Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Mengeluh


__ADS_3

***


"Coba ku ingat ingat! Ayo ingat ingat... Ingatlah ingat siapa aku? Siapa namaku? ayo ingat! ingat!" Mirai terus saja memukul mukul kepalanya seraya memejamkan mata dan berjalan mondar mandir tak karuan.


"Putri Mahkota. Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Pangeran Fu Rou seraya meraih tangan Mirai yang nakal memukul mukul kepalanya sendiri itu.


"...Eh. Siapa kau?" Mirai lekas menarik tanagnnya dari pria yang tak ia kenal. Lalu mundur beberapa langkah ke belakang...


Pangeran Fu Rou Ming pun mengerutkan dahinya "Apa. Apakah kepala mu terbentur? Kenapa pertanyaan mu seperti orang baru kehilangan ingatannya?" Pangeran Fu Rou lekas mengelus kepala Mirai dan menatapi kepala Mirai. Ia berpikir siapa tahu kepala Hyr In terluka.


"Menjauh!" Mirai mendorong pangeran Fu Rou Ming dari hadapannya. Ia merasa di lecehkan oleh pangeran genit ini.


"Wo! Wo! Woh! Wahhh... Galak sekali. Ck ck ck... Putri mahkota Hyr ini yang dulu tidak sekasar ini padaku. Kenapa aku berfikir bahwa kau adalah orang lain. Siapa dirimu?" Tanya pangeran Fu Rou Ming.


H-Hiey... Apakah pria ini bisa membaca isi kepalaku. Kenapa dia tahu jika aku bukanlah putri Hyr In. Bathin Mirai menggumam.


Merasakan bahwa adanya sebuah tekan dari pangeran Fu Rou Ming akhirnya Mirai pun mundur "Apa yang kau inginkan dariku? Pergi..." Mirai mundur karna takut ketahuan jika dirinya bukankah pemilik tubuh asli dari Hyr In.


"Kasar sekali... Kenapa kau jadi begini kasar putri. Bahkan kamu juga tak mengenali ku... Oh teganya" ia mulai bersimpuh di lantai yang beralaskan kayu kokoh...


"Ah... Mendengar cerocosanmu membuat kepalaku sakit. Sebaiknya aku pergi... Tak ada gunanya bicaara dengan pria genit sepertimu!" Mirai enyah dari hadapan pangeran Fu Rou Ming.


Mirai hilang ke seimbangan hingga oleng ke belakang dan hampir terpeleset ke kolam ikan di belakangnya. Namun, seseorang meraih tangan Mirai dan menariknya kuat kuat hingga Mirai hinggap di dada kekar seseorang itu.


"Hah!" Pangeran Fu Rou membelalakan matanya. Ia menatap adegan yang seperti di sebuah drama opera.

__ADS_1


Deg Deg! Deg Deg! Deg Deg! Posisi itu membuat Mirai mendengar jelas suara gemuruh jantung Ou Tian Feyn yang terdengar seperti ketakutan.


"Anda baik baik saja kan putri mahkota?" Tanya Ou Tian Feyn mencengkram dua bahu mungil Putri mahkota dan menatapnya intrents.


"Pa-Pang- Panglima Ou Tian Feyn?" bisik Mirai seraya menarik diri dari cengkraman Ou Tian fyen.


Pangeran Fu Rou Ming mulai berdiri dan menghadang panglima Ou Tian Feyn dengan kata kata angkuhnya "Ou Tian Feyn! Lancang sekali kamu! Jika Kaisar sampai tahu... Kau akan di hukum penggal kepala!" Pekik Pangeran Fu Rou menunjuk panglima dengan kipas di genggamannya.


"Ampuni aku paduka! Hamba refleks dan tak sengaja melakukannya. Hamba hanya tak ingin putri mahkota terjatuh ke kolam... Karna, ia tak bisa berenang. jadi hamba mohon ampun pada paduka pangeran Fu!" Ou Tian Feyn sampai bersimpuh di hadapan Pangeran Fu gara gara ia menyelamatkan Mirai.


"Hentikan! Apa yang salah dengannya... Dia sudah menyelamatkan nyawaku! Kau sebainya urus saja urusanmu sendiri. Apakah kau tak sadar jika tadi kau juga membelai rambutku? Dasar tidak sopan... Jika begitu. Aku pun akan melaporkanmu pada paduka agar kau mendapat hukuman yang setimpal" Bentak Mirai.


