Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Debaran yang tak perlu


__ADS_3

***


"Putri mahkota. Saya akan mengawal anda" Pinta Ou Tian Feyn.


"Baiklah. Kita akan berangkat sekarang" Ujar Mirai. Mirai berkemas dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kumuh. Pakaian pakaian rakyat jelata itu ia beli dari warga miskin yang ia temui di kota, ketika ia memenangkan pertandingan melawan King Master.


"Pakaian anda. Apakah tidak mengganggu?" Tanya Ou Tian Feyn.


"Tidak. Pakaian ini nyaman kok" Ujar Mirai menatap Ou Tian Feyn dengan senyuman menyimpul.


"...Baiklah. Saya tidak akan berkomentar lagi jika anda memang nyaman memakainya"


"Aku sudah siap! Ayo..."


Mirai dan Ou Tian Feyn mengendap pergi keluar dari istana menjelang fajar. Mereka tak pamit pada istana karna Mirai berfikir mereka pergi tak akan lama...

__ADS_1


Tap! Tap! Tap! Mirai dan Ou Tian Feyn memilih jalan lain, mereka loncat begitu tinggi hingga mendarat tepat di pembatas antara luar dan dalam istana. Ou Tian Feyn dan Mirai pun mengilang seketika itu... Wusshh...


Setelah mereka menghilang, seseorang mulai berdiri menatap ke pergian mereka. Nampaknya, keberangkatan mereka di ketahui oleh seseorang. Hingga ia pun sigap mengambil kuda istana dan menyusul langkah Mirai juga Ou Tian Feyn pergi.


Ou Tian Feyn juga Mirai berlari menuju hutan belantara yang masih terawat dan belum terjamah tangan manusia di belakang istana. Ou Tian Feyn menyisikan dua Kuda istana untuk mereka tunggangi.


"Wah. Hebat, masih ada hutan gelap dan perawan di sini" bisik Mirai takjub.


"Yang mulia putri mahkota. Silahkan naiki kuda anda... Sebelum fajar mulai menyingsing" Ujar Ou Tian Feyn.


"Tidak, tidak. Aku tidak bisa menaiki kuda... Aku tidak mau celaka. Lebih baik aku meloncar saja melewati pepohonan ini... Aku tidak mau jatuh" Balas Mirai menggeleng gelengkan kepalanya.


"Anda memang bukan putri Hyr In" Ucap Tian Feyn menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Dari awal kamu kan sudah tahu jika aku bukanlah Hyr In... Aku ini Xin Mirai, aku datang dari abad ke dua puluh... Dan entah untuk apa tujuanku ke dunia ini. Mungkin dewa sedang menghukumku denga mengurungku di dunia lampau ini" Cerocos Mirai tanpa henti. Akhirnya Ou Tian Feyn menarik tangan Mirai dan melemparnya hingga Mirai duduk di atas kuda yang sama dengan Tian Feyn.

__ADS_1


Mirai duduk di depan Tian Feyn yang mulai menarik tali pacunya. Mirai bisa menatap jelas wajah Tian Feyn yang putih mulus bahkan Glowing seakan memakai skincare "...." Wajah Mirai yang begitu dekat dengan Ou Tian Feyn membuat jantung Mirai tak bisa ia kendalikan.


Dug dug! Dug dug! Dug dug. Wajah Mirai sangat merah hingga ia tak tahu panas tubuhnya meningkat berapa puluh derajat celcius. Ini bukan pertama kalinya Mirai menunggangi kuda yang sama dengan Ou Tian Feyn. Tapi, seiring berjalannya waktu.. Perasaan yang makin mendalam di hati Mirai kian tumbuh...


"Yang Mulia, apakah anda tak keberatan?" tanya Ou Tian Feyn.


"Mirai pun menggelengkan kepalanya"


"...Jika anda tak keberatan... Maka mari, naik kuda bersama saya..." Pinta Ou Tian Feyn mengangguk diam lagi. Mulutnya yang bawel itu seakan terkunci oleh tatapan dan tutur kata pria tampan di hadapannya itu. Jika sudah seperti itu, jangan salahkan Mirai jika ia berpaling dari Fei Si Ming. Sebab, perlakuan Fei Si minglah yang membuat hati Mirai putar haluan mencari seseorang yang mampu membuatnya bahagia.


Ou Tian Feyn tak ingin menunda nunda waktu, ia pun memacu kudanya lebih cepat hingga Mirai tak sadarkan diri. Sepanjang jalan, ia hanya bisa mendengar langkah kuda yang berlari dengan cepat. Juga detak jantung Ou Tian Feyn yang terasa berdegup kala telinga Mirai menyender di dada kekar sang jendral perang itu.


Mirai atau pun Ou Tian Feyn tak sadar jika mereka telah di ikuti sepanjang jalan menuju tempat yang telah di janjikan Mirai pada para pangeran kekaisaran Hong.


DRAP! DRAP! DRAP! Kuda tersebut berlari cepat menuju tempat yang di inginkan Mirai...

__ADS_1


__ADS_2