Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Rahasia Ling Long 3


__ADS_3

"Ada orang yang sedang menguping" ucap Mio, Mirai refleks meraih pisau buah di depannya lalu melemparkan pisau tersebut ke arah di mana Mio menatap pintu.


WHUSSSH!


JLEB!


Pisau tersebut menusuk pas di bayangan misterius tersebut, CRAK! Tampak bercak darah berhambur seketika itu. Mio berlari untuk membuka pintu, ZRAAK! Pintu di geser dan sosok hitam itu tampak melompat ke arah genting.


"Itu dia Kakak!" Pekik Mio menunjuk.


"Aku akan mengejarnya" Pekik Mio.


"Jangan... Biarkan saja dia kabur. Agar dia melaporkan apa yang telah di dengarnya pada majikannya" tegas Mirai menyeringai.


"Apakah kakak sudah tahu siapa yang menguping tadi?' Tanya Mio mengerutkan dahinya.


"Siapa lagi jika bukan wanita bercaping itu. Saat dia lari, bayangan capingnya tertera di kertas tersebut...


"Ah. Ling Long kah? Keterlaluan, dia sampai sampai melakukan hal yang cukup meresahkan seperti ini. Ku pikir dia akan berubah pikiran karna tadinya aku membujuknya agar dia tak berbuat curang" Cerocos Mio tak sengaja ke ceplosan.


"Oh jadi benar. Luka di lehermu itu adalah ulahnya?" Tanya Mirai menghampiri Mio. Mio seakan tersentak mendengar pertanyaan itu terlontar dari mulutnya.


"A-Aku..." Gagap Mio menoleh pelan ke arah Mirai seakan ragu ragu.


"Kenapa kamu melakukan hal berbahaya seperti itu? Hal tersebut bukanlah urusanmu. Tapi kenapa kamu mau membahayakan nyawamu demi wanita tak tahu berterimakasih seperti dia?" Mirai sedikit murka.


"...Sebenarnya..." Mio mengingat sesuatu, lalu ia pun menceritakan segalanya apa saja yang telah ia dengar dari percakapan Xue Jing dan Ling Long.


"Apa?" Beberapa saat Mirai dan panglima pun terpekik kala mendengarkan kebenaran yang ada...

__ADS_1


"Niat sekali Xue Jing mengalahkan mu kak. Dari awal ku kira dia akan turun tangan sendiri melawanmu. Tapi ternyata dia malah menyuruh orang dan memaksanya melawanmu" Jelas Mio merinding.


"Keterlaluan!" Tangan Mirai di kepal erat erat dan ia menumpuk amarahnya di ubun ubunnya.


Mirai tak pernah menyangka jika kelakuan Xue Jing akan sebegitu kejinya. Terlebih lagi, Xue Jing bahkan tega menyekap adik adik Ling Long yang tak bersalah. Akhirnya Ling Long kehilangan harga dirinya demi menyelamatkan adik adiknya itu.


"Adik. Tunggulah di sini... Panglima, tolong jaga adikku... Jika ada hal yang mencurigakan di kediaman ini, laporkan saja langsung ke Zayn atau sang penguasa kota" Pinta Mirai. Panglima mengangguk dan Mio pun memperingatkan "Kakak. Hati hati ya... Jangan sampai terjadi hal yang tak di inginkan" pintanya. Mirai mengangguk, ia lekas membuka pintu dan ia pun melompat melewati satu persatu genting kediaman istana Layaras.


Whussh! Trak Trak Trak! Suasana hening membuat suara suara genting terdengar jelas. Ia melompati dan berlarian kecil menuju tempat di mana Ling Long dan Xue Shen menghadang langkahnya.


"Akan ku temui Xue Jing... Dan memaksanya mengatakan di mana adik Ling Long di sekap! Masalah ini terlanjur serius dan melebar kemana mana... Aku terlanjur terseret. Jika dia berkata, aku adalah pelaku pelenyapannya... Maka akan ku lenyapkan dia sekalian"


Sampailah di rumah pusat trauma... Rumah tersebut adalah rumah tempat di rawatnya Xue Jing. Mirai masuk mengendap endap, baru saja membuka pintu. Para penjaga yang di perintahkan Xue Jing untuk mengamankannya berhambur silih berganti berjalan kesana kemari "Sial. Dia memang banyak uang... Hingga karna terlalu banyak uang, ia menghamburkannya untuk manusia manusia sampah seperti ini?" tanya Mirai pada dirinya sendiri.


