Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Bertanding


__ADS_3

"Keterlaluan! Untung aku lekas memeriksa jika tidak. Maka akan sangat terlambat" Ujar Mirai. Ibu suri hanya bisa terbelalak sembari tak paha apa yang Mirai katakan padanya.


"...Memang ada apa Putri mahkota? Apakah obat yang aku makan itu salah?" tanya ibu suri.


"Benar bu. Aku mendeteksi adanya racun di dalam obat yang anda konsumsi"


"Apa! Benakah? Lalu aku harus bagai mana putri?" tanya Ibu Suri sedikit Syok.


"Aku akan buatkan resep untuk anda ibu suri. Tapi, anda jangan sampai memakan obat ini lagi"Pinta Mirai.


Ibu suri menelan salivanya sendiri dan mengangguk diam "Jika tabib yang memerkasa keadaan anda bertanya. Jawab saja, anda sudah memakan semuanya" Ujar Mirai.


"Ba-baik..."


"Untuk memastikan kadar racun yang tertelan oleh anda. Saya ingin bertanya dan tolong di jawab... Ibu suri... Berapa kali anda meminum obat ini?" tanya Mirai dengan tatapan lurus ke depan dan tampak serius.


"Baru kemarin malam dan pagi ini..." Jelas ibu suri.


"Baiklah. Untuk menetralisirkan racun dalam tubuh anda akibat Abrus paracathionus anda akan membutuhkan ramuan herbal yang exstrak vitamin C" jelas Mirai mulai merubah posisinya.


"Tunggu putri mahkota. Bagai mana kamu bisa tahu jika di dalam obat ku terdapat racun yang cukup berbahaya" Ibu Suri sungguh curiga pada putri mahkota.


"Karna aku melihat ada beberapa patahan sejenis Abrus paracathionus di dalam resep obat yang anda konsumsi. Dan itu sangatlah berbahaya... Racun yang ada dalam tumbuhan ini sangatlah berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika tidal segera di tangani dengan tepat" jelas Mirai.


Seketika ibu suri sedikit syok "Kenapa tabib istana ingin aku mengkonsumsi obat berbahaya ini?"


"Saran saya. Untuk saat ini, sebaiknya kita rahasiakan dulu dari orang orang luar... Aku yakin, pasti ada orang yang ingin melenyapkan anda..."


"Melenyapkan ku? Berani sekali mereka! Bahkan... Aku tak memiliki musuh sama sekali" Ibu Suri lekas Syok atas ujaran Mirai yang terdengar berlebihan.


"Kasus ini akan saya selidiki. Saya yakin... Ada orang dalam yang tengah bermain main di sini... Heh, siapapun dia. Akan ku buka kedoknya. Jadi, untuk saat ini... Ibu suri lebih baik mendangarkan saran saya. Jangan beritahukan hal ini pada orang lain... Sebab bisa saja, orang yang kita percayai adalah orang yang ingin kita tiada" Jelas Mirai.


Ibu suri sungguh Syok bukan kepalang, tangannya gemetaran dan keringat dingin mulai bercucuran "Saya pamit undur diri... Setelah saya dapatkan bahan obat, saya akan segera kembali" ujar Mirai lekas menjauh dari ibu suri dan pamit pergi ke luar aula Ibu Suri.

__ADS_1


Mirai tak lupa membawa serta obat obatan racun itu sebagai barang bukti, jikala nanti dalang di balik racun tersebut di ketahui olehnya.


"Putri mahkota, ku serahkan padamu" bathin ibu suri menggumam.


***


Mirai mengendap ke luar istana untuk mencari obat obatan yang ia butuhkan. Untuk menjalankan misinya ia pun menyamar menjadi wanita desa dan memakai pakaian rakyat jelata...


"Ini bagus. Hanya sebentar saja kok..." Bisiknya.


Mirai lekas bergerak cepat untuk mencari obat obatan herbal... Tapi betapa pelupanya ia, sampai sampai ia datang ke toko herbal tanpa membawa sepeser uang "Nona, mana uang nya?" Tanya Penjaga toko.


"Ah ia..." Ia mulai mencari uang di setiap kantung pakaiannya "Mana uangnya nona?" Sekali lagi penjaga toko bertanya.


"Ah. Aku lupa membawa uangny" Mirai menepuk jidaknya.


