingin muntahnya "Uekkk! Ueekkk! Bau apa ini... Aku sungguh tidak tahan!" Pekik Mio membungkam mulut dan hidungnya. Ou Tian Feyn membelalak dan lekas menangkap Mio yang tak kuasa menahan perasaan jijiknya hingga ia pun pingsan.
Astaga! Gawat! Jika sampai tabib agung melakukan hal yang sama dengan pelayannya... Maka ia pun akan bernasib nahas seperti tabib tabib yang lainnya. Bathin Li Yuan menggumam.
Para pangeran lantas khawatir akan ke adaan Mirai, Apa lagi... Kaisar mulai membelalakan matanya. Kala Mio terkulai lemah di pangkuan Ou Tian Feyn. Kaisar berdiri lalu menunjuk ke arah Mio "Lancang sekali wanita itu! Berani nya dia menghujat ibu suri ku!" Bentak Kaisar Hong begitu murka pada Mio.
"Seret dia ke penjara bawah tanah!" tunjuknya mulai menurunkan titah. Para penjaga pun berhambur menghampiri Ou Tian Feyn dan hendak meraih tubuh mungil putri Mio.
"Hentikan!" Mirai menghadang dan membentangkan ke dua tangannya untuk menghalau pasukan istana yang sudah garang itu.
"Beraninya kau menentang perintah raja!" Tegas Kaisar Hong.
Begitu ya, rupanya ini bukan lah salah para tabib yang ingin mengobati Permaisyuri dan ibu suri dengan kemampuan medis mereka. Tapi, ini adalah sabotase besar... rupanya di balik penyakit dua wanita ke sayangan Kaisar ini. Ada sebuah rahasia yang terselubung... Nampaknya ada oknum di balik kasus ini. Ia sengaja memanfaatkan kemarahan Kaisar untuk menyeret para tabib yang tak mampu menahan rasa mual nya hingga mereka muntah di tempat. Alhasil raja akan menyeret mereka ke bawah tanah dan mengurung mereka sebelum mereka mengobati pasien. Bathin Mirai menggumam.
"Ampun yang mulai! Saya kemari hanya untuk berusaha mengobati penyakit yang kini di derita ibu suri dan Permaisyuri. Hamba akan mencoba pengobatan yang terbaik untuk beliau!" Tegas Mirai berusaha menyakinkan Kaisar Hong agar ia kembali menurunkan amarahnya hingga Mio bisa terbebas.
"Tabib Agung! Aku sungguh memuji mu! Kau pantas ada di istana kami! Aku suka gayamu yang tak muntah atau pingsan saat mencium bau tak nyaman yang mulai menyeruat pekat di Aula ini" Puji Kaisar Hong. Para pangeran sesaat mengembungkan pipi mereka kala melampar senyumannya ke arah tabib agung.
"Terimakasih atas pujian anda. Saya sungguh tersanjung... Tapi, sekali lagi saya mohon pada anda. Tolong lepaskan pelayan saya... Jika dia tidak ada di samping saya. Mustahil bagi saya untuk bisa mendeteksi, penyakit apa yang telah menimpa Ibu suri dan permaisyuri!" Jelas Mirai panjang lebar.
__ADS_1
Nampaknya, Amarah Kaisar Hong mulai mereda, ia mulai menggerakan tangannya sekaan mengibas jubahnya lalu duduk tenang di singgah sananya. Dan itu merupakan sebuhah bahasa isyarat untuk para pengawal, hingga mereka mulai mundur lalu kembali ke tempat penjagaan mereka masing masing.
Ini cukup berbahaya... Aku tidak boleh gegabah... Salah melangkah satu pijakan saja. Maka akan sulit untuk meloloskan diri dari belenggu istana ini. Bathin Mirai menggumam.
Satu tandu saja sudah membuat lambung Mirai berontak untuk muntah, di tambah lagi kedatangan permaisyuri makin membuat ruangan luas itu kian pengap dan sesak saja.
"Silahkan mulai memeriksa ibu suri" Ujar Penasihat kerajaan.
Heh... Jangan kan menyentuh... Kau akan tamat jika sampai mendekati selangkah lagi. Karna bau tubuh ibu suri dan permaisyuri sudah bisa membuat paru paru mu terluka. Bathin seseorang menggumam senang.
Mirai mulai duduk di depan ibu suri, ia mulai menatap nanar ibu suri yang pucat pasi dan terlihat mengenaskan "Ibu suri sudah sakit selama dua tahun terakhir... Ini sungguh parah yang mulai' Tegas Mirai.
