Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Menyelesaikan Misi


__ADS_3

Pagi itu, setelah Mirai siuman. Mio di buat panik oleh tingkahnya yang seperti biasanya. Ia lebih memikirkan keselamatan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Apa lagi yang Mio ketahui, saat ini, Mirai tengah terluka parah akibat tusukan sang mahluk gelap yang kini bersemayam dalam tubuh Mirai.


"Putri mahkota. Sebaiknya kamu istirahatlah dulu. Kita akan lanjutkan perjalanan pulang besok saja... Ya? Ku mohon putri, aku takut terjadi hal buruk padamu..." Risih Mio memohon seraya membujuk Mirai agar ia mau sedikit saja menggubris permintaan Mio.


"Jangan khawatirkan aku terlalu berlebihan. Lagi pula, tubuhku sangat sehat bahkan sistem kekebalan tubuhku kini meningkat drastis. Jadi aku lekas sembuh, kamu lihat sendirikan. Jadi... Tolong jangan khawatirkan aku" Balas Mirai mulai bangkit dari tempat tidurnya lalu melangkah ke arah pintu keluar.


"Putri mahkota..." Mio menekuk wajahnya sedih... Meski Mio melerai putri mahkota untuk melakukan kebiasaannya, yakni menolong orang, nyatanya Mirai tetap tidak menggubris Mio dan malah merawat Kaisar Qing juga menyembuhkan tuan muda.


"Dasar wanita keras kepala" Cemooh Moo Shan Shan. Tetua Chen lyn hanya bisa tersenyum menatap ke tekunan Mirai pada prinsif hidupnya. Tetua Chen Lyn mencoba menahan tawa kala melihat exspresi Moo Shan Shan yang menurutnya tak biasa. Gara gara ulah Mirai para tetua pun di buat geleng geleng kepala.


"Dasar anak tak bisa di atur!!' Dengus kesal Tetua Moo Shan Shan membuang wajahnya seraya menyibat jubah putihnya. Mirai hanya bisa tersenyum menatap ke kesalan Moo Shan Shan.


"Eehh... Tabib..." tuan muda tampak malu malu. Sepertinya tuan muda tak tahu bagai mana caranya membalas budi pada Mirai. Apa lagi, kala dirinya menatap cermin di hadapannya... Ia merasa seperti mimpi. Kini ia bisa menikmati wajahnya yang mulus dan tampan tanpa bekas luka sedikitpun.


Mirai tersenyum menatap sang tuan muda "Mulai sekarang, tuan muda harus melepas topeng itu... Karna wajah anda sudah membaik. Bahkan terlihat sangat tampan" Ujar Mirai menggoda sang tuan muda.


"Terimakasih tabib... Ini terasa seperti mimpi saja bagiku" balas tuan muda melempar senyum simpul ke arah Mirai seraya meraba wajahnya yang kini membaik itu. Tugas Mirai sudah selesaoli di istana Qing... Mirai sudah menyembuhkan bekas luka gores di wajah tuan muda hingga wajah tampan sang tuan muda bisa di nikmati kaum hawa.


"Akan banyak wanita cantik yang memburumu nanti tuan muda" Ulang Mirai menggoda sang tuan muda.


"...Entahlah, tapi aku sungguh malu" Tuan muda nampaknya belum terbiasa, hingga ia tetap saja menundukan wajahnya. Kedua pipinya bahkan sangat memerah pekat karna menahan rasa malu...


"Mulai saat ini. Karna kaisar sudah sembuh, dan wajahmu juga sudah membaik... Bolehkan aku meminta sebuah imbalan" pinta Mirai.


Tuan muda sigap merespon permintaan Mirai "Baik. Aku akan membayarnya" Ia berkutat mencari koin emas di kantung penyimpanan miliknya.

__ADS_1


"Tidak. Bukan berupa uang" Tolak Mirai lembut.


Tuan muda pun menghentikan aktifitasnya, ia lekas mendonggakan wajahnya ke arah wanita di hadapannya "Lalu apa?" tanya tuan muda menatap intrents ke arah Mirai.


"Perbaikilah taraf hidupmu..." Tegas Mirai. Tuan muda mengerutkan dahinya...


"Apa maksud tabib agung?" tanya Tuan muda tak paham akan ucapan Mirai.


