
"Bagai mana? Apakah kalian mendengar sesuatu?" tanya Wen Tian meminta para pelayan lain untuk menguping pembicaraan Putri mahkota di dalam faviliun putra mahkota.
"Putra mahkota tampaknya sakit Tian, hingga putri mahkota merawatnya... Lagi pula di dalam kamar mereka tidak berdua saja, melainkan ada putri Mio yang membantu Putri mahkota menjaga putra mahkota" Tegas salah satu dayang yang bernama Ling Er. Ling Er memang dayang khusus untuk mengiring putri mahkota. Netranya sangat tajam dan hatinya juga busuk, ia selalu memberi tahukan apapun terkait kelakuan putri mahkota selama di istana kepada Wen Tian.
"Heh. Dia sedang mencari muka... Aku makin sebal saja padanya" Gumam Wen Tian.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan pada putri mahkota. Katanya kamu akan naik tahta... Makanya aku mau membantumu begini"
"Tenang saja. Aku pastikan bahwa aku akan membuatnya celaka malam ini..."
"Benarkah? Memang apa rencanamu?" tanya Ling Er.
__ADS_1
"Aku akan mengirimkan beberapa pembunuh bayaran untuk mengepung faviliunnya. Aku ingin besok pagi, pihak istana akan mengumumkan perihal kematian putri mahkota" Tegas Wen Tian.
"Kenapa kau tidak melakukannya jauh jauh hari jika memang menyingkirkan putri mahkota bisa semudah itu" Komen Ling Er.
"Karna akus sedang mencari waktu yang tepat"
"Heh. Semoga rencanamu berhasil, tapi ingat... Jika kau naik tahta menjadi putri mahkota... Kau harus mengingat jasaku. Aku ingin jabatan tertinggi di istana ini... Misalnya kepala dayang" Pinta Ling Er.
"Wah itu sungguh pencapaian yang luar biasa. Tapi maaf saja, aku bukanlah wanita bodoh hingga bisa mendengarkan harapanmu itu. Kau adalah wanita yang terlalu prosesif, mana mungkin kau mau membagi cintamu denganku... Jadi, pikirkanlah jabatan tertinggi selain menjadi selir agung. Karna nantinya hal tersebut sudah pasti akan menyiksaku" Umpat Ling Er. Seraya enyah dari faviliun para dayang...
"Heh. Lakukan saja tugasmu dengan baik... Selagi aku menyiapkan pasukan malamku..." Balas Wen Tian me nyungingkan bibirnya.
__ADS_1
Baru saja Ling er pergi, pintu faviliun Wen Tian kembali terbuka "Sudah ku bilang. Pergi dan lakukan tugasmu dengan baik... Selanjutnya, serahkan padaku" ulang Wen Tian tanpa menoleh ke belakang.
"Wah. Apa yang ingin kalian rencanakan? Pembunuhan? Uuuh sungguh menakutkan..." gema suara berat dan sedikit sera. Nampaknya seorang laki laki masuk ke dalam faviliun Wen Tian dan mendengarkan semua rencana kejam Wen Tiam sedari awal. Sadar bahwa yang datang ke faviliunnya bukanlah Ling Er. Wen Tian pun seketika menoleh ke arah pusat suara itu. Dan benar saja, seketika dua bola mata Wen Tian membelalak sempurna. Ia membungkam mulut kasarnya itu lalu mundur beberapa langkah ke belakang "Aahhh... Anda..." Ia sungguh takut jika pria itu akan membeberkan kejahatannya pada pihak istana.
"Heh... Mencoba melakukan pembunuhan pada putri mahkota adalah kesalahan besar. Kau tahu hukuman apa yang pantas untuk wanita keji sepertimu?" Tanya Pria itu menghampiri Wen Tian. Namun nampaknya Wen Tian ketakutan lalu mundur beberapa langkah ke belakang. Hingga kakinya terhenti di sebuah rajang putih miliknya.
BRUGGHH! Ia pun jatuh terduduk di sana "Kau hanyalah peliharaan putra mahkota. Tapi kenapa tingkahmu seperti seorang wanita pemilik asli putra mahkota" imbuh pria itu seraya meraih rambut Wen Tian dan menariknya lembut seakan membelai...
Next episode...
Hmmm... Kira kira pria itu siapa? Mimin jadi penasaran... Tunggu kelanjutannya ya...
__ADS_1