
"Apaan sih putri mahkota. Katanya mau berangkat barengan... Eh ini malah dia yang pergi meninggalkan ku. Keterlaluan... Apakah aku harus menghadap Kaisar? Ahh jika aku di hukum seperti panglima bagai mana... Ah tidak tidak, sebaiknya aku pura pura saja lupa. Pasti itu akan sedikit membantuku...' gumam Putri Mio. Setelah Mirai pergi dari Feviliun putri Mio... Para dayang kembali mengingatkan putri Mio bahwa ia kembali ke datangan tamu "Siapa?" tanya putri Mio.
"Ibu suri dan permaisyuri datang berkunjung putri" balas para dayang.
Mendengar ibu dan neneknya berkunjung, Mio sungguh senang "Suruh mereka masuk" Pinta putri Mio.
Kemudian dua wanita kesayangan kerajaan Ming pun masuk "Aahh sayang" permaisyuri melentangkan kedua tangannya lalu memeluk anak kesayangannya.
"Putri Mio... Ibu sungguh sangat merindukanmu..." Peluk permaisyuri erat erat.
"Maafkan aku ibu... Aku sungguh bersalah karna telah meninggalkan istana diam diam" Tangis putri Mio mengakui melepas rindu.
"Aahhh... Tak apa sayang. Melihatmu kembali dengan selamat saja sudah membuatku sangat senang" Balas ibu suri dan permaisyuri melempar senyum ringan tanps beban di hati mereka.
"Sebenarnya apa yang sudah kalian lakukan di luaran sana? Kami sungguh cemas sayang..." tanya permaisyuri seraya mengelus rambut putri Mio.
Ibu suri baru saja sadar hari ini jika putri mahkota dan cucuk kesayangannya baru kembali ke istana setelah lima hari pergi tanpa kabar.
"Bu... aku mengakui kesalahanku karna telah meninggalkan istana seenaknya. Jika aku dihukum... Maka sudah sepantasnya"
"Tidak sayang. Ibu tak akan pernah menghukummu... Jika ayahmu melakukannya. Maka ibu akan membelamu... Tapi sayang, ada hal apa di luaran sana hingga kalian baru kembali setelah beberapa lama..." Tanya permaisyuri penasaran.
Putri Mio yang memang tidak bisa menjaga rahasia itu pun lekas membeberkan segalanya.
"Apa? Yang benar? Putri mahkota yang melakukannya?" Permaisyuri membelalak tak percaya kala putri mahkota yang cengeng itu berubah menjadi sosok mengejutkan.
__ADS_1
"Benar bu... Sungguh seru, kamu berpetualang di dua ke kaisaran yang kala itu bersitegang. Kerajaan Hong dan kerajaan Qing... bahkan jika ibu menyambangi ke rajaan Hong. Maka ibu akan lihat dengan jelas patung kami telah di pahat di pintu gerbang kerajaan tersebut" cerocos putri Mio.
"Ahhh... Ibu jadi penasaran dan ingin sekali pergi ke sana dan memastikannya" nanar Permaisyuri berbinar kala mendengar cerita anaknya yang begitu mengejutkan.
"Karna putri mahkota berhasil menyembuhkan penyakit ibu suri dan permaisyuri kerajaan Hong. Akhirnya ia pun bisa membebaskan para tabib yang jadi tahanan kaisar Hong selama bertahun tahun... dan ibu tahu, putri mahkota sama sekali tak meminta imbalan akan setiap jasa yang ia berikan.... hingga Kaiser Hong pun memutuskan untuk memahat patung putri Mahkota, patungku juga patung panglima Ou Tian Feyn sebagai monument bersejarah..."
"Sungguh mengejutkan sekali... Ibu sama sekali tak menyangka jika putri mahkota bisa sehebat itu..." Ibu suri dan permaisyuri seakan tak percaya dan sedikit menganggap putri Mio sedang berkhayal saja.
"Kami juga mampir ke istana Qing. Putri Mahkota juga menyembuhkan Kaisar Qing dari aura gelap dan membuka segel kutukannya... Aaahh... Aku sungguh senang bisa berpetualang bersama putri Mahkota. Rasanya sangat menyenangkan jika dirimu bisa berguna bagi orang lain... Apa lagi, itu bersangkutan dengan nyawa mereka..." Putri Mio mengambil makna dari petualangan itu... Bahwa dia telah menemukan jati dirinya.
Ia sungguh tertarik pada ilmu medis Milik Mirai... Hingga ia ingin lebih mendalami dan menekuni ilmu tersebut. Agar kelak... Saat para jajaran istana sakit. Ia ingin dirinyalah yang bisa merawat dan menyembuhkan mereka...
"Apapun yang menjadi harapan mu sayang. Ibu akan sepenuhnya mendukungmu..." Peluk sang ibu pada anak kesayangannya.
Jika permaisyuri menganggap cerita putri Mio hanyalah bualan semata. Tapi, ibu suri sedikit termenung... Apa yang putri Mio katakan memang benar adanya. Sebab ibu suri bisa sembuh dari penyakit misteriusnya karna obat obatan yang telah Mirai berikan padanya...
***
Mirai menghadap lalu bersimpuh tiba tiba di hadapan sang kaisar "Bangunlah putri! Apa yang membuatmu memohon seperti ini pada ku..." kaisar turun dari singgahsananya lalu mengangkat tubuh menantunya yang kurus itu.
"Hamba mengaku salah paduka. Hamba patut di hukum..." Mirai belum menjawab pertanyaan Kaisar hingga membuat Kaisar sedikit bimbang.
"Bangunlah... Aku sudah memaafkanmu..." Kaisar kembali mengkat bahu Mirai untuk berdiri. Dan Mirai pun lekas berdiri lalu kembali memberi hormat "Hormat paduka... Hamba kemari memohon ampunan pada anda"
"Ampunan... Aku sama sekali tak pernah menghukummu..."
__ADS_1
"Hamba mengaku salah karna telah mengendap endap untuk keluar dari istana tanpa meminta izin atau memberi kabar. Hingga membuat kepanikan di istana ini... Hamba sungguh berdosa..." Mirai terus saja bicara berputar putar hingga membuat Kaisar jadi bingung.
"Hamba memohon pengampunan untuk Panglima Ou Tian Feyn. Hamba yang bersalah karna telah menyeretnya ke dalam masalah besar ini. Mohon kemurahan hati yang mulia... Mohon ampuni panglima dan bebaskanlah ia paduka..." Pinta Mirai bersikeras.
"Tapi. Dia memang patut di hukum karna telah membahayakan kedua wanita kesayangan istana Ming"
"Hambalah yang bersalah dalam masalah ini. Hamba pantas di hukum yang mulia... Hamba yang memaksa panglima untuk membantu hamba keluar dari istana" Mirai kembali menekuk lututnya dan meminta pengampunan untuk panglima Ou Tian Feyn. Namun hal tersebut di salah artikan oleh Kaisar.
Kaisar menyibat jubahnya kasar seraya berfikir tentang kebenaran hal tersebut "Kenapa kamu meminta ampunan untuk Panglima Ou Tian Feyn hingga seperti ini apa yang membuatmu tertarik padanya?" Kaisar menyangkut pautkan masalah panglima dengan perasaan Mirai. Kelakuan Mirai membuat Kaisar penuh tanda tanya...
"Apakah kamu menyukai Panglima Ou Tian Feyn?" sambung Kaisar membuat Mirai terbelalak... Dia sudah membawa dirinya kembali ke dalam masalah yang sangat besar.
"Katakan! Apakah karna kau suka pada Panglima. Hingga meminta ampunan untuknya sampai sampai berlutut di hadapanku?" Bentak Kaisar.
Mirai tak bisa mencari alasan, sebab mencari alasan untuk menutupi amarah Kaisar hanya akan membuat masalah lebih rumit lagi. Ia berusaha mencari cara terbaik untuk meredam amukan Kaisar padanya...
"Paduka! Tolong berikan ampunan pada Panglima Ou Tian Feyn!" imbuh Putra mahkota tiba tiba bersimpuh di hadapan Kaisar yang telah naik Fitam.
Kaisar menoleh ke hadapannya. Terlihat jelas di sana bahwa Putra mahkota dan putri mahkota telah meminta pengampunan untuk panglima Ou Tian Feyn.
Ada apa dengan pria aneh ini. Bukannya dia sedang sibuk bercinta dengan Wen Tian. Kenapa tahu tahu malah ikut bersujud meminta ampunan... Dasar mencurigakan. Bathin mirai menggumam. Mirai hanya tak tahu saja jika Shu Feng telah membuat Fei Si sadar dari hibnotis Wen Tian.
"Mohon belas kasih paduka. Hamba sangat menyanyangkan jika Panglima Ou Tian Feyn di hukum seberat ini. Bagai manapun juga... Panglima Ou Tian Feyn adalah aset penting kerajaan Ming. Berulang kali ia memenangkan peperangan hingga istana Ming menjadi istana termakmur di seluruh dataran ini..." Jelas Fei Si membuat Mirai tercengang.
Si bodoh ini... Sejak kapan dia memperhatikan orang lain. Heh jangan bercanda...Umpat bathin Mirai.
__ADS_1
Masalah kian rumit, kaisar sedang berargumen dengan hatinya sendiri. Bagai mana pun juga, ia sangat menyalahkan panglima Ou Tian Feyn karena ia telah memberi izin pada putri mahota untuk keluar istana secara ilegal. Dan ia masih sangat marah pada Panglima kepercayaannya itu.. Sebab ia merasa di hianati habis habisan...
.