Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Dihianati


__ADS_3

"Aku memang sangat tangguh!" ujar Fei Si melucuti pakaiannya.


Mirai terbelalak, ia tak pernah menyangka jika ia akan melihat adegan yang tadi ia bayangkan di kepalanya.


"Aku menyukaimu Wen Tian" Fei Si melu-mat bibir merah Wen Tian. Mirai makin panas dan ingin menjambak wanita itu. Mungkin itu dorongan dari hati sang pemilik tubuh.


"Tunggu" Wen Tian menjauhkan bibirnya dari Fei Si.


"Kenapa?"


"Aku akan jadi apa, jika selalu memuaskan hasrat mu yang mulia?" tanya Wen Tian meminta imbalan.


"Kau akan ku jadikan permaisyuriku, setelah aku selesai menghabisi dan melenyapkan putri Mahkota. Akan ku angkat derajatmu menjadi wanita nomor satu di hidupku" jelas Fei Si Kembali mencumbu Wen Tian dengan penuh nafsu.


Mirai terbelalak! Apa... Ingin melenyapkanku? Jangan harap... karna akulah yang akan melenyapkanmu terlebih dahulu. Enak saja bicara begitu demi merayu jalan*ng itu. Umpat Mirai marah besar.


"Akh! Ung! Ya mulia, Kau sangat nakal.... Ngghh! Tapi aku menyukainya" lenguh Seorang Wanita seraya mendesah.


Degh! Pesssssshh! Mendengar hembusan napas yang sedu sedan itu membuat Mirai merasa aneh. Iapun mulai menusuk nusuk kertas itu dalam jumlah yang banyak...



(Gambar yang di dapat mirai dari penglihatannya)


Degh! Seketika Mirai terbelalak!


Me-menjijikan... Bathinnya.


Saat sedang mengintip, Tiba-tiba para pengawal datang dan mulai menyerunya dengan kata "Penyusup!"


Penyusup? Di mana penyusup itu Bathin Mirai. Mirai sendiri mencari penyusup tersebut, padahal penyusupnya adalah dirinya sendiri.


"Apakah aku yang kalian maksud?" Tanya Mirai seraya berusaha kabur.


Mirai pun segera berdiri dan hendak kabur, Namun pakaian yang ia kenakan sungguh sangat mengganggu, hingga iapun tersandung dan jatuh.


BRUUUK!


sial! Kenapa aku sebodoh ini. Aku tahu pakaian ini berat, kenapa tak ku angkat sedikit agar aku bisa berlari sungguh payah! Payah! Payahhhh! Bathinnya.


Para penjaga istanapun segera berhambur dan mulai mendekati wanita malang tersebut.

__ADS_1


"Tunjukan wajahmu! Siapa sebenarnya kau ini?!" Tanya penjaga istana. Mereka membawa tombak tajam dan menekan nya di wajah Mirai hingga Mirai mendonggak.


"Hei. Hati hati dengan benda itu, kalian akan ku hukum... Ini Aku! Putri mahkota" Tegas Mirai masih tengkurab di tanah.


Seketika para penjaga mulai luluh dan berlutut "Ampuni aku yang mulia..." Tunduk para penjaga istana. Mirai lekas berdiri dan membersihkan tanah di pakaiannya yang sudah terlanjur kotor itu.


"Kalian akan ku penggal! Dasar tidak sopan... Siapa yang kalian sebut pengutil itu, dasar keterlaluan!" amuk Mirai menakut nakuti mereka.


Mendengar sebuah kegaduhan yang timbul, Akhirnya putra mahkota yang merasa terganggupun menghentikan perang keringat di siang bolong yang hendak terjadi itu. Lalu mulai keluar dari istana selir untuk menyimak situasi di luar kediaman para selir.


"Ada apa?!" Tanya Putra mahkota.


"Yang Mulia putra mahkota? Ampun yang mulia, Saya pikir ada penyusup yang sedang mengutil. Ternyata setelah di telusuri, Pengutil itu adalah putri mahkota Hyr in" Jelas Para penjaga istana.


Sial! Kenapa aku sebodoh ini. Ini sangat memalukan! Bukannya dapat bukti aku malah dapat malu. Bathin Mirai menggumam.


"Pergilah, Serahkan dia padaku..." Ucap putra mahkota.


"Kami mengerti" Memberi hormat dan mulai berhambur pergi.


Putra mahkota masih berdiri di Faviliun milik para selirnya.


"Hmmm, Kau sedang mengutil ku ya? Kenapa apakah kau cemburu?" Tanya putra mahkota. Terkekeh dan memperolok Mirai.


Ia tak ingin membalas atau memberi hormat pada putra mahkota, Ia malah mengabaikan pertanyaan putra mahkota dan mulai berbalik pergi begitu saja.


"Sombong sekali" Umpat Putra mahkota.


