Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Kembali ke istana


__ADS_3

***


Setelah banyak kejadian di luar istana, Akhirnya Fei Si dan Mirai memutuskan untuk pulang kembali ke istana. Mereka langsung pulang setelah pagi menyapa dengan embunnya yang masih basah dan berkabut...


Pagi-pagi buta di depan hotel Lou Han, para prajurit mulai menyiapkan kereta kencana yang akan membawa putra mahkota dan putri mahkota pulang ke istana Ming.


"Yang mulia putra mahkota... Kereta sudah di persiapkan diuar hotel ini" Ujar Panglima Tian Feyn.


"Tanpa membalas seruannya, Fei Si langsung saja keluar dan masuk ke kereta itu tanpa menoleh atau bicara pada Tian Feyn.


"Putri mahkota... Silahkan" Panglima membantunya naik ke kereta itu dengan memegang sebelah tangan Mirai.


"Terimakasih...Panglima" Ucap Mirai sedikit murung.


"Ini adalah tugas hamba, anda tak perlu berterima kasih" Balas Tian Feyn.


"..."Mirai tak berkomentar lagi.


Mirai kembali duduk di sebelah Fei Si, entah kenapa... Hati Mirai sangat kacau, saat dekat dengan pria itu. Sepanjang perjalanan, Hampir tak ada sepatah katapun yang keluar dari keduanya, tampaknya mereka sedang perang dingin. Putra mahkota cenderung menutup matanya dan pura-pura tidur.


Heh! Dasar pria cabul! Kali ini... aku sungguh harus waspada pada pria ini. Sungguh menakutkan! Sedikit sedikit mencekik... Sedikit sedikit ia akan membunuhku... Apa maunya sih pria ini dasar psycopath. Bathin Mirai menggumam. Mirai tak ingin memejamkan matanya karna pria berbahaya di sampingnya itu.

__ADS_1


Di tengah tengah perjalanan, rombongan kereta kencana kerajaan Ming berpapasan dengan kereta kencana kerajaan Hong yang saat itu tengah melakukan Saimbara ke setiap penjuru kerajaan untuk menemukan Tabib bernama Xin Mirai.


"Tunggu! Berhenti..." Pinta kepala prajurit kerajaan Hong.


"Ada apa ini?" tanya Panglima Tian Feyn mulai menghampiri prajurit Hong bersama kuda yang sedang ia tunggangi itu.


"Salam dari kerajaan Hong. Kami sedang melakukan Saimbara dan kami membawa surat izin untuk menyisir kerjaan Ming... Ini surat izinnya" Balas Panglima dari kerajaan lain.


Tian Feyn membaca ke abstrakan surat izin itu "Ya. Apa yang kalian inginkan..." Tanya Tian Feyn.


"Apa yang ada di dalam kereta kencana itu?" tanya Panglima dari kerajaan Hong.


"...Kereta kencana itu menarik putra mahkota bersama putri mahkota. Kami tidak bisa membukakan pintu kereta kencana itu atas dasar ke amanan pihak kerjaan Ming' Tegas Jendral Ou Tian Feyn.


"Tapi kami sungguh tidak bisa membukanya..."


Para pangeran yang saat itu ada di dalam kereta kencana dari kerajaan Hong pun mulai keluar dan ikut berdebat dengan jendral Tian Feyn "Tolonglah... Kami sangat curiga pada bawaan anda. Lagi pula, kami sudah selesai menyisir lima kerajaan dan ini kerajaan yang ke enam... Kami ingin segera menyelesaikan tugas kami" jelas Pangeran Wuxi.


Mirai yang ada di dalam kereta kencana malah membuka jendela dan menyaksikan hal apa yang terjadi di sana. Mirai mencecidkan matanya dan menatap ke empat pangeran yang ada di sana. Seketika Mirai membelalakan matanya ketika menatap pangeran Li Zhau juga pangeran Li Mao.


"Eits, tunggu... Mereka bukankah orang orang dari kerajaan Hong? Oh ini gawat... Aku harus menghindar dari mereka... Jika tidak maka aku akan celaka..." Mirai mulai mengendap endap untuk keluar. Ia tak sengaja mengingak kaki Putra mahkota hingga putra mahkota teriak "Aauh sakit! Apa yang sudah kau lakukan?" Teriaknya.

__ADS_1


Suara itu terdengar hingga keluar, dan seketika itu membuat sebuah kegaduhan "Suara apa itu?" Pekik Pangeran Li Mao menatap ke kereta kencana tersebut.


"Suaranya berasal dari sana!" Teriak Wuxi.


Sontak para pengeran itu berlarian ke arah kereta kencana tersebut "Anda semua mau kemana?" Panglima Ou Tian Feyn lekas menghadang langkah ke empat pangeran itu.


"Minggir!" Bentak pangeran Li Zhau.


"Tidak.. Sudah aku tegaskan, ini adalah kereta kencana kerajaan dan di dalamnya hanya ada putra mahkota juga putri mahkota "Aaahhhh! Sial... Kakiku sakit sekali" putra mahkota keluar dari kereta kencana itu dengan terpincang pincang.


"Putra mahkota!" pekik para dayang dan para prajurit.


Ou Tian Feyn menoleh ke arah tersebut lalu turun dari kudanya "Yang mulia... Anda kenapa?" Tanya Ou Tian Feyn cemas.


"Aah Sial. Wanita itu kabur... Dia menginjak kakiku!" bentak Putra mahkota. Panglima Ou Tian Feyn terbelalak dan seketika berlari untuk mengejar Putri Mahkota.


"Hei Tian Feyn! Cepat bantu aku... Kau malah pergi!" bentak Putra Mahkota.


Sial, kenapa dia malah mengejar Putri mahkota dan mengabaikan aku... Memang nya siapa yang selama ini membayar upahnya. Dia atau aku? Bathin Fei Si menggumam.


"Apakah kita perlu mengejar putri mahkota?" tanya pangeran Wuxi.

__ADS_1


"...Tapi ini cukup mengherankan. Kenapa putri mahkota tiba lari..." tanya Pangeran Li Zhau. Seketika Pangeran Li Zhau ingat bahwa pria yang menghadangnya sangat sama dengan pria berkuda yang kala itu menjemput Xin Mirai.


"Aku ingat! Ayo kita kejar mereka!" Imbuh Pageran Li Zhau.


__ADS_2