
"Wah! Hebat! King Master terus melayangkan pukulan ke arah gadis mungil itu tanpa ampun!" Seru wasit acara tersebut. Tapi, Mirai tak membalas pukulan itu, ia hanya sibuk menghindar.
"Serang! Serang! Serang! Serang!!" Teriak para penonton pertandingan itu.
"Apa apaan itu! Lawan dia! Ini bukannya pertarungan kabur dari pukulan! Tapi kau harus membalasnya nona! Jika kau tidak bisa bertarung! Sebaiknya cepatlah kau turun!" Teriak salah satu penonton adu jotos itu.
Mirai sesaat mendelik ke arah pria yang telah mencemoohnya itu, tapi sebuah lesatan bogem mentah tiba tiba mendarat di kayu penyangga tempat Mirai hinggap. Hingga Mirai kembali melompat ke lahan datar arena pertarungan.
TAP!
"Lawan! Lawan! Lawan!" Teriak para penonton. Mirai sangat terganggu hingga konsentrasinya sedikit memudar.
"Kau!! Hyaaaa!" King Master sangat marah pada Mirai karna ia merasa telah di permainkan olehnya.
King Master lekas melayangkan satu pukulan cepat ke arah wajah Mirai, namun Mirai suggap berjongkok.
Syung! Pukulan King Master kembali meleset, Mirai mulai menjulurkan kakinya lalu memutarnya 180° Derajat BUAK! Satu putaran kaki itu berhasil mengenai Kaki King Master, King Master pun oleng dan mulai terjatuh. Mirai sigap melompat setelah lawannya lengah, lalu ia pun menyematkan satu kaki runcingnya ke arah perut King Master.
Buak! Kaki itu mendarat tepat di perut buncit pria itu "Wuaaaaahhhhh!" Riuh penonton yang kian tegang.
"Uekk!" Seketika King Master muntah darah. Mirai kembali melompat dan bersalto ke belakang. King Master pun bangun dengan langkah tertatih tatih.
"Cuih!" Ia memuntahkan sisa darah di rahangnya seraya mengusapnya kasar.
"Akan ku balas kau!" Tunjuk King Master ke arah Mirai.
Padahal aku sudah menyerang vitalnya. Tapi kenapa dia masih bisa berdiri? Bathin Mirai menggumam.
King Master kembali memulai serangan "Hyaaa!" King Master menendang ke arah Mirai. Tapi Mirai sigap melompat "Heh! Hanya itu saja kemampuanmu?" Tanya Mirai memancing emosi si King Master agar ia kelelahan ketika tanpa henti menyerang Mirai.
"Sombong sekali!" Umpatnya marah besar.
__ADS_1
Kini King Master mengerahkan seluruh serangannya untuk menghajar Mirai. Tapi Mirai pun mampu menangkis satu persatu pukulan King Master yang sangat kuat hingga tulang tangannya hampir patah di butanya.
"Sial! Sakit sekali!" Bathin Mirai mengguman.
Mirai tak ingin bermain terlalu lama, lagi pula ia sedang tidak mood untuk bertarung. Sedangkan, lawannya bukanlah lawan sembarangan. Tenaga King Master amatlah kuat dan ia tak bisa di remehkan.
Dari pada aku harus ambil resiko... Bathin Mirai. Nampaknya ia punya ide licik untuk mengalahkan pria besar itu. Mirai mulai mundur ke belakang "Kembali!" King Master menghampiri Mirai.
Mirai pun menjulurkan telapak tangannya yang kala itu menutup "Lihat ini! Aku punya sesuatu untuk mu!" Pintanya.
King Master tak mau menggubris itu karna ia amat murka Sial! Dari pada aku babak belur dan mati konyol gara gara pria ini. Lebih baik ku buat saja dia pingsan. Bathin Mirai menggmam.
Mirai membuka telapak tangannya, King Master pun mendekat "Hyaaaaaa!!!"
"Rasakan ini!" King Master menyiapkan bogem mentah lagi pada wajah Mirai. Lalu Mirai pun meniup telapak tangannya dengan sangat kuat "Fyuuuuhhhh!" Seketika sebuah serbuk bening yang hampir tak kasat mata pun melayang di udara dan terhirup oleh King Master. Sontak lesatan tangan King Master yang nyaris mengenai pipi kiri Mirai pun terhenti. King Master tiba tiba diam...
"Hachiu!"
Melihat tingkah King Master yang tiba tiba bersin tak karuan membuat panitia terdiam "Apa yang terjadi?" tanya para penonton.
"Ini Dia!" Empat buah totokan pun bersarang di punggung pria itu dengan cepatnya.
"Aaakhhh!" King Master meraung dan ia pun terdiam beberapa saat lalu ia pun tumbang di tengah tengah arena pertandingan.
BRUGGHHHH!!
"Apa itu?" Tanya penonton terdiam menatap kosong ke arah Arena pertandingan. Mereka tampak syok kala melihat pria berbadab besar itu tumbang di arena tanding bebas.
Begitu pun wasit dan para juri, mereka di buat membelalak tak karuan oleh kemampuan Mirai "King Master kalah?" tanya para penonton lain.
"King Master kalah! Hebat! Gadis mungil itu mengalahkannya!" Seru para penonton. Dan akhirnya suara gaduh pun kembali terjadi. Sorak sorai para penonton mulai bergemuruh di arena dan pinggiran arena itu.
__ADS_1
"Pemenangnya adalah!!!! Gadis Mungil Ini!" Teriak para wasit dan juri.
"Nona kecil! Siapa namamu?" tanya juri.
"Xin Mirai!" Balas Mirai sigap. Baru pertama kali dalam hidupnya ia bertarung di ring tinju seperti itu. Dan di saksikan berpuluh puluh pasang mata...
"Anda sungguh hebat sekali... Anda berhak mendapat kan hadiah" Sang juri memberikan kantung coklat berisikan 100 keping emas.
"Terimakasih! Aku akan segera belanja!" ucapnya mulai turun dari ring tinju itu.
"Nona! Kau hebat sekali nona..." ujar para penonton.
"Nona jadikan aku muridmu"
"Nona kami ingin menjadi muridmu"
"Aku tidak menerima murid. Maka pergilah" Mirai terburu buru pergi dan meninggalkan para penonton itu.
"Wah. Sombong sekali ya wanita itu" Ucap salah satu penonton.
Di balik kerumunan itu, ada seorang penonton yang amat mencurigakan. Ia memakai topi caping dan pakaiannya serba hitam... Pria itu keluar dari kerumunan lalu mengikuti langkah Mirai berpijak.
Pluk! Tanpa Mirai ketahui plakat istana nya jatuh di hadapan pria itu. Pkat tersebut jatuh karna Mirai tergesa gesa berjalan dengan langkah lebarnya menuju toko obat.
Mirai sudah pergi dan pria itu masih berdiri di hadapan palakt istana yang jatuh itu. Ia lekas meraihnya lalu menatap dalam dalam ke arah benda bersinar itu. Plakat Mirai terbuat dari batu giok murni hingga bernilai cukup tinggu bila di jual.
"Heh. Plakat istana? Rupanya dia berasal dari sitana Ming? Bagus... Aku tahu di mana dia tinggal" Bisiknya.
Pria mesiterius sekaligus mencurigakan itu pun mulai pergi dari tempatnya. Begitu pun Mirai...
Kira kira siapa kah pria misterius itu, apakah dia musuh atau kawan ya. Yang jelas, autor sedang berusaha untuk mengungkap kasus ini. Yuk Simak episode berikutnya.. Jangan lupa tinggalkan jejak agar autor makin banyak ide dan halu tingkat dewa...
__ADS_1
See you bye bye... Kita jumpa episode berikutnya ya. Jan bosen kasih like ya biar autor semangat, karna berkarya itu cukup sulit juga terkadang suka buntu tengah jalan. Jadi kasih semangat terus ea... Terimakasih buat para Readers yang budiman dan baik hati. Sehat terus buat semuanya ea
😚😚😚😚😚