Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sang penolong


__ADS_3

***


Tian Feyn mencari keberadaan Mirai, ia tampak potang pating kelimpungan "Astaga. Di mana putri mahkota berada? Aku sungguh bingung sekali, jika sampai pihak istana tahu... Aku pasti akan di hukum berat. Jangan sampai Tuan Putri dalam bahaya... Atau aku akan tamat..." Bisik Panglima Tian Feyn.


Tian Feyn memperhatikan sekelilingnya, ia sedikit kaget ketika para pangeran kerajaan Hong ada di depan Tian Feyn dengan menaiki Kuda mereka "Hei jendral... Bukankah kau adalah pria yang telah membawa Xin Mirai pergi?" Tanya pangeran Li Zhau mulai turun dari tunggangannya.


Ia mulai menghampiri Panglima Ou Tian Feyn "Saya tak paham maksud anda semua... Maaf, masih ada tugas yang harus saya kerjakan..." Tian Feyn mulai pamit pada ke tiga pangeran itu dan mulai mengabaikan mereka.


"Hei jendral! Apakah wanirmta itu, Maksudku Xin Mirai adalah tabib yang hebat? Jika kau mengetahuinya... Tolong serahkan pada ku. Karna kami sangat membutuhkannya... Aku ingin menjadikannya tabib khusus isatana Hong. Jadi... Jika kau tahu, tolong jangan berbelit' Pinta Pangeran Wuxi secara tidak sopan.


Jendral Tian Feyn hanya terdiam sesaat dan setelah itu ia pun kembali melanjutkan langkahnya "Hei pangeran Wuxi... Kenapa kau malah membocorkan maksud dari kedatangan kita ke kota ini?" tanya Pangeran Li Bai pangeran ke 4.


"Kenapa. Bukankah itu adalah tujuan kita?"


"Seharusnya kita tetap diam dulu. Jangan gegabah... Jika kau membocorkan rencana kita semudah itu. Mana mau pria itu memberikan wanitanya pada kita" jelas Li Zhau sedikit menekan nada bicaranya.


Wuxi mulai marah "Heh. Wanitanya? Siapa wanita pria itu... Jangan bilang wanita pengutil itu adalah wanita milik pria tadi... Dia sudah melihat tubuhku dalam ke adaan telanjang, lalu melecehkanku dengan membungkam mulutku... Jadi, dia harus bertanggung jawab" Cerocos Li Wuxi.


"Lalu apa maumu?" tanya Li Bai menyungingkan bibirnya.


"...A-Mauku... Bukan mau ku sih. Tapi, dia memang harus bertanggung jawab dengan... Dengan, dengan menikahiku!"

__ADS_1


Penjelasan Pangeran Wuxi membuat ke dua kakaknya terbelalak "Heh. Jangan lupa, kami juga telanjang saat itu... jika dia harus bertanggung jawab. Maka dia harus menikahi kita berenam, dan juga Pangeran Fu Rou dari kerajaan ini. Dia juga ada di sana saat itu" Balas Li Zhau mempermainkan adiknya.


"A-apa? Mana bisa satu wanita untuk tujuh pria. Kakak tidak sopan... Dia kan bukan se ekor ular yang butuh banyak pria..." marah Wuxi.


Mereka tertawa meski kepala mereka pusing karna belum menemukan tabib bernama Xin Mirai...


Di sisi lain, putra mahkota yang sedang menyamar mulai berjalan jalan di area kota tersebut. Ia membawa serta tiga pengawal terhebatnya untuk menjaganya, ia takut jika di serang tanpa aba aba oleh pihak musuh.


"Putra mahkota" Bisik seorang wanita. Putra mahkota yang familiar pada suara itu pun mulai mencari suara itu..


"Putra mahkota... Aku di sini" Akhirnya, putra mahkota menemukan wanita yang selalu ia rindukan. Wen Tian melambaikan tangannya ke arahnya "Hemmm...." Ia mulai tersenyum lalu menghampiri Wen Tian.


"Putra mahkota... Anda mau kemana?" Tanya ke dua pengawal.


"Aku kangen sekali pada mu yang mulia..." Cubit Wen Tian di muka umum. Putra mahkota yang tengah memakai topi caping mulai memperhatikan sekeliling, ia takut jika seseorang melihatnya "Kita langsung ke penginapan saja" pinta putra Mahkota.


"Aahh nakal... Kalau begitu, ayo... Percepat langkah mu yang mulia. Aku sudah tak sabar, mari secepat pegi ke sana..." ujar Wen Tian menggelendong di sikut Putra mahkota...


Sepintar pintarnya tupai melompat pasti akan terjatuh juga, sepintar pintarnya putra mahkota menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga. Ya, Tian Feyn pun ada di sana... Ia melihat dengan jelas, bahwa Putra mahkota telah berselingkuh di belakang putri mahkota...


Tian Feyn hanya bisa diam dan tak banyak berkomentar, hanya saja sangat di sayangkan... Wanita cantik dan baik hati seperti Putri mahkota, harus di pemainkan habis habisan oleh suaminya sendiri. Dan panglima Tian Feyn sedikit sedih kala melihat penghianatan yang di lakukan putra mahkota pada wanita yang paling ia hormati itu.

__ADS_1


***


Di sebuah gubuk yang sedikit tidak layak, Mirai mulai memeriksa paseien nya. Mirai sedikit mencercidkan matanya ketika tahu penyakit apa yang di derita ibu dan dua adik gadis itu "Ini adalah serangan nyamuk..." Ucap Mirai setelah memeriksa sedetail mungkin.


"Nyamuk?"


"Tubuhnya menggil tapi suhu tubuhnya melebihi standar, wajah pucat dan berkeringat dingin... Jika dibiarkan nanti trombositnya bisa turun... Ini adalah passe berbahaya" Jelas Mirai.


"Hiks... Lalu aku harus bagai mana?" Tangis anak itu...


"Jangan khawatir aku akan membantumu... Aku akan ke kota untuk mencari obat dan menebusnya"


"Benarkah?" Tangisan anak itu tiba tiba berhenti.


"...Aku akan pergi sekarang" Mirai mulai keluar dari gubuk itu.


Gadis yang Mirai tolong tadi lekas menarik pakaian Mirai. Mirai menoleh ke arah gadis itu "Ada apa?" tanya Mirai sedikit heran.


"Apakah anda akan kembali lagi dan menyembuhkan ibu saya?" tanya anak itu.


Mirai tersenyum dan menepuk pucuk kepala anak tersebut "Tentu saja.... Aku akan kembali, dia adalah pasien ku dan aku bertanggung jawab untuk menolongnya" Ucap Mirai sigap.

__ADS_1


Anak itu mulai mengangguk lalu melepaskan Mirai begitu saja. Mirai tersenyum dan lekas pergi dari hadapan anak tersebut...


Tujuan Mirai kali ini adalah toko obat, ia akan meracik sendiri obat tradisional untuk wabah penyakit demam berdarah. Mirai tak sadar jika di belakang nya ada seoarang pangeran tampan yang membuntutinya.


__ADS_2