
Pangeran Fu Rou sungguh murka pada Mirai, tapi mau bagai mana... Ini semua telah terlanjur, Mirai telah mengetahui segala rencananya untuk melenyapkan seluruh anggota kerajaan... hingga Mirai memblokade langkah pangeran Fu... Kemudian rencananya tersendat hingga tumbang di tengah jalan "Sial! Kenapa aku sungguh ceroboh... Padahal tinggal sedikit lagi. Maka rencanaku akan segera terselesaikan" bathin Pangeran Fu Rou menggumam.
"Pangeran. Katakan yang sebenarnya... Jangan berbohong. Karena, aku tak akan mengasihi pembohong dan pembangkang. Mungkin, dengan kejujuranmu... Maka aku akan bermurah hati dalam meringankan hukumanmu" Tegas Kaisar.
Pangeran Fu tak punya pilihan lain selain menjelaskan maksud dari rencananya itu pada Kaisar di depan para penyidik.
Flasback...
Pagi itu... Mirai bersiap menemui pangeran Fu Rou dan merawatnya dengan dalil, kaisar menyuruhnya untuk memeriksa pangeran Fu.
Ia memakai pakaian terbaik dan merias wajahnya secantik mungkin. Ia tahu jika pangeran Fu Rou sangat genit dan mata keranjang, hingga jika ia berpenampilan demikian.
Dengan dandanan tersebut Mirai pikir maka ia akan dengan mudah menggoda pangeran dan meyakinkan bahwa dirinya benar benar datang untuk mengobatinya.
Di iring para dayang, Mirai pun sampai di faviliun milik pangeran Fu Rou "Pangeran, putri mahkota datang berkunjung" seru para dayang.
Pangeran Fu Rou yang kala itu di rawat oleh Wen Tian. Lekas kalang kabut, ia bangun dari tidurnya dan menyembunyikan bercak darah sisa tadi malam setelah Wen Tian menutup lukanya dan membersihkannya dengan kain putih tersebut.
"Hamba masuk yang mulia..." putri mahkota kini telah ada di dalam.
"Sial" gumam pangeran Fu Rou.
Putri mahkota melangkah perlahan seraya menelisik keadaan kamar pangeran Fu Rou. Masuk lebih dalam ia menemukan sebilah pedang berlumur darah di meja rias pangeran Fu Rou.
"Pangeran anda ada di mana?" seru putri mahkota menelisik sekeliling.
Kemudian tiba tiba datanglah Wen Tian menghadang langkah Mirai yang kian meraksak masuk ke dalam ruangan faviliun tersebut.
"Untuk apa kau datang kemaari?" Hadang Wen Tian dengan tatapan tak senang.
"Aku datang kemari untuk memeriksa pangeran Fu. Kaisar memperintahkan ku untuk mengobatinya..." Balas Mirai menyunginkan bibirnya.
Bahkan ia telah menjual nama kaisar hanya untuk bisa melancarkan aksinya.
"Tapi pangeran sudah baikan. Karna aku telah merawatnya semalaman" tegas Wen Tian seakan tidak memperbolehkan Mirai masuk lebih dalam lagi.
Mirai marah dan lekas meninjunya dengan perkataan yang cukup pedas "Siapa dirimu hingga kau berani menolak perintah dari kaisar. Apakah kau ingin mendapatkan hukuman? Dari levelmu saja... Kau hanyalah dayang rendahan" Tegas Mirai menyudutkan Wen Tian.
Seketika Wen Tian terasa di tampar oleh kalimat tersebut. Ia pun seketika mematung dan bungkam seribu bahasa...
"Ingatlah posisimu... Kau bukanlah siapa siapa. Jadi pikirlah dengan baik sebelum kau bicara..." Ujar Mirai.
Mirai lekas mengabaikan Wen Tian, ia masuk ke dalam kamar pangeran Fu Rou. Bahkan Mirai mendobrak bahu Wen Tian cukup keras.
__ADS_1
Brak! Wen Tian sesaat meringis.
"Heh... " Wen Tian mendengus kesal seraya menyunginkan sebelah bibirnya.
"Lihat saja nanti... Aku akan membalasmu" bisiknya nyaris tak terdengar. Wen Tian mengepalkan tangannya erat.
"...Silahkan saja jika kau bisa" balas Mirai.
Wen Tian terbelakak dan lekas menoleh ke arah Mirai. Ia pikir bisikannya tadi tak terdengar olehnya.
"Kau..." Rintih Wen Tian kesal, ia bahkan mengigit bibir bawahnya seerat mungkin untuk menahan amarahnya.
Mirai kini benar benar mengabaikan Wen Tian... Ia seketika masuk dan duduk di sisi ranjang pangeran "Pangeran. Bagai mana kabarmu?" tanya Mirai. Pangeran Fu Rou masih terlelap di balik balutan selimut.
"..." ia pura pura tidur mendengkur.
"Baiklah... Pertama tama aku akan membuka kelopak matamu. Jika kamu demam... Pasti matamu akan bengkak" Bisiknya.
Mendengar perkataan demikian, pangeran Fu Rou pun terbelalak "Ah. Putri. Bagai mana bisa anda ada disini?" Tanya pangeran Fu Rou.
Ia lekas mengingsut ke kepala ranjang. Nampaknya perhitungan Mirai sungguh tepat...
Pangeran Fu Rou terpesona oleh tatanan wajah dan pakaian Mirai yang begitu menarik perhatiannya "Kau sungguh cantik putri mahkota" bisik Pangeran Fu Rou tersenyum seakan meneteskan air liurnya.
Apa lagi aroma wewangian yang Mirai tebar di tubuhnya membuat nya sungguh terpikat dan ingin sekali memilikinya.
"Darah?" Tanya Mirai menunjuk.
"Ahh tidak... Kemarin karna tak hati hati. Lalu aku jatuh dan bahuku tertusuk oleh duri" Elak pangeran.
"Pangeran. Hiks, aku sungguh khawatir pada anda... Tak tega saya melihat anda begitu menderita" Manja dan penuh lenguhan, Mirai terlihat sangat menggoda... Pangeran pun terhibnotis dan mulai mempersilahkan Mirai memeriksanya secara detail.
"Wah. Luka yang dalam pangeran... Akan ku obati ya? Akan ku jahit agar lukanya tertutup dan anda bisa secepatnya sembuh... Jika di biarkan begitu saja. Maka, nanti anda bisa ke hilangan banyak darah... Lalu kemudian tewas..." Ujar Mirai menakut nakuti pria itu.
Pangeran mengangguk saja dan membiarkan wanita cantik di hadapannya membantunya. Perlahan Mirai membuka pakaian pangeran hingga bahu yang robek itu tampak di hadapan Mirai.
Ini dia... Luka yang Shu Feng katakan. Ternyata sangat dalam... Bahkan ada beberapa urat syaraf menuju otak yang putus... Bathin Mirai menggumam.
"Pangeran, aku akan menyuntikan cairan peringan rasa sakit. Ini seperti di gigit nyamuk" Pinta Mirai... pangeran mengangguk saja.
Dasar bodoh... Cairan yang akan ku masukan ke dalam tubuhmu adalah cairan racun tingkat tinggi. Setelah aku membalut lukamu... Maka bersiaplah menanggung malu. Bathin Mirai menggumam.
Mirai menyuntikan cairan itu dengan alat seadanya. Ia berhasil menanamkan jarum kemudian menekan cairan ke dalam celah kecil sisa luka jarum tersebut di bahu kiri pangeran Fu Rou.
__ADS_1
"Ini aman kan?" tanya Pangeran punya pirasat buruