Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Kegamparan di istana Ming


__ADS_3

Tak pernah Mirai sangka jika hari itu akan tiba. Mungkin karena di otaknya terlalu banyak masalah yang harus ia selesaikan, Hingga ia pun lupa dan tak pernah menyadarinya... Waktu sungguh berjalan terlalu cepat pikirnya.


Sebuah portal hitam berbentuk lingkaran terlukis di langit istana Ming siang itu. Warna dan bentuknya yang mencolok berhasil membuat seisi istana gempar bukan kepalang.


Apa lagi, saat muncul sebuah perahu mewah yang melayang di angkasa, tentu saja itu adalah hal aneh hingga kegaduhan pun tak bisa di hidarkan.


"Lindungi kaisar!" pekik para prahjurit meperingatkan. Hingga akhirnya, istana inti pun di kepung kemudian kaisar di paksa keluar dari istana untuk mencari tempat yang aman.


"Ada apa?" Kegetiran mulai timbul di istana Ming setelah perahu itu mengeluarkan puluhan bast spirit raksasa bersayapdan seraya terbang mengeglilingi menara istana.


"Istana ini tak aman. Sebaiknya kita pergi kaisar!" Pinta kepala pengawal istana.


"Tapi kenapa"


"Istana kita di serang monters bersayap kaisar" Tegas para pengawal istana.


"Apa!" Mendengar kejelasan itu membuat kaisar terbelalak dan tak percaya.


"Kaisar. Sebaiknya cepat... Atau nanti kita akan terlambat!" Pekik pengawal.


"Kalau begitu! Cari Ibu suri dan juga permaisyuriku... Lalu bawa mereka. Aku tak mau meninggalkan mereka di istana ini!" pekik Kaisar bergegas keluar istana.


Para pengawal membuat jalan sang raja tetap aman. Mereka membuat lingkaran pengwalan yang ketat.


BRAK! Sesampainya di luar istana, bola mata sang kaisar di buat membelalak bukan kepalang setelah ia mendonggakan atensinya ke atas langit siang itu.


Deg!


"Mahluk apa itu?" Tanya Kaisar mematung dengan irama jantung yang bertalu talu.


Tampak jelas langit istana begitu memakutkan, fortal hitam besar bersama puluhan mahluk raksasa bersayap mengitari langit istana tanpa menyerangnya.

__ADS_1


"Mustahil... Mahluk apa itu?" tanyanya.


Tak berselang lama, para mahluk menakutkan itu pun turun dan mengisi halaman istana. Mahluk mahluk tersebut mendarat dengan cukup hati hati. Namun dampak dari sayap mereka telah membuat angin besar meliuk di hadapan sang kaisar.


WUSSHH!!


"Kaisar! Cepat pergi!" Pinta para pengawal. Kaisar pun mulai melangkah mengikuti para pengawal untuk membawanya pergi.


Nampaknya... Halaman istana yang begitu luas tak mampu menampung puluhan raksasa tersebut hingga beberapa dari mereka tetap berterbangan di langit. Jika kaisar sibuk menyelamatkan diri... Maka berbeda dengan putri Mio yang kala itu telah kencan buta bersama pangeran Wuxi. Kencan mereka terganggu dengan kedatangan seekor ular raksasa berwarna putih. Namun di lihat dari manapun mahluk itu bukanlah ular melainkan naga raksasa.


"Putri apa itu!!" pekik Pangeran Wuxi menunjuk ke arah putri mahkota.


Putri Mio pun mengikuti arahan telunjuk pangeran Wuxi. Lantas saja seketika itu bola mata Mio pun membelalak "Aaah! Putri mahkota dalam bahaya!" pekik Mio terperanjat dari duduknya.


Ia lekas bangkit dan belari ke arah tersebut dengan kaki yang begitu gemetaran bahkan sangat lemas.


Terjadilah percakapan di tengah ke getiran istana Ming...


"Jangan buat kegaduhan di tempat ini... Jika kau ingin bicara dengan ku. Singkirkan lah terlebih dahulu para mahluk raksasa itu dari istana ini!" bentak Mirai menatap penguasa kota dengan tatapan tajamnya.


"Heh. Aku datang kemari bukan untuk berbegosiasi denganmu apa lagi mendengarkan perintahmu. Aku datang kemari untuk menagih janjiku' Tegas penguasa kota.