Pangeran Fu mundur karna takut pada Mirai. Ia pun mulai berdalih "Anda salah paham putri mahkota. Seharusnya, bawahan rendah sepertinya tak pantas menyentuh putri mahkota sepertimu" Cerocos Pangeran Fu Rou tak mau kalah.


"Heh. Hentikan, mendengar ocehan mu... Membuat kepalaku pusing! Sebaiknya aku jalan jalan saja dengan panglima Tian Feyn" Mirai mengabaikan Pangeran Fu Rou dan menarik tangan panglima Tian Feyn menuju sebuah taman.


"Yang mulia tolong lepaskan tangan hamba"


"Panglima diam lah. Karna aku hanya akan bicara padamu saja. Ayo dengar aku, aku ingin curhat padamu... Tak ada seorang pun yang aku percaya di kerajaan ini termasuk orang itu!" Jelas Mirai.


"Tapi ini sungguh tidak lah sopan. Saya tidak di perbolehkan terlalu dekat dengan anda"


"Diamlah dan jawab pertanyaanku? Aku sangat membutuhkan seseorang untuk menjelaskan keberadaan ku di tempat asing ini" Keluh Mirai memegang kembali kepalanya yang pusing itu.


"Asing?"

__ADS_1


"Asing... Aku sebenarnya bukanlah pemilik tubuh asli putri mahkota..."Tegas Mirai. Tentu saja ocehan itu tak membuat panglima percaya. Dan malah ingin mentertawakan nya... Tapi Panglima menahannya habis habisan.


"Huh. Exspresi macam apa itu..."


"Maafkan hamba yang mulia. Tapi hamba sungguh tak percaya..." Bantah Ou Tian Feyn.


"...Coba ku tanya, Apakah putri mahkota sebelumnya bisa mengobati orang?" tanya Mirai menatap intrents Panglima Ou Tian Feyn.


"Setahu hamba. Putri mahkota tak memiliki ke ahlian tersebut... Putri mahkota lebih mahir dalam hal merangkai bunga, membuat teh tradisional dan menari..." Jelas pangeran Ou Tian Feyn.


"Hal di atas sangat berbeda denganku. Aku adalah seorang dokter... Aku bisa mengobati pasien ku, aku pandai berkelahi... Memasak, meracik obat tradisional. Aku puntur dan ..." Mirai tak melanjutkan kalimatnya.


"Dan...?" Membuat Panglima Ou Tian Feyn ingin tahu kelanjutannya.


"Dan... Bernyanyi. Aku mahir dalam segala hal kecuali berenang, itu adalah salah satu kekuranganku" jelas Mirai.


"...Lalu, kenapa anda memanggil saya hingga kemari?" tanya Panglima.


"Aku hanya penasaran pada diriku. Panglima, tolong bimbing aku... Jelaskan padaku siapa aku dan dimana asalku. Aku tak tahu tujuan hidupku di dunia ini.. Aku ingin pulang. Aku ingin kembali ke jamanku!" seketika Panglima di buat membatu... Tangisan Mirai pecah kala itu hingga membuat hatinya tergores.


"Aku tak suka di dunia ini. Aku ingin kembali ke masaku... Jaman di mana semua teknologi sudah di temukan dan kami hidup dengan sejah tera... Aku mau kembali ke jaman itu" Tambah Mirai kian mengiris hati panglima.


"Putri... Saya sama sekali tidak paham pada apa yang anda jelaskan" komen panglima.


"Aku bukanlah putri mahkota. Aku adalah Xin Mirai, aku berasal dari kota Yuanceng. Usiaku baru saja 21 tahun... Aku adalah seorang dokter muda yang hendak membuka klinik ku sendiri. Aku juga baru memeliki setifikat di dunia medis... Aku ingin kembali ke jamanku, tahun 2022... Sesudah masehi. Aku ingin pulang ke jaman itu!" Teriak Mirai Histeris. Ia bersimpuh di lantai seraya menangisi nasibnya yang buruk itu.

__ADS_1


Panglima Ou Tian Feyn tak bisa berbuat apapun untuk menenangkan Mirai. Ia hanya bisa terdiam seraya menatap tangisan Mirai yang seakan tak ada obatnya itu...


__ADS_2