Tak ingin mendapat masalah karna aksinya di ketahui. Mirai pun mulai menabur sebuk pemicu rasa kantuk... Sebelum ia menaburnya di udara, ia lebih dulu memasukan masker kecil buatannya yang sengaja ia masukan ke kedua lubang hidungnya.


"Silahkan beristirahat FYUUUHH!" ia pun meniupnya sekencang kencangnya.


"Tidak kau saja... Aku juga ngantuk" Balas temannya yang bernama Xiu.


Akhirnya seluruh penjaga itu pun terlelap... Mirai pun bisa leluasa masuk ke dalam kamar Xue Jing dan mengancamnya.


Trak! Sampailah ia di kamar Xue Jing. Suara hentakan kaki sengaja Mirai kerasakan agar Xue Jing terbangun. Tak butuh waktu lama, akhirnya Xue Jing bangun "Siapa di sana? Para penjaga... Apakah itu kalian?" tanya Xue Jing lekas duduk dan menyalakan lentera malamnya.


Setelah netra Xue Jing menyimak dengan jelas siapa yang datang. Mirai lekas menerkam tubuh Xue Jing yang terkejut itu "Kau! Kenapa kau di sini... Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Xue Jing berontak.


"Teriaklah yang kencang. Karna tak ada orang yang akan mendengarkanmu!"


"Apa yang ingin kau lakukan?"

__ADS_1


"Akan ku sematkan pil ini ke mulutmu!" Seraya memaksa Xue Jing untuk menelan sebuah pil "Gluk!" Tak sengaja ia menelannya.


"Apa yang ingin kau lakukan..." Teriak Xue Jing.


"Hehehe... Sekarang kau tidak bisa berbohong" Tawa Mirai begitu renyah. Xue Jing segera menutup mulutnya dengan ke dua tangannya yang ada.


"Katakan dengan jelas. Di mana kau sekap adik adik Ling Long?" tanya Mirai menekan Xue Jing. Xue Jing membelalak dan ia membalas pertanyaan itu dengan cara menggelengkan kepalanya "Heh... Jika kau bohong kau pasti akan mati. Racun dari pil itu akan segera menyebar dan memecahkan satu persatu pembulu darahmu... Setiap kali kau bohong"


"Mmmhh!" ia membungkam lebih dalam mulutnya.


"Kau hanya punya kesempatan berbohong 4 kali lagi. Jika kau melebihi kapasitas itu. Bersiaplah kehilangan dunia mu yang penuh kehormatan ini!"


"Kenapa kau lakukan ini padaku!" tangisnya.


"Karna kau telah mengadu dombakan aku dan menudingku sebagai pelaku penyerangan terhadapmu. Kau sungguh licik seperti ular ya. Pikirkanlah dengan matang... Menjawab dengan jujur, atau kau tewas dalam kebohonganmu sendiri... Aku akan berubah pikiran saat adik adik Ling Long di temukan. Penawarnya akan ku serahkan hari itu juga"


Xue Jing sungguh tertekan, ia pun muntah darah beberapa kali "Dua kali... Tinggal dua kali kesempatan hidupmu. Pergunakan lah dengan baik..."


"Keterlaluan!" Teriak Xue Jing muntah darah.


"Ayo ikut aku... Dan beritahukanlah di mana tempat kau menyekap adik adik Ling Long"


Akhirnya... Mirai dan Xue Jing pun bergegas menuju tempat di mana Xue Jing menyekap adik adik Ling Long.


Padahal meski Adik Long Long di temukan. Mirai sama sekali tak akan memberinya obat penawar... Agar Xue Jing bisa memperbaiki taraf hidupnya dan berhenti melakukan kebohongan.


"Rupanya, tak sulit mempermainkan wanita arogan ini... Kenapa aku tak melakukan hal ini sedari awal saja. Sungguh menyenangkan" tawa Mirai seakan menggelitik...


Next Episode...

__ADS_1


Hampir memasuki babak akhir kompetisi... Stay terus para reader budiman Thank you for read..


See you bye...


__ADS_2