Kaisar terbelalak "Bagai mana kau tahu, jika ibu suri sudah sakit selama dua tahun terakhir ini?" Tanya Kaisar lekas berdiri. Sebelumnya memang tak ada tabib yang mampu mendiagnosa penyakit apa yang ibu suri derita hingga ibu suri tak bisa di sembuhkan.
"...Saya baru melihat saja sudah tampak jelas. Tolong, ambikan air hangat dan sebuah kain bersih. Aku akan mengompres tubuh beliau dan melihat, hal apa yang terjadi pada tubuh beliau hingga menimbulkan bau tak sedap seperti ini... Padahal, tak ada luka sayatan sedikit pun di tubuh ibu suri" Tegas Mirai menjelaskan rincian hal tersebut.
Tak berselang lama, para dayang mengantarkan apa yang Mirai inginkan "Silahkan Tabib agung..." ujar para dayang meletakan wadah yang terbuat dari gerabah tanah liat berisikan air bersih juga kain bersih yang berwarna putih.
"Terimakasih..." Tangan Mirai meraih kain lap bersih itu lalu mencelupkannya ke air hangat itu.
Clup! Baru saja tangannya masuk ia sudah terbelalak "Aahhh!" pekik Mirai seketika puluhan pasang mata tertuju padanya.
"Yang Mulia! Ada apa!" pekik Ou Tian Feyn sedikit panik.
Mirai diam, Para pangeran mulia menghampiri Mirai "Tabib agung! Ada apa?" Li Yuan menghampiri lebih dekat.
"..." Mirai tak berkomentar.
__ADS_1
Gawat, ternyata benar... Di istana ini sungguh banyak sekali misteri, bahkan... Hanya ingin air bersih saja untuk ibu suri, terasa sangat sulit seperti ini... Mereka berani sekali menuangkan merkuri ke dalam air hangat ini... Bathin Mirai menggumam.
Mirai lekas menaikann tangannya yang sudah basah itu "Ada apa tabib agung!" Pekik Kaisar sedikit gelisah.
Siapa yang ingin melenyapkan Ibu suri dan permaisyuri. Bathin Mirai menggumam. Netranya memutar seraya menelisik sekeliling. Ia berharap ia menemukan petunjuk agar saat Ibu suri di obati olehnya. Tak ada mata jahat yang mencoba mengganggu jalannya pengobatan Mirai.
"Ampuni aku yang mulia. Untuk saat ini, izinkan saya berdiskusi dengan salah satu pengeran yang ada di sini" Pinta Mirai mengalihkan pembicaraan.
"Tapi. Kenapa tabib agung? Kenapa tiba tiba sikap mu berubah setelah menyentuh air itu, apakah ada hal yang terjadi" Tanya Kaisar cemas.
"Tolong beri saya waktu yang mulia... Saya tak bisa melakukan pengobatan medis saya jika ada sesuatu yang menganjal di pikiran saya"
Kaisar kembali memutar otaknya sebelum mengangguk lugas "Aku hanya memberimu sedikit waktu" Tegas Kaisar sedikit kesal.
"Siapa pangeran yang ingin tabib agung panggil' Seru panasihat kerajaan.
Mirai lekas menatap Li Yuan, sebab Li Yuan cukup handal dalam membantunya. Apa boleh buat, Mio pingsan dan dia hanya percaya pada Li Yuan saja.
"Saya mohon bantuannya pada pangeran Li Yuan" Ujar Mirai. Pangeran Li Yuan lekas terbelalak karna ia tak percaya jika Mirai akan memilihnya dari ke enam bersaudara.
"Kenapa anda milih pangeran Li Yuan? Pangeran Li Yuan pasti akan menolak, karna beliau jarang kali berinteraktif apa lagi dengan lawan jenisnya" imbuh Penasihat kerajaan.
Jarang berinteraktif, kalimat macam apa itu? rasanya kalimat itu tidaklah pantas untuk pria bawel seperti nya. Bathin Mirai
Belum juga kering ucapan si penasihat kerajaan. Li Yuan malah dengan senang hati datang ke sisi Mirai dan bersimpuh di hadapannya.
"Saya akan membantu anda jika anda memang membutuhkan saya" ucap Li Yuan memberi hormat.
__ADS_1
Seluruh netra yang ada di istana itu mulai tertuju ke arah tabib agung. Tatapan tak percaya tersebut tergambar jelas di nanar jajaran istana Hong. Rupanya pangeran Li Yuan yang di sangka pendiam dan jarang berinteraksi malah bereaksi pada Mirai bahkan Kaisar Hong pun tak menyangka hal itu. Karna Mirai adalah orang asing di kerajaan itu...