"Aku tak perduli"


"Heh, Setelah kau bangkit kembali dari kematian, Bagaimana kau bisa sesombong ini?!" Tanya Putra mahkota. Nampaknya putra mahkota mulai marah karena di abaikan tanpa salam hormat dari Mirai, Putra mahkota pun langsung meraih sikut istrinya.


GYUUUUT!


"Berhenti! Sejak kapan kau tidak patuh padaku?!" Tanyanya marah seraya mencengkram kuat sikut istrinya hingga terasa menyakitkan.


Ugggh! Sial, Rupanya pria ini benar-benar ingin membuat masalah denganku,... Rupanya dia ingin ku hajar lagi ya! Bathin Mirai.


"Lepaskan aku!" Pekik Mirai Menghempas cengkraman tangan Putra mahkota.


"Heh! Kau pikir aku akan berbaik hati? Tak akan semudah itu melepaskan wanita pengutil sepertimu?! Kau harus di beri pelajaran! Ucap Fei Si sinis, Tangannya mencengkram lebih kuat dari cengkramannya semula.

__ADS_1


"Berengsek!! Lalu apa maumu?!" Mirai menendang, tapi kali ini tendangannya bisa di tepis.


"Heh mau ku saat ini adalah melenyapkanmu, Aku akan puas setelah membunuh mu saat ini juga..." sinis Fei si mempertegas ke inginannya.


Apa?! Sial pria ini, Baru saja aku hidup kembali. Ia mulai berfikir untuk membunuhku lagi lagi dan lagi? Bathin Mirai.


"Kenapa kau ingin kematian ku cepat tiba?!"


"Karena aku tidak membutuhkanmu! Ini adalah syarat dari ibu suri untukku, Dengan menikahi wanita yang sama untuk ke tujuh kalinya ... maka aku bisa menikahi wanita pilihanku! Ingatlah... Pernikahan kita terjalin karena wajahmu sangat mirip dengan Permaisuri pertama ku... Hyo-rin"


Degh! Entah kenapa tubuh wanita yang di hinggapi Mirai mulai bereaksi, Ada rasa sakit di hatinya.


Sakit, rasanya sesak... kenapa setelah mendengarkan kejelasan dari putra mahkota jahat itu, Hatiku sakit. Hingga tak tahan ingin menangis. Saat terjadi sebuah tekanan, Seseorang datang dari tempat tertutup tersebut.


"Yang mulia..." Tiba-tiba suara itu mulai menyeru dari dalam. Tampaknya itu adalah Wen Tian.


"Hmmm... Kali ini, Kau aku lepaskan!" Jelasnya mendorong Mirai hingga Mirai sedikit oleng. Iapun mutar kakinya dan kembali menuju Istana para selir.


"Cuih, Kau pikir akan ada kata lain kali, Kau takan bisa menyentuhku untuk kedua kalinya! Hal yang sama takan mempan melawanku!" Lantang Mirai dengan nada mmencemooh.


Fei Si pun tertegun mendengar teriakan tersebut. Iapun mulai memutar langkahnya kembali menuju wanita angkuh itu.


"Kau' Kenapa kau kembali!" Tanya Mirai Gugup, ia memasang kuda kuda. Pangeran Fei Si mulai tersenyum seraya mendekat.


"Hmmm, Sombong sekali kau ini" Pangeran Fei Si mulai meraih kepala Istrinya dan menjambaknya.


Uugghh! Sakit! Bathin Mirai. Tak ingin tinggal diam, Miraipun sedikit berjongkok dan mengeluarkan satu kakinya. Lalu ia menendang pas di segitiga emas milik pangeran Fei Si.


BUAKKK!!


"Uggghhhhh!" Seketika, Lutut pangeran mulai menekuk dan pangeranpun berlutut seraya mengerang kesakitan.


"Rasakan! Aku bukanlah Istrimu yang dulu, Namaku adalah Mirai! Aku datang di abad ke dua puluh satu, untuk menghukum pangeran tak bertanggung jawab sepertimu" tegas Mirai.


Seketika pangeran Fei berteriak " Pengawal! Kurung Wanita ini di ruang bawah tanah tanpa makan dan minum!"


"Baik! " Pengawal kembali datang dan mulai berhambur. GREEEP! mirai di tangkap dan mulai di seret ke penjara bawah tanah.


"Sekarang, Apa yang bisa kau lakukan... Hah? Kita lihat, Apakah kau seliar ini sekarang!"


"Brengsek badjingan!" Ronta Mirai. Namun pengawal tetap menyeretnya menuju penjara di bawah tanah.

__ADS_1


Kini Mirai mulai masuk dalam masalah besar lagi. Entah bagai mana cara menyelesaikan kekejaman yang akan di perlihatkan oleh putra mahkota.


__ADS_2