
***
Mirai yang tenggelam itu kembali mencari permukaan, ia terbawa sebuah arus di bawah air dan membuatnya masuk sebuah pusaran air.
Blup! Blup! Mmhhh... ia hampir tak bisa menahan napasnya...
Pusaran air itu membawanya ke sebuah perhentian terakhir. Napasnya sudah hampir saja habis dan terputus... Apa lagi, ia masih dalam ke adaan tenggelam "Bluk bluk!'
Tangannya mulai meraih sebuah batang pohon dan ia pun menarik dirinya ke permukaan "Huaaahhh! Hoah! Hosh! Hosh!" ia menarik napasnya sebanyak mungkin untuk mengisi kembali paru parunya yang seakan telah kosong. Lalu ia pun menyibat rambutnya yang menutupi penglihatanya.
"Hah hahh..." Ia mulai memutar kembali bola matanya. Degh! Namun kali ini, ia di hadapkan dengan sebuah pemandangan yang sangat menjijikan.
"Aahhh Hah hah hah! Eenghhh... " Suara ******* seorang wanita yang tampak menikmati sebuah sentuhan lawan jenisnya. Mirai terganggu dengan saudaranya itu hingga Mirai pun mulai menoleh ke arah suara des-ahan itu.
"Ahh! Huh! Huh! Putra mahkota... Kau membuaku sangat lelah. Hah hah Ngggg...."
"Apakah kau menikmatinya?" Tanya putra mahkota pada wanita yang telah ia lahap habis itu
DEG!
Betapa kagetnya Mirai ketika menatap adegan fullgar tersebut. Bola matanya membulat hampir lepas dari kelopak matanya. Jantungnya mendidih dan hatinya mulai terasa sakit.
Ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa putra mahkota yang seharusnya jadi suami pemilik tubuh (Putri mahkota Hyr-in) malah asik asikan bercinta di sebuah pemandian air panas dengan seorang wanita yang tak seberapa cantik ke timbang dirinya.
Mirai mengepalkan tangannya dan mulai menghampiri pria itu "Hei! Dasar pria cabul! Beraninya kau!" Teriak Mirai hendak memukul wajah Fei Si. Entah kenapa ada luapan emosi dalam dada Mirai hingga Mirai mulai mececah putra mahkota seperti itu.
WUUUUSSSHHH! Kepalan tangan itu hampir mengenai pipi putra mahkota.
Bats! Namun lesatan tangan Mirai malah di tahan oleh tangan Fei Si "Cih! lihat siapa yang datang?" tanya Fei Si menyungingkan bibirnya.
__ADS_1
"Kau beraninya menghianati Putri Hyr-in!" Bentak Mirai meringis kesakitan. Tangan Mirai di cengkram erat oleh Fei Si.
"Siapa dia putra mahkota?" tanya Wanita yang di cumbu Fei Si.
Ia mengenakan pakaian tipis yang terbasahi oleh air pemandian kolam hangat itu, hingga tubuh moleknya terlihat begitu menggoda.
"Jangan hirauka dia. Dia hanyalah seorang pecundang yang seharusnya tewas beberapa hari yang lalu. Tapi entah kenapa, dia bisa bisanya selamat dan malah menemukan tempat persembunyian kita" Ucap Fei Si begitu ringan seraya menciumi wanita selingkuhannya itu di depan wajah Mirai.
"Tega sekali kamu! Lepaskan!" teriak Mirai berontak.
"Lepaskan? Heh. Tidak, aku tak akan melepaskanmu sebelum kau tiada" Jelas Fei Si.
"Wen Tian, sebaiknya kamu tunggu saja aku di kamar kita. Aku akan menyelesaikan urusanku dulu dengannya" Jelas Fei Si.
"Lepaskan aku! Apa yang ingin kau lakukan! Dasar pria brengsek!' Teriak Mirai terus saja berontak.
"Baiklah putra mahkota. Saya akan menunggu anda di kamar, jadi jangan terlalu lama ya... Karna aku tak suka menunggu" Balas wanita yang di sebut Wen Tian itu.
"Ya aku akan segera menyusul" balas Fei Si.
"...Dasar pria jahat! Beraninya kamu berhianat pada putri Hyr-in. Teganya kamu mengabaikannya dan malah bermain gila dengan wanita lain!" amuk Mirai tak terima pada perlakuan Fei Si.
