
Tak butuh waktu lama, akhirnya Mirai pun sampai di dalam aula istana, di sana terduduk seorang kaisar baru yang berbeda. Dia bukanlah kaisar Ming, melainkan anak laki laki semata wayangnya "Yang mulia. Silahkan" Lenguh seorang wanita yang paling Mirai benci, ia tampak berpenampilan berbeda, dimana mahkota sang permaisyuri telah di pakaikan di pucuk kepalanya.
"Putri mahkota" bisik Panglima lekas meraih tangan Mirai yang kala itu di kepal erat.
"Putri mahkota... Anda baik baik saja?" tanya Panglima sembari membuka pelan kepalan tangan Mirai. Mirai menoleh ke arah panglima lalu mengangguk...
Sesdangkan Fei Si yang telah naik tahta itu tampak bisa saja ketika Mirai dan Panglima telah hadir di hadapan mereka "Wah wah... Yang mulia. Kita kedatangan tamu" Ucap Wen Tian menunjuk Mirai beserta panglima Ou Tian Feyn yang kala itu berdiri tegak di hadapan ke duanya.
"Hemmm..." Hanya senyuman menyunging yanh di lempar Fei Si. Mirai menatap mata Fei Si, tapi ia sedikit terkejut, sebab bola mata Fei si berwarna abu... Tampak seperti memakai sebuah lensa, tapi di jaman itu mana ada barang seperti itu.
"Wen Tian. Apakah ini adalah ulahmu?" tanya Mirai marah besar pada wanita itu.
"Wah wah. Tamu tak di undang ini cerewet sekali ya..." Wen Tian turun dari singgah sananya dan mulai melanglah dengan lenggokan ke arah Mirai.
TEG! Sesaat jantungnya berdegup kencang. Ada aura hitam di sekitaran tubuh Wen Tian.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Mirai pada Wen Tian.
"Siapa aku? Aku adalah wanitanya putra mahkota yang di buang gara gara kembalinya dirimu. Putri mahkota payah!" Tunjuk Wen Tian di dada Mirai dan menekannya.
Plak! Mirai menepis sentuhan Wen Tian kasar "Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!" amuk Mirai menatap Wen Tian tajam.
"Ohhh tatapan tegas itu... Membuatku sangat takut. Hahahahah tapi aku hanya berbohong" Tawa Wen Tian mengolok Mirai.
"Apa yang telah kau lakukan pada si bodoh itu!" Mirai kesal karna Wen Tian hanya bermain main saja dengan pertanyaannya.
"Aku... Hemmm. Aku sudah berhasil meningkatkan ilmu gelapku berkat buku terlarang ini..."Wen Tian terkekeh lagi.
"Tapi kau telah di kurung di dalam sel bawah tanah! Komen Mirai.
"Hahahaha... Apa gunanya di kurung? Padahal... Aku bisa melakukan ilmu pembelah jiwa. Jiwa ku bisa keluar dari sel sesuka hatiku dan berubah menjadi sosok asliku... Aku telah mengadu dombakan Istana Ming dan istana Zhu yang berada tepat di sisi tebing, di sebrang sana... Kau tahu"
"Apa tujuanmu membuat istana ini hancur!" Mirai kesal ingin sekali ia meninju wajah Wen Tian.
__ADS_1
"Karena aku ingin naik tahta... Bersama orang yang aku cintai"
"Heh. Dasar bodoh... Kau hanya ingin naik tahta, lalu kau membunuh semua rakyatmu?" Mirai makin kesal saja.
"Rakyatku. Telah aku ungsikan ke istana Zhu, aku telah melakukan kesepakatan dengan mereka. Jika aku akan menyerahkan istana itu pada mereka setelah kita berhasil..."
"Kau sungguh payah! Kau tega menghancurkan ribuan kenangan yang ada di istana ini demi ambisi payahmu itu... Lalu, di mana kaisar! Di mana permaisyuri dan ibu suri!" Teriak Mirai sudah tak tahan.
"Heh. Mereka? Mereka sudah tewas! Aku telah membakar mereka hidup hidup!" Wen Tian sungguh kejam. Pernyataan itu membuat Mirai marah, "Kau iblis!" Bentaknya seraya mengarahken beberapa kali pukula ke arah Wen Tian.
Namun Wen Tian bisa menghindarinya dan menepis pukulan dan hantaman kaki Mirai yang gesit menyerang.
"Heh. Ingin mengalahkan ku... Belajarlah ribuan tahun lagi!" Kemampuan Wen Tian sungguh di atas rata rata. Dan kemampuan Wen Tian sama persis dengan Mirai.
"Siapa kau sebenarnya?" Sembari terus memukul, Mirai pun melontarkan tanya nya pada Wen Tian. Mirai curiga jika selama ini Wen Tian menyembunyikan sesuatu.
"Aku... Aku adalah mata mata dari kerajaan Zhu. Aku di tugaskan menarik orang orang dalam. Dan askes ku adalah pangeran Fuo Rou yang bodoh!'
