
Para peserta yang lolos di babak penyisihan mulai di perkecil lagi menjadi 16 besar. Mirai berhasil lolos di kompetisi pembuatan pil tingkat pelatihan.
Kini Mirai telah memasuki babak 16 besar. Ia berdiri di arena pembuatan obat dengan peserta laki laki tangguh. Tapi, baru saja di mulai... Entah kenapa, pria itu malah terkena serangan jantung hingga harus di turunkan dari arena. Mirai pun di tunjuk sebagai pemenanganya.
Di babak enam belas Mirai lolos dengan mudahnya, kini ia pun masuk babak Quarter Final...
Di sini para peserta yang tersisa tingga 8 Orang dan merekalah orang yang tangguh... Tapi seperti biasa, Mirai menang dengan cepat tanpa harus bertanding "Kenapa? Aku sungguh merasa keanehan... Seluruh lawanku tumbang sebelum memulai permainan? Apakah ada yang salah denganku?"
Para lawan Mirai di eksekusi sebelum bertanding, Mirai pun curiga... "Apa yang sebenarnya terjadi?" bathin Mirai menggumam.
"Kakak! Kau berhasil masuk semi final!" Mio sungguh senang. Ia melompat lompat di bawah arena kompetisi.
"Ada yang aneh. Tapi apa..." bathin Mirai menggumam.
Moo Shan Shan dan Xing Yue perhatikan di kejauhan "Ada yang ganjil dengan kompetisi ini, apakah kau yang melakukannya?" tanya Moo Shan Shan.
"Apa yang kau bicarakan? ... Aku sedari tadi hanya duduk di menara ini lalu memantau segala nya dari atas sini" balas Xing Yue curiga.
__ADS_1
"Hemmm. Jika bukan dirimu yang melakukannya, lantas siapa lagi?" Tanya Moo Shan Shan menatap tajam ke arena kompetisi.
Yang lolos semi final adalah di Grup A Mirai dan Sachi... Lalu di Grup B Ling Long dan Master Xitian.
"Selamat kepada para pemenang kompetisi hari ini. Kalian masuk ke babak semi final yang akan di adakan dua hari lagi. Selama cuti kompetisi, silahkan kalian pergunakan waktu tersebut dengan baik. Terimakasih atas partisipasinya dan selamat beristirahat... Kita akan berjumpa lagi esok lusa..." Seru peserta panjang lebar menjelaskan kepada para peserta kompetisi.
"Huaaa! Senangnya kakak akhirnya kita menang! Kau hebat sekali... Kau membuat lawan lawan mu takut dan pingsan duluan" cerocos Mio seraya terus memeluk erat Mirai.
"Apakah ini hal yang adil?"
Mirai menanggapi pujian Mio dengan hati resah dan bersalah. Ia tak yakin jika hal itu benar, sebab kemungkinan besar ada seseorang yang sengaja membuat Mirai menang dengan mudah tanpa bertarung. Hingga membuat beban di hati Mirai... Karena mau bagai mana pun hal tersebut adalah tindakan yang curang. Banyak orang di rugikan atas perbuatan tersebut...
Di persimpangan jalan menuju istana ke diaman Xing Yue. Mirai kembali di hadang oleh wanita bercaping. Kali ini dia berjalan tanpa Xue Jing di sampingnya. Mirai tak mau menyapanya dan cenderung abai.
"Tunggu!" Pekiknya setelah berpapasan dengan Mirai. Bahkan bahu mereka hendak bertabarakan "Aku minta waktumu sebentar" Ucap Ling Long.
"..." Mirai terdiam dan belum menoleh.
__ADS_1
"Aku tak mau kalah. Jadi, jika aku lolos ke final, kau menyerahlah" Pintanya. Mirai tak merespon tapi Mio marah padanya "Apa katamu! Enak saja... Kakakku pasti akan mengalahkanmu!" Bentaknya tak senang. Ling Long marah dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah leher Mio "Tarik!" Bentaknya.
Seketika tubuh Mio terseret menuju telapak tangan kanan yang di arahkan padanya itu. Mirai merespon jelas ringisan Mio "Kkkkkhhhh, sakit!" rintihnya.
Mirai pun memutar kakinya ke arah telapak tangan Ling Long Buak! Tangan Ling Long terhempas bersama tubuhnya. Ling Long sesaat berputar putar beberapa kali hingga ia terhenti di ujung jalan.
"Kau!"
"Jangan sakiti adikku. Siapapun yang menyakitinya akan menjadi musuhku!" balas Mirai menjadi tameng untuk Mio. Ia berdiri di depan Mio dan menyiapkan kuda kuda.
"Akan ku balas kau nanti. Untuk saat ini, aku tak mau diskualifikasi!" balas Ling Long pergi dari hadapan Mirai begitu saja.
"Kau baik baik saja adik?"
Mio mengangguk dengan tatapan berkaca kaca "Jika aku senggang... Kau harus belajar ilmu beladiri dariku. Kau harus kuat, jangan cengeng dan jangan banyak mengeluh. Hidup itu sangat berat, jika kita tak memiliki persiapan. Maka kita akan mati... Dan lagi ada hal yang harus kau catat... Aku tak mungkin selamanya ada du sampingmu!' Tegas Mirai bicara demikian lalu pergi meninggalkan Mio begitu saja.
Mio terbelalak kala menyimak kalimat tegas dari kakak yang paling ia hormati dan cintai itu.
__ADS_1