Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Dimensi lain


__ADS_3

Powwww!! Mirai berpindah ruang dan waktu setelah mencengkram pakaian Moo Shan Shan yang kala itu hendak melarikan diri dari permintaan Mirai, Sebab Mirai meminta Moo Shan Shan untuk membebaskan Shu Feng dari segel perjanjian darah yang di buat oleh Moo Shan Shan dan Kaisar Qing di masa lalu. Mirai dan Moo Shan Shan seketika itu berteleportasi ke dimensi lain...


WUUUSSSHHH!


Setelah berteleportasi, sampailah mereka di sebuah ruangan yang senyap dan begitu hegar, cahaya membias dan begitu terang juga terasa sangat damai... Napas Mirai sesaat sedikit terengah ketika sampai di ruangan senyap yang begitu tenang itu, Bahkan posisi Mirai saat ini sangat begitu tak enak di pandang.


Ia terlihat buruk kala itu, sebab ia menyender di gaun merah tetua Moo Shan Shan seraya mencengkram kain tunik tersebut. Sedangkan Moo Shan Shan terlihat santai kala duduk di singgah sananya dengan posisi menyender ke kulit binatang purba mati berjenis harimau putih.


"Sampai kapan kau akan menyender di paha ku gadis manis" goda Moo Shan Shan. Mirai mendengar dengan jelas kalimat tersebut, dan ia lekas enyah dari paha Moo Shan Shan.


"Oh astaga! Oh astaga! Dewa... hosh hosh hosh!" Pekik Mirai takjub dan tak percaya.


"Kenapa kau malah mengikutiku hingga tempat ini?' Moo Shan Shan sedikit terganggu oleh ke hadiran Mirai. Mirai yang sedari tadi mengatur napasnya, mulai menatap Moo Shan Shan di kejauhan "Mengikuti? Ya, aku tadinya ingin menghentikan langkah kabur anda tetua. Namun, ternyata aku malah sampai di tempat aneh ini" Gumam Mirai seraya menepuki pakaiannya yang sedikit kusut.


"...Heh. Punya nyali juga kamu, memang apa alasanmu sampai kamu harus menghantikan ku" Moo Shan Shan Tak senang.


"Karna kau telah menerima hadiah istimewa dari ku. Maka kau tak bisa kabur begitu saja dariku" tegas Mirai menunjuk Moo Shan Shan geram.


"Punya nyali juga kamu"


"Jangan bertele tele lagi. Sekarang katakan... Bagai mana caraku keluar dari sini?" Umpat Mirai.


"Keluar, heh... Kau baru saja tiba. Apakah kau lupa"


"Tapi kedatangan ku ke gunung Xingliun bukan untuk main main! Aku datang ke temlat tersebut untuk sebuah misi. Dan kau malah menggalkan misiku itu!" Amuk Mirai.


Moo Shan Shan tersenyum "Heh. Itu bukalah salahku"

__ADS_1


"Cepat! Jangan banyak bertele tele lagi... Katakan bagai mana caraku keluar dari tempat ini. Dan kau juga harus mau ikut denganku ke istana Qing dan membantuku untuk membatalkan segel perjanjian darah Shu Feng!' Pinta Mirai.


"Aku belum memutuskan. Heh..."


"Jangan bercanda! Waktuku tidaklah banyak... masih ada hal lain yang harus aku seleaikan!" Bentak Mirai sedikit murka. Sebab pikirannya kacau, nampaknya bukanlah hal mudah untuk membujuk tua bangka itu.


"Hahahaa... Marah pun tak akan membuatku mau menolongmu begitu saja'


"Katakan apa yang kau mau! Maka aku akan melakukannya. Asalkan kau nantinya mau mengikuti permintaan ku untuk menyelesaikan misiku!" Cerocos Mirai kian mengkrucutkan bibirnya.


"Baiklah. Satu syarat yang tak mudah untuk menarik hatiku. Jika kau bisa melakukannya... Maka, apapun yang kau inginkan, maka itu akan menjadi titah untukku' tegas Moo Shan Shan membuat kesepakatan.


