Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Kaisar marah


__ADS_3

***


Akhirnya sampai juga di Istana inti. Kepulangan putra mahkota di sambut hangat oleh kaishar dan permaisyuri utama, Juga ibu suri.


"Putri Hyr-In, Kau sudah datang nak?!" Pekik Ibu suri seraya berjalan untuk menghampiri kereta kencana tersebut.


Ibu suri pun mulai memastikan keadaan putri mahkota di dalam kereta tersebut "Putri Hyr-In?" Ibu Suri terbelalak.


"Aahh! Putri mahkota?" Pekik Ibu suri.


Permaisyuri mendekat karna curiga pada apa yang Ibu suri saksikan kala itu "Ada apa Ibu Suri?" tanya Permaisyuri.


Dengan nanar yang sendu, ibu suri pun mulai menjelaskan hal apa yang telah menimpanya "Putri mahkota Hyr-In tidak ada di dalam"


"Apa?" permaisyuri pun terbelalak.


"Kemana putri Hyr In? Putra mahkota? Putra mahkota... Tunggu! Kemana putri Hyr-in pergi?" tanya Ibu suri menyibat nyibat tirai kereta kencana itu sembari mencari sosok Hyr In, tapi ia sama sekali tak menemukan Hyr-In di manapun.


Putra mahkota menoleh dan acuh "...Mana ku tahu" Putra mahkota yang bisa dingin itu malah mengabaikan pertanyaan ibu suri dan pergi begitu saja.


"Jangan jangan putri..." Pikiran ibu suri sudah mengarah ke pembunuhan. Dan ibu suri mulai lemas hingga jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


BRUUGHH!


"Ibu suri!!" Pekik para dayang menghampiri ibu suri itu.


"Ibu suri! Permaisyuri pun panik. Ia juga menghampiri sang ibu suri.


Sedangkan Putra mahkota hanya mendelik ke arah neneknya yang tak berdaya itu lalu pergi tanpa menghiraukan ibu suri yang sudah tak berdaya itu.


"Putra Mahkota!" Pekik Kaisar.


Putra mahkota membalikan badannya ke arah ayahnya dan membungkuk "Hormat pada yang mulia"


"...Apa yanh terjadi? Mana putri mahkota?" Tanya Kaisar meninggikan nada suaranya.


"Apa? Kenapa dia kabur... Lalu kenapa kamu putra mahkota malah pulang dan tidak mengejar putri mahkota" tegas Kaisar.


"...Para prajurit termasuk Jendral Ou Tian Feyn telah mencari keberadaannya' putra mahkota pun membungkuk dan malah pergi mengabaikan Kaisar.


"Putra mahkota! Sebagai pria yang beradab... Aku menugaskanmu, untuk mencari putri mahkota sampai ketemu! Menyamarlah sebagai rakya jelata pada umunya. Untuk menyembunyikan identitas mu' Titah Kaisar.


"Apa?" Putra mahkota lekas menoleh dan menentang titah sang raja.

__ADS_1


"Putri Mahkota adalah tanggung jawab mu. Oleh karna itu, carilah dia hingga di temukan... Ini pasti ada hubungannya dengan kerajaan Hong. Jika sampai terbukti bahwa Kerajaan Hong ingin menculik putri mahkota kerajaan Ming. Maka, aku tak akan tinggal diam... Aku akan memainkan genderang perang ke negara itu!" Lugas Kaisar.


Untuk apa aku mencari wanita rubah itu. Toh nanti juga ia akan pulang sendiri Bathin Fei Si menggumam.


"Putra mahkota! Segera jalankan perintah!" Tegas Kaisar memperingatkan.


Sial, padahal aku masih lelah dan ingin rebahan di faviliun kekasihku. Dasar wanita merepotkan... Akan ku pastikan hidupmu lebih menderita setelah aku menemukanmu. Bathin Fei Si menggumam.


Akhirnya mau tak mau, Fei Si pun menuruti ke inginan yang mulia kaisar Ming. Ia mengganti pakaiannya dengan pakaian umum rakyat jelata dan membawa serat tiga pengawal istana untuk menjaganya.


***


Di kota Mirai malah bersenang senang menghabiskan uang jendral Ou Tian Feyn.


"Aah aku ingin gula gula itu" tunjuk Mirai.


"Tapi anda belum menghabiskan manisan di tangan anda" Komen Tian Feyn.


"Tampaknya yang itu malah lebih enak. Panglima, aku ingin bakpau saja yang isinya daging babi" Pinta Mirai menujuk sana nunjuk sini dan pipi di penuhi jajanan pasar ibu kota kerajaan Ming.


"Ayo kita kesana" Mirai menarik tubuh panglima seenaknya. Dan panglima hanya bisa menuruti apapun permintaan Mirai.

__ADS_1


Padahal ia sedang menjadi buronan kerajaan Hong, tapi nampaknya ia malah tanpa beban seperti itu. Malah cengengesan ke sana dan ke sini mirip anak gadis yang sedang labil labil nya kasmaran.


__ADS_2