"Kau apakan pangeran Fu Rou!" Mirai menghajar Wen Tian dengan pukulan cepat. Tapi tetap saja Wen Tian bisa menepis pukulan pukulan itu...
"Ini tak masuk akal. Kenapa kau sangat lemah di masa lalu dan tiba tiba menjadi kuat jyga licik"
"Hehehe... Aku sungguh menunggu kesempatan ini. Memiliki istana sendiri dan memiliki rakyar rakyatku sendiri..."
"Mana mungkin! Aku akan menghentikanmu!"
"Mana mungkin! Coba saja jika kau bisa!" Wen Tian bergelut dengan Mirai, tak ada yang tesentuh sedikitpun antara Mirai dan Wen Tian.
Panglima ingin sekali ikut campur akan pertarungan mereka. Tapi, itu akan tampak tak adil dan tak mau Mirai marah pada Panglima.
Buak! Satu telapak tangan Wen Tian menghantam tepat di dada Mirai hingga membuat Mirai terdorong ke belakang. Panglima pun lekas menangkap Mirai yang hendak jatuh itu.
"Keterlaluan! Teganya kau membunuh anggota kerajaan. Apalagi kaisar yang telah kau lenyapkan!" Hati Mirai sungguh terluka, pasalnya... Ia belum bertemu ibu suri.
__ADS_1
"Tak akan ada sangksi khusus untukku dari pihak penyidik ataupun auditor istana. Sebab, sebelum mereka di eksekusi... Aku telah menaruh laporan palsu terkait korupsi istana dan penanaman bunga terlarang. Bunga terlarang yanh di taman pihak istana di hutan belakang istana Ming. Membuat bukti kuat untuk memberatkan mereka!" Kekeh Wen Tian.
"Tak pernah aku menyangka jika kau akan seburuk ini... Kau telah melenyapkan satu kluarga istana hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sejak ke pergian ku. Kau benar benar iblis...."
"Semua sudah terjadi. Dan kehadiranmu di istana ini sudah tak di perlukan lagi... Kini, saatnya kau bersitirahat, beristirahatlah selamanya..." Wen Tian lekas menjentikan jemarinya.
Ctik! Mirai seketika tak bisa bergerak "Apa!! Apa yang kau lakukan tubuhku?" Panik Mirai. Mirai tak pernah menyangka jika Wen Tian akan sekuat ini dengan ilmu hitamnya.
"Tubuhmu tak bisa bergerak kan?" tawa menggelitik pun mulai terdengar. Panglima panik dan berusaha membawa tubuh Mirai. Tapi, Wen Tian tak ingin menyia nyiakan waktu kelemahan Mirai. Ia pun melempar pedang berlumur racun ke arah Mirai.
"Matilah dengan tenang!" Whushhhh! Pedang itu melesat sangat cepat dan tak bisa di hentikan. Hal itu membuat panglima panik. Hingga ia pun memeluk tubuh putri mahkota dan menjadikan dirinya sebagai tameng.
"PANGLIMA!! BAHAYA!!" Teriak Mirai membelalakan matanya.
Jlleb!! Suara itu yang lantas Mirai dengar "Aakkhh..." Ringis panglima.
Semua berjalan cepat dan Mirai seketika merasa di permainkan oleh waktu...
"Panglima..." Bisik Mirai membelalak dengan deraian basah yang tak kunjung usai.
"...P-putri... Mahkota, terima kasih atas kebaikan anda" Ucap Panglima dengan tubuh bergetar.
"Panglima bertahanlah aku akan menyelamatkanmu..." Mirai menangis histeris kala menyaksikan keadaan panglima yang mulai binasa.
"Aku sungguh beruntung telah bertemu dengan mu. Jika di dunia ini aku bukan pria yang di takdirkan untukmu... Maka izinkan aku menjadi pria beruntung yang di takdirkan untukmu di kehidupan selanjutnya"
"Jangan bicarakan hal bodoh! Kamu akan akan baik baik saja... Kamu akan sembuh. Aku akan menyelamatkanmu..."
"Tidak. jangan lakukan itu... Berjuanglah, atau selamatkan dirimu... Istana ini bukanlah tempat yang cocok untukmu putri. Dari awal kamu memang tak pernah di terima di sini... Jadi, langkah terbaikmu adalah pergi... Tinggalkan istana ini" Panglima mulai jatuh ke lantai.
"Apa yang di katakan panglima mu memang benar. Pergilah... Jangan pernah kembali ke istana ini... Tak ada yang bisa kau cari di sini. Seluruh pihak istana telah tewas di bantai... Keculai. Kaisar pemilik hatiku! Ia akan selamanya jadi boneka ku..." Wen Tian kembali menjentikan jemarinya. Hingga Mirai pun bisa kembali menggerakan tubuhnya.
"Kau sungguh iblis! Panglima..." Pekik Mirai. Tanpa banyak bicara Mirai menggondol panglima dan kabur dari istana itu.
__ADS_1
Ia ingin menyelamatkan Panglima sebelum mencari tahu kejadian berantai itu lebih lanjut.
"Panglima bertahanlah..." Pekik Mirai kembali ke tempat di mana Mio dan Xigua menunggu mereka.