Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Spiritual 2


__ADS_3

***


"..." Tuan muda sedang berkutat membersihkan peluh di jidak wanita itu. Namun, entah kenapa... setiap menatap nanar Mirai yang terlelap, hatinya seakan meringis...


Cantik... Bisiknya dalam hati.


Ia mulai menghantikan gerakannya lalu entah atas dorongan apa... Wajahnya hendak menyosor ke arah Mirai, ia mempokuskan satu titik yakni bibir tipis yang mungil dan merah menggoda. Tanpa sadar ia hendak tertuju ke sana, namun usahanya di gagalkan oleh seorang pelayan yang menyerunya "Tuan muda. Kaisar sudah sadar" Ujar pelayan menyeru di kajauhan. Niat tuan muda seketika enyah.


Sial! Mangganggu saja! Bathin tuan muda. Setelah menghempas tangannya kesal, ia pun beranjak dari duduknya dan lekas menghampiri sang dayang. Mirai di biarkan terlelap begitu saja di sebuah kamar yang mewah milik tuan muda.


Mirai masih bercucuran keringat meski ia telah terlelap... lelapnya terlihat begitu gelisah dan tak tenang.


Nampaknya, kehabisan energi memnbawanya ke dalam sebuah mimpi yang begitu menyeramkan...


Clak! Clak! Suara air menetes dan jatuh ke sebuah wadah penampungan...


Jrak! Jrak! Hanya suara pijakan kakinya saja yang terdengar di tengah ke heningan... Ruagan sekelilingnya terasa gelap dan mencekam. Mirai kini ada dalam sebuah mimpi buruk...


"Di mana ini?" Bisiknya seraya melangkah perlahan menapaki jalanan gelap tanpa setitik penerangan.


Ia melangkah seakan tiada henti, meski ia mencari titik terang untuk keluar. Nyatanya ia sama sekali tak menemukannya...


"Sial. Gelap sekali di sini" bisik Mirai...


"GGGRRRRHHHH!" suara erangan memeking tinggi membuat bulu kuduk berdiri.


"Siapa di sana!" Pekik Mirai menghampiri suara tersebut.


"Goaaarrr!" Suara itu makin merintih dan mengamuk.


Mirai mencari di mana suara itu berasal karna suasana di ruangan entah berantah itu sangat gelap hingga ia tak bisa memastikan ada di mana sekarang dirinya itu.


"Gggrrhhh... Siapa kau!' Pekik seseorang dengan suara menggema.


Mirai menelisik suara tersebut yang entah dari mana keluarnya.


"Kenapa kau ada di dalam area kekuasaan ku!" Sambungnya. Suara itu sangat menggema dan cukup menakutkan.

__ADS_1


"Bukan aku yang masuk ke dalam ke kuasaan mu. Tapi, kekuatan mulah yang telah menarikku masuk kemari" Tegas Mirai.


"Goaaaarr! Lancang sekali kau memjawab perkataan ku sedangkan aku tak memintamu untuk menjawab!!" Teriak nya berontak... Terdengar suara rantai besi yang tengah di seret seret.


Pawww! Seketika ruangan itu pun menjadi sedikit lebih terang. Mirai pun tersentak kaget bukan kepalang... Nyatanya dirinya kini ada di sebuah sel usang dan di penuhi air, tapi enehnya dia bisa menapaki air tersebut...


"Di mana ini?" tanya Mirai menatap sel itu lebih dekat.


"Kenapa kau bisa masuk ke dalam portal ku?" tanya nya masih misterius.


Mirai menelisik lebih dalam tentang apa yang ada di sana... "Fortal mu?"


"Hehehe... Kau sungguh wanita luar biasa. Kau bisa masuk dalam daerah ke kuasanaan ku tanpa gentar" Gumamnya. Ia seakan melangkah mendekati Mirai yang masih berdiri di depan penjara tinggi mistrius itu.


"Maaf saja. Aku tak bermaksud memasukinya... Tapi saat sadar aku sudah ada di sel ini. Jika kau tidak berkenan, silahkan kembalikan aku ke alam sadarku" Pinta Mirai.


"...Hehehe... Jangan seenaknya. Ku rasa, kau memiliki sebuah ke istimewaan... Aku yakin, kau bukanlah manusia di jaman ini bukan?" tanya Seseorang itu.


"...Heh. Tebakanmu hanya sedikit benar saja"


JRENG!


Mirai seketika membelalak, mahluk mitologi itu kini ada di hadapannya "Kau!" bisik Mirai bergetar.