"Kalau begitu, kembalikan barangnya. Jika tidak punya uang jangan sok belanja obat herbal kualitas tinggi! Dasar pengemis!"


Di tengah tengah jalan, ia di suguhkan pemandangan yang luar biasa... "Kemarilah! Kemarilah! Siapa yang bisa mengalahkan King Master! Maka dia akan jadi pemenangnya!" teriak seorang pembawa acara seraya mengacungkan tangan kanan pria dengan postur tinggi besar berotot dan berwajah seram penuh luka sebitan di wajahnya.


Sorak sorai para pengunjung sebuah pusat beladiri gulat bebas begitu ramai dan penuh antusias. Mirai yang penasaran pum menghampiri kerumunan itu dan ia cukup tertarik "Gulat bebas? Wah kedengarannya hebat" Bisiknya


Terlihat di sana beberapa pria telah tergeletak tak berdaya di atas Ring tinju... Mereka tak sadarkan diri dengan luka mengaga hingga bersimba darah, nampaknya para pria itu kalah oleh King Master "Hei Tuan. Apa yang akan ku dapatkan jika aku memenangkan kompetisi ini?" tanya Mirai mengacungkan tangannya.


"Wah Wah! Ada yang tertarik rupanya" Gumam para penonton.


"Apa yang bisa di lakukan wanita mungil itu di atas ring gulat?" Cemooh yang lainnya.


"...Jika kamu tertarik, silahkan daptar di sebelah sana dan tunggu giliran berikutnya" ujar Si pembawa acara.


"Aku tidak bisa mengantri. Aku sedang bergegas... Apa yang akan aku dapatkan jika aku bisa mengalahkan pria besar itu?" tunjuk Mirai pada King Master.


"Waah! Wanita itu sungguh berani memanggil King Master dengan sebutan Pria besar" Umpat yang lainnya.

__ADS_1


"Wah wah. Tubuh anda sangat kecil nona tapi nyali anda sungguh besar"


"Katakan apa yang akan ku dapat jika aku menang. Jika tak ada hadiah yang setimpal dengan usaha dan kerja kerasku... Aku tak tertarik dan akan pergi" Mirai memutar arah. Kemudian King Master menyerunya "Hei bocah! Sombong sekali kau ini!" Pekik King Master menunjuk Mirai.


Mirai menghentikan langkahnya dan mulai terdiam membelakangi King Master yang saat itu menunjuk tubuh mungil Mirai.


"Aku akan melawannya. Mudah sekali mengalahkan wanita" ujar King Master penuh percaya diri.


"Tapi... Antriannya masih banyak"


"Persetan dengan antrian! Aku ingin melawannya!" Mendengar ungkapan King Master membuat Mirai tertarik dan ia pun mulai menoleh ke arah king master.


"Kau ingin melawanku? Hadiah apa yang akan ku dapat jika bisa mengalahkannya?" tanya Mirai mendesak pembawa acara.


"100 keping emas dan 100 keping perak" jelas pembawa acara.


Mirai tersenyum "Setuju!" Mirai menjentikan jemarinya CLIK! Ia lekas meloncat lalu melayang di udara dan akhirnya mendarat tepat di atas arena pertarungan.


"Mudah sekali untukku mengalahkan mu" Imbuh King Master.


"Ouh ya? Kalau begitu silahkan tunjukan ke mampuanmu" Penuh percaya diri di hati Mirai hingha ia seakan penuh kesombongan.


"Aku akan memulai dalam hitungan ke tiga"


"Satu!"


"Dua!"


"Tigaaa!" Setelah hitungan ke tiga, King Mastet mulai menjadi buas. Ia memburu Mirai dengan sangat cepat. Beberapa kali serangan King Master yang kuat itu mematahkan kayu kayu penyangga arena Pertarungan. Beruntungnya Mirai memiliki tubuh yang mungil hingga ia bisa dengan mudah menghindari pukulan, hantaman dan tinju pria tinggi besar dan menakutkan itu. Apapun yang King Master lakukan untuk memukul Mirai. Nyatanya Mirai semakin menguasai ke adaan dan terus menghindar dengan sangat gesit.


Aku... Harus mendapatkan 100 keping emas untuk membeli obat obatan ibu suri. Bathin Mirai.


Sorak sorai penonton makin semarak kala Mirai berlenggak lenggok seakan menari di atas Ring untuk menghindari serangan King Master yang makin buas dan Keji...

__ADS_1


__ADS_2