Tunggu, apa yang dia inginkan... Jika dia ingin menguji kesabaranku... Maka, nantinya dia pasti hendak menguji ke sabaranku. Bathin Mirai menggumam. Penuh perhitungan di benaknya, ia tak ingin kala kesepakatan itu terjalin secara tergesa geda maka akan membuatnya merugi. Hingga ia tak bisa mendapatkan apapun dari Moo Shan Shan.


"Jangan terlalu banyak berfikir karna nantinya aku pasti akan berubah pikiran"


"Karna kau telah memberiku pil tingkat tinggi. Maka aku menantang mu dengan 4 kali permainan" Tegas Moo Shan Shan.


"Empat kali. Tidak kah itu terlalu banyak? Karna aku belum tentu biaa menyelesaikan seluruh tantangan itu!" Lugas Mirai sangat geram pada pria itu.


"Heh. Jika kau salah melakukan tugasmu meski hanya satu saja. Maka kau di anggap gagal!"


Sial! Waktuku tidak banyak dan dia malah mengujiku dengan permainan bodohnya itu. Tapi untuk saat ini demi mendapatkan hati Moo Shan Shan aku harus berusaha Bathin Mirai. Kedua tangannya di kepal erat hingga membuat kepalan itu berkeringat.


"Aku setuju! Jika aku menyelesaikan empat permainan itu. Maka sesuai janji... Kau harus mengikutiku ke istana Qing!" Tegas Mirai.


"Biaklah... Aku akan membawamu ke tempat pertama" Ucapnya seraya berdiri dari singgah sanannya. Lalu menghanpiri Mirai, ia mengalungkan tangannya di leher Mirai dan tersenyum aneh ke arah Mirai, Mirai yang merasa di lecehkan pun seketika berusaha melawan pria itu namun Whusssh!! Tubuh Mirai dan Moo Shan Shan seketika enyah entah kemana. Mirai sungguh di permainkan habis habisan oleh kelakuan Moo Shan Shan yang kian membuatnya menggelengkan kepala berkali kali.

__ADS_1


JREENG!!! Rupanya Mirai belum terbiasa dengan kemampuan teleportasi yang Moo Shan Shan miliki. Hingga ketika ia sampai di tempat yang berbeda pun membuatnya sedikit tercengang.


"Di mana ini?" bisiknya menelisik sekeliling.


"Ini adalah ronde pertama, dan ku harap kau bisa menang melawan sesuatu" Ujar Moo Shan Shan seraya terkekeh.


"Ronde pertama!" Mirai seketika cekingukan kanan dan kirinya.


"Berjuanglah untuk menang. Karna, lalau sedikit saja. Maka nyawamu berakhir di sini" tegas Moo Shan Shan.


Moo Shan Shan mulai nenepuk pundak Mirao dan enyah begitu saja setelah menaruh sebuah plakat di genggaman tangan Mirai.


"Pria aneh!" Umpatnya seraya menatap plakat usang yang ada di cengkramannya.


Entah apa maksud Moo Shan Shan hingga ia mendaratkan Mirai di sebuah dataran yang di penuhi pepohonan rapuh tak berdaun, bahkan kaki Mirai teggelam dalam tumpukan daun kering yang berserakan di tempat itu.


Tak ingin membuang waktu, Mirai pun segera beranjak dari tempat ia bediri lalu mengekspor area tersebut. Baru saja beberapa langkah kakinya menapaki dataran entah berantah tersebut. Suara raungan yang menggema begitu jelas kala hinggap di indra pendengarannya.


GOAAAAAAARRR!


Suara menggema itu membuat bulu kuduk mirai berdiri semua "Astaga! Suara apa itu!" Bisiknya seraya berbalik. Ketika ia memantau ke adaan di belakangnya, sebuah kuku tajam yang runcing dan besar bah raksasa hampir menghujam tubuhnya.


ZRAATT! Mirai menghindar cakaran tersebut dan kuku itu berhasil megoyak tanah datar di sekitarnya. Hampir saja cakaran hewan buas itu melukai punggung mungil Mirai.


"APA!!" pekik Mirai memutar bola matanya ke atas dan menatap hewan mitologi China.


GGRRRRHHHH...

__ADS_1


Hewan itu meraung dan menatap Mirai penuh amarah. Hingga ia mengunci padangannya dan menargetkan Mirai sebagai mangsanya...


__ADS_2