"Janji apa? Janji yang mana? Bahkan kau tidak membiarkan ku memilih saat itu. Kau sendiri lah yang tiba tiba memaksa dan memberiku tanda ini tanpa sepengetahuanku! Apaakah kau lupa? Jika kau sudah melupakannya maka kewajiban bagiku untuk mengingatkannya!" Tukas Mirai tak merasa takut kala biraca dengan pria bernama Xing Yue Zayn itu. Tak ada rasa gentar di hatinya kala berhadapan dengan Xing Yue Zayn meski saat itu dia telah duduk di atas kepala sang naga putih nya yang angker.


"Hahahahah... Secuilpun. Kau sungguh tak melupakanku!" Tawa Penguasa kota terbahak.


Sedangkan Mirai masih menatap pria itu dengan tajam dan pandangan menusuk "Putri mahkota? Siapa dia?" tanya panglima Ou Tian Feyn sangat khawatir pada putri mahkota.


"Dia adalah pria yang berbahaya. Sebaiknya kamu pergi... Atau kamu juga akan terlibat masalah besar dengannya" Tukas putri mahkota.


"Putri mahkota?" nampaknya percakapan Mirai dan panglima Ou Tian Feyn terdengar jelas oleh telinga Xing Yue. Hingga ia pun menatap Mirai dan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Putri mahkota! Putri mahkotaa kau baik baik saja?" di saat bersamaan, Mio panik dan menyeru Mirai berulang ulang. Hingga sang penguasa kota pun mengerutkan dahinya.


"Cih. Rupanya pendengaran ku tak terlalu buruk" Gumam Xing Yue.


"Apa maksudmu?" tanya Mirai sinis.


"Kau bukanlah tabib... Ternyata kau membuat sebuah penyamaran dengan berpura pura menjadi seorang tabib? Lalu... Dari mana kau dapatkan pil pil luar biasa itu?" tanya Xing Yue sedikit murka.


"Putri mahkota adalah seorang alkemis jenius... Bahkan ia telah mengajariku caranya meracik obat. Mohon jangan menghinanya!' Sela Mio di tengah tengah kegetiran itu.


"Putri Mio. Apa yang kau katakan? Sebaiknya kamu pergi!" Pinta Mirai.


Sang penguasa kota tak senang karna ia merasa telah di maki oleh orang yang berkepentingan dengannya, Hingga ia pun lekas menyentil sebulir udara di jemari telunjuknya lalu mengarahkannya ke tubuh putri Mio.


Ting! Tak kasat mata dan perkuenzi pukulannya cukup kuat, hingga ketika hinggap di perut putri Mio... Seketika itu Mio pun terpental "Putri Mio!!" pekik Mirai berusaha mengejar Mio yang terseret sebuah energi.


Namun langkahnya di hentikan sang penguasa kota. Tubuh Mirai tiba tiba berhenti dan melayang di udara, penguasa kota tak membiarkannya kabur meski saat itu Mirai ingin menolong putri Mio.


Bruk! Beruntung tubuh malanh Putri Mio yang terseret secara misterius itu berhenti di pangkuan pangeran Wuxi "Kau baik baik saja putri?" tanya nya cemas.


"Hiks... Terimakasih. Jika tidak ada kamu... Mungkin aku sudah mati" tangisnya memeluk pangeran Wuxi.


"Sebenarnya. Ada apa di istana Ming? Kenapa terlalu banyak masalah yang terus saja berdampingan menghampirinya?" tanya pangeran Wuxi. Ia mengetahui segala masalah di kerajaan tersebut karna putri Mio selalu saja mengeluh dan curhat padanya.


"Jangan sakiti siapapun di istana ini! Bukannya aku yang kau inginkan?" tanya Mirai membentak sang penguasa kota.


"Hahahhaa... Tentu. Aku akan membawamu sekarang" Ujarnya. Mirai masih melayang di udara dan berada tepat di hadapan Xing Yue sang penguasa kota.


Panglima tak bisa melakukan apapun selain menatap Mirai yang kala itu ada dalam cengkraman kekuatan magic milik penguasa kota.


Akankan kegetiran istana Ming berakhir atau Xing Yue yang arogan itu mau menerima permintaan Mirai untuk menghentikan teror para monternya di istana Ming...

__ADS_1


Next episode...


__ADS_2