
"Apa!" Mirai terbelalak karna pedang tersebut hampir saja mengenai jantungnya. Mirai lekas melenggok ke belakang dan membuatnya hilang ke seimbangan, Ia terjatuh bersama Li Yuan. Mirai mulai mengarahkan kakinya ke arah perut Wen Tian yang hendak menusuk perut Mirai, setelah itu Wen Tian terpental ke belakang, Mirai kembali menendang perut Li Yuan "Buak!" agar cengkraman tangannya terlepas.
"Maaf tapi aku harus pergi!" Mirai bangun dan lekas kabur dari Wen Tian juga Li Yuan. Tak memperhatikan jalan karna sibuk menjauhi tangan Li Yuan yang hendak merenggut rambutnya pada akhirnya, Mirai malah menabrak dada bidang seseorang dengan keras hingga mereka terjatuh di lantai.
BUAAKKK!
"Aahhh..."
"Nona!" Pekik Li Yuan hendak meraih Mirai, namun terlanjur... Ia sudah jatuh menimpa seseorang berpakaian putih dan berambut panjang hitam yang gelap juga wangi "A-aah! Aduh... Sakit, pinggangku" Bisik Mirai meraih pinggangnya sendiri.
"Tuan Putri..." bisik seseorang, Mirai yang membaring kan kepalanya di dada pria itu pun mulai mendonggak. Karna Mirai sangat familiar pada suara itu.
"Aahh! Panglima Ou Tian Feyn!" Pekik Mirai mulai bangun dan menatap pria tampan yang setia padanya itu.
"Syukurlah anda baik baik saja" Lenguh Ou Tian Feyn mengembangkan senyuman simpulnya.
"Panglima!" Peluk Mirai.
"T-tuan putri... Jangan begini. Nanti orang bisa salah paham pada kita"
"Hiks.. Ku pikir kita tak akan bertemu lagi. Aku cukup bingung dan buta arah. Aku tak bisa pulang sendiri tanpa mu panglima" tangis Mirai.
Ou Tian Feyn mulai memejamkan matanya dan ia sungguh tak bisa menolak jika sifat ke kanak kanakan Mirai kembali kambuh "Ya sudah. Jika begitu kita pulang saja ya..." Ucap Panglima Ou Tian Feyn.
"Siapa sebenarnya wanita ini? Kau panglimanya? Belarti, dia adalah seorang putri?" tanya Li Yuan.
"Maaf... Kami harus pergi" Mirai dan Panglima Ou Tian Feyn bangun.
"Kak Yuan!" Pekik Li Wuxi terbangun bersama kakak kakaknya.
__ADS_1
"Kalian di sini"
Kini Mirai dan panglima Ou Tian Feyn sudah terkepung para pangeran itu "Ah putra mahkota! Apa yang terjadi padanya?" Tanya Ou Tian Feyn. Wajah putra mahkota yang tampan mulus tanpa cacat itu jadi bonyok gara gara kelakuan istrinya yang brutal.
Memang dia pantas dia perlakukan seperti itu, siapa suruh dia berselingkuh di penginapan murahan seperti ini... Apa lagi, wanita yang ia kencani sangat jelek dan tak mempesona. Lebih cantik putri Hyr In ketibang wanita tanpa busana itu. Sungguh selera yang membosankan... Heh. Angkuh Mirai dalam hatinya. Mau bagai mana pun, wanita dengan paras Hyr In adalah Mirai, jadi Mirai sama sekali tak perduli pada putra mahkota.
"Aahhh..." Pekik Li Yuan memegangi perutnya.
"Kak Yuan kenapa?" Li Wuxi panik.
"Biarkan tabib itu mengobati luka pitalku. Dia tadi melakukannya" Tunjuk Li Yuan pada Mirai.
"Hei. Jangan salahkan aku. Kamu sendiri yang menghalangi jalanku... Makannya rasakan itu. Siapa suruh mencengkram tanganku dan aku hampir di tusuk si ***'*** itu"
"Putri lebih baik anda obati dulu saja luka mereka" Pinta Ou Tian Feyn.
"Kau galak sekali wanita rubah" Tunjuk Wuxi menentang penyembuhan Mirai yang terbilang kasar.
"Apa? Kau ingin ku pijat seperti kakakmu ini?" tanya Mirai. Seketika Wuxi merengut dan ketakutan.
"Sini giliranmu" Pinta Mirai pada Li Zhau. Ia mulai memeriksa, luka memar di punggungnya membutuhkan sebuah bekam. Mirai lekas menarik gelas dan menyalakan api "Buka pakaianmu" Pinta Mirai.
"Hei apa yang akan kau lakukan pada kakakku! Dasar mesum!" Wuxi lagi lagi marah.
"apakah kau ingin ku telanjangi sekarang! Duduk dan diam lah. Komentarmu membuatmu pusing!" Marah Mirai. Li Zhau lekas membuka pakaiannya ia mulai menempelkan api itu ke dalam lekukan gelas dan setelah gelas itu panas. Mirai lekas menempelkan beberapa gelas itu pada luka Li Zhau yang memar "Aah! uuggg! Ssssh! Sakit..." ringis Li Zhau.
"Nanti juga akan sembuh"
"Sini. Giliranmu" Yuan mundur karna takut.
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya perutmu sakit?"
"T-tidak, sebaiknya aku minum obat herbal saja. Kenapa dengan pisau itu?" tanya Li Yuan.
"Pisau ini di butuhkan untuk menbedah perutmu aku ingin lihat, apakah ada robekan di dalam nya atau tidak. Ayo lekas buka bajumu" pinta Mirai mempermainkan Yuan.
"Hei wanita rubah. Kau ingin membunuh kakak kakakku ya! Keterlaluan!" Wuxi lagi lagi berkomentar.
"Kalau begitu sini. Giliranmu!" mirai membalik ke arah Wuxi bersama sebuah kater yang akan ia gunakan untuk membedah perut Yuan.
"Kakak tolong aku! Wanita ini menakutkan!" teriak Wuxi berhambur ke arah kakaknya.
Tian Feyn hanya bisa tersenyum melihat Mirai yang tampak terhibur saat mengobati Tiga pria dari kerajaan Hong...
Sedangkan putra mahkota sedikit terganggu karna Mirai terlihat sangat mengacuhkannya "...Ou Tian Feyn. Bawa putri mahkota pulang" Pinta Fei Si bangun dari rebahannya dan pergi bersama Wen tian.
"Putra mahkota. Tapi luka anda" pekik Ou Tian Feyn.
"Jangan hiraukan aku. Aku baik baik saja" Fei Si pun pergi dan menghilang.
"Huh. Pergi saja... Sampai mati pun aku tak akan pernah mau menyentuhmu... Menyebalkan!" Komen Mirai
"Jadi... Kau adalah putri mahkota kerajaan Ming?" tanya Li Zhau membelalakan matanya.
Yuan pun sedikit kecewa setelah mengetahui hal tersebut termasuk Wuxi. Ia pun terpukul... Padahal Mirai sudah melihat tubuhnya... Tapi Mirai tak mungkin menikahi Wuxi karna dia memang seorang putri mahkota.
Ou Tian Feyn mulai menjelaskan... Meski demikian, putri mahkota di undang ke kerajaan Hong untuk mendapatkan sebuah penghargaan. Yakni, menerima pernyataan persahabatan dari kerajaan Hong untuk kerajaan Ming... Mereka akan menjalin kerjasama yang baik antar dua kerajaan...
Mirai sangat senang atas undangan ke hormatan dari kerajaan Hong untuknya. Meski ia tak menjelaskan hal apa yang terjadi saat berada di kerjaan Hong pada kluarga istana...
__ADS_1