"Maksudku... Jadilah orang baik, Jangan buat ke onaran lagi, buatlah dirimu berguna bagi orang lain... Jangan persulit mereka. Hentikanlah merampok di perbatasan Hong... Jika bisa, mintalah maaf pada Kaisar Hong dan jadilah bagian dari kluarga kekaisaran, jangan menaruh dendam terlalu lama... Karna itu hanya akan membawamu ke arah celaka" Cerocos Mirai panjang lebar.


Tuan muda menekuk wajahnya karna malu "Aku tidak tahu jika imbalan yang kau minta seberat itu tabib" keluh sang tuan muda.


Mirai menepuk pundak lebar pria itu "Jangan takut. Aku akan mengirim selebar surat ke raja Hong agar ia mau memaafkan kesalahanmu dan menyambutmu dengan baik. Kaisar Hong tak akan menghukummu... Mungkin dia akan senang atas kejujuran dan keberanianmu kala mengakui kesalahanmu" imbuh Mirai. Tuan muda yang sedari tadi menekuk wajah itu pun mulai menatap Mirai dan mengangguk lugas.


"Aku akan melakukannya... Meski nantinya aku akan mendapat hukuman sekalipun. Aku akan menepati janjiku"


"Tunggu. Tabib, tapi di mana aku bisa berjumpa lagi dengamu?" tanya tuan muda.


Mirai menoleh, lalu melempar senyum ke arah tuan muda "Jika kita berjodoh. Maka tentu kita akan bertemu lagi lain waktu" ujar Mirai. Mirai pun kembali melangkah menuju para tetua.


Mirai menghampiri para tetua "Tetua. Bisakah kalian menyadarkan pangeran Fu Rou dan para prajurit kekaisaran Ming?" Pinta Mirai pada para tetua.


"Yang bisa melakukannya hanyalah Shu Feng, mintalah bantuan pada nya" ujar Tetua Chen Lyn.


"Apa. Bagai mana caraku meminta pertolongan pada mahluk menyebalkan itu"

__ADS_1


"Caranya mudah. Panggil saja namanya... Lalu pejamkan matamu. Dan kau pasti akan brtemu dengannya"


"Bagai mana ini harus terjadi lagi pada ku..." dengan malasnya Mirai pun mulai memejamkan matanya.


Dan benar saja, Shu feng seakan ada di hadapan Mirai "Aku sebenarnya enggan bertemu denganmu Shu Feng. Tapi, ini sangat penting..."


Shu Feng tersenyum lembut ke arah Mirai "Aku paham betul apa yang sedang kau inginkan. Akan ku kabulkan meski kamu tak bicara sekali pun..." Shu Feng menepati janjimu...


CTIK!


Setelah jemari Shu Feng berjentik, Mirai membuka matanya kemudian, ia pun simak sekeloliling. Entah berapa lama Pangeran Fu Rou Ming terlelap hingga saat ia bangun. Dirinya seakan kehilangan ingatannya.


"Dimana ini?" bisiknya menekan kepalanya. Seraya celingukan...


"Akhirnya mereka pun sadar!" pekik Mio senang, ia seperti biasanya melompat lompat seperti kangguru.


"Ahh. Putri Mio, sedang apa kamu di sini... Aku juga, kenapa malah berbaring di sini?" tanya Pangeran Fu Rou Ming.


Ou Tian Feyn dan Tuan muda kekaisaran Qing pun membantu para prajurit untuk berdiri dan mengingat hal apa yang telah terjadi sebelumnya...


Tanpa menunggu waktu lama... Pangeran Fu Rou Ming yang ke hilangan ingatannya pun lekas menyarankan para prajuritnya untuk kembali ke istana Ming. Mirai dan Mio pun ikut pada iring iringan pangeran Fu Rou Ming...


"Hati hati di jalan putri mahkota! Kelak aku akan menyambangi ke diamanmu! Di manapun itu!!" Pekik tuan muda melambaikan tangannya untuk mengantar Mirai pulang ke istananya.


Para tetua yang selesai dengan misi mereka pun lekas kembali ke sekte Gunung Xingliun, dengan menggunakan ilmu spiritual milik tetua Moo Shan shan.

__ADS_1


WHUSH! Mereka pun berteleportasi... Menuju gunung Xingliun.


__ADS_2