"Heheheh... Putri Hyr-in, kamu memanggil dirimu dengan sebutan itu? Sejak kapan? lagi pula... Apakah kepalamu terbentur sesuatu? Kenapa kau lupa tetang pernikahan settingan kita? Bukankah sudah aku jelaskan sejak dulu... Jika aku tidak pernah mencintaimu?" Tegas Fei Si.
Deg! Jantung Mirai seakan di pukul sesuatu, rasanya sakit dan tak tahu kenapa. Air mata Mirai malah menetes begitu saja... Mirai lekas menyeka air mata itu dan bertanya pada dirinya sendiri "Sial! Kenapa aku menangis, padahal aku saja tidak perduli pada pria brengsek di hadapanku ini. Tapi kenapa tiba tiba aku malah secengeng ini!" Mirai marah pada dirinya sendiri.
"Cukup! Aku tak sudi menatapmu lagi... Aku sudah tegaskan, bahwa aku sama sekali tak mencintaimu... Bahkan aku sangat suka jika melihat ke matianmu di depan mataku saat ini juga" Jelas Fei Si seraya mulai menarik batang leher Mirai lalu menekannya.
Greepp!!
__ADS_1
"Aakkhh" Pekik Mirai
Fei Si mulai menampakan sosok aslinya, ia melotot gemas ke arah Mirai dan mencengkram lehernya begitu erat, dan hal itu membuat Mirai kesulitan bernapas.
"Akkkhhh! Apa yang harus aku lakukan?" tanya Mirai dalam hatinya.
Mirai yang hampir mati mulai meraih tangan tangan Fei Si yang saat itu mencekik leher Mirai. Mirai langsung memutarkan tubuhnya ke arah dada bidang pria itu, ini dia saatnya... Bathin Mirai berkecamuk.
Setelah punggungnya pas di dada Fei Si, Mirai lekas menendang salah satu kaki Fei Si lalu menarik tangan Fei Si kuat kuat, kemudian membantingnya ke hadapannya.
Byuuuurrr!!
Seketika Fei Si terjungkal karna Mirai membanting tubuh Fei Si yang kekar dan berotot itu hingga ia tenggelam ke dalam kolam.
"Hosh! Hosh! Hosh! Kau ingin membunuhku! Jangan harap... Karna aku bukanlah putri Hyr In. Namaku adalah Kin Mirai! Aku adalah seorang dokter juga ahli beladiri di duniaku... Jika kau macam macam lagi. Maka aku tak akan segan melawanmu! Ingat itu!'Bentak Mirai sembari pergi dari tempat pemandian tersebut.
Blup Blup...
Fei Si yang tenggelam itu lekas muncul ke permukaan dan menatap punggung Mirai dari belakang "Heh. Sombong sekali dia... Lagi pula, apa yang dia bicarakan? Dokter ahli beladiri? Istilah apa itu... Dasar penghayal, aku pikir, kematian membuatnya menjadi sosok berbeda. Cih omong kosong..." Umpat Fei Si seraya terkekeh.
Mirai pergi dari kolam pemandian itu dengan pakaian basah kuyup. Bahkan ia tak hiraukan orang orang dengan tatapan aneh merek ke arah Mirai.
"Hei nona... Kau mau kemana?" raih seorang pria mata keranjang ke area tangan Mirai. Mirai lekas menariknya lalu membantinya begitu entengnya.
Bruak!
"Pria brengsekl! Sekali lagi kau menyentuhku. Akan ku buat tulang tulang mu patah!" Amukan Mirai di lampiaskan pada orang orang brengsek di sekelilingnya.
Alhasil, amukan Mirai tersebut membuat siapa pun yang ada di depannya mulai menyingkir. Mereka memberi jalan untuk Mirai kala ia lewat... Tatapan tajam dan kemarahan membara terkias jelas di nanarnya. Segala macam kebancian mulai menyeruat dan membuat pandangannya kabur
Mirai, di penuhi kemarahan... Dan semua itu adalah ulah dari Fei Si mau bagai mana pun... Itu adalah tubuh Hyr In. Jika ia di hianti... Tentu saja tubuh itu merespon begitu exstrimnya...
__ADS_1