"Aku... Adalah Shu Feng! Akulah penghuni kegelapan malam..." Ucapnya terkekeh. Dia bukan lagi mahluk tapi dia adalah monster...


"Heh. Kenapa kau bisa terkurung di sini?" tanya Mirai ia padahal sedikit takut dan ingin kabur.


"Seseorang telah membuat perjanjian darah. Dan aku di kurung di dalam tubuh tua bangka itu..." Jelasnya.


Tua bangka? Bathin Mirai.


"Maksudmu. Kau ada di dalam tubuh kaisar Qing?' Tanya Mirai.


"Benar! Kaisar Qing yang gila akan kekuatan meminta leluhurnya untuk memberikannya ilmu tinggi padanya. Lalu leluhurnya bertarung dengan ku habis habisan karna permintaan si bodoh Kaisar Qing"


"Lalu kau kalah... Dan di segel dalam tubuhnya?" tanya Mirai.

__ADS_1


"Kau pintar" Ucapnya terkekeh


"Heh. Jika kau di segel dalam tubuh itu. Bagai mana caraku mengeluarkan mu?" tanya Mirai.


"...Aku tahu caranya. Temui saja leluhur Kaisar Qing di gunung Xingliun. Maka kau akan bisa membebasakkan ku dan Kaisar Qing" Tegsnya.


"Kenapa aku harus?'


"Karna kau adalah tuan yang di takdirkan untukku. Jika kau bisa membebaskan ku... Maka seumur hidupku aku akan membalas budiku" Tambahnya berusaha meyakinkan Mirai.


"Tuan? Jangan bercanda... Karna aku sama sekali tak suka hal yang berbau keterikatan dengan siapa pun. Apa lagi denganmu" Olok Mirai enggan menghabiskan waktunya dengan hal demikian.


"Heh. Jika kau tidak mau membebaskanku. Maka rohmu juga tak akan pernah pulang ke dalam ragamu. Ingat saja itu" Lugas sang monster.


Roh? Cih... Mahluk ini cerdas juga. Bathin Mirai menggumam.


"Katakan. Bagai mana caraku menuju gunung Xingliun? Aku tak mau menempuh rute yang terlalu exstrim untuk sampai di sana. Dan juga, bukan perkara mudah untuk menemukan leluhur Kaisar Qing. Lagi pula aku tak tahu nama leluhur itu dan ini akan sangat membuatku kerepotan" cerocos Mirai.


"Kau selain pintar dalam ilmu Alkemis. Kau juga pandai bicara dan mengelak..." Monster itu terkekeh.


"Jangan bertele tele... Aku hanya akan menolong Kaisar Qing dari segel kutukan itu saja. Dan jangan salah paham..." tambah Mirai.


"Baiklah... Apapun alasanmu. Temuilah Moo Shan shan. Dia adalah kepala sekte gunung Xingliun... Dia pasti akan membantumu untuk menyembuhkan penyakit Kaisar Qing yang misterius ini" Tegas Si monster.


Ia terkekeh dan lekas menjauh front sel besi itu dan melangkah menuju tempat tergelap "Jangan kabur dulu. Bagai mana caraku keluar dari dalam sel mu ini?" tanya Mirai menarik sang monster. Monster itu menyunginka bibirnya dan menjentikan jemarinya. CTAK!!


Plap! Seketika dua bola mata Mirai terbelalak "Hosh! Hosh! Hosh!" napasnya terengah engah kala membelalak tiba tiba.


Yang ia dapatkan dari penglihatan alam sadarnya hanyalah langit langit kamar yang ia tiduri "Di mana ini?" tanya Mirai. Mimpi singkat yang menyeramkan itu berhasil membawanya ke sebuah pagi yang cukup cerah...


"Pagi? Aku harus pulang..." bisiknya. Tapi, saat ia menoleh ke samping ranjangnya. Ia mendapatkan pemandangan langka... Tuan muda terlelap di lantai dan kepalanya menyender ke sisi ranjang matras yang Mirai tiduri.


"Bodoh! Apa yang dia lakukan?" bisik Mirai segera menyingkirkan selimut yang membelit tubuhnya lalu bangkit menuruni ranjang. Langkahnya lurus ke arah luar...


Baru saja beberapa langkah ke arah pintu keluar, Tuan muda menyeru "Kau mau kabur?" tanyanya.


Cih... aku malah terlibat dalam masalah yang cukup rumit. Apa lagi... Dalam tubuh kaisar Qing ada aura gelap yang tersegel atas ulahnya sendiri. Dan mana mungkin aku bisa menyelesaikannya dengan mudah... Bathin Mirai menggumam.

__ADS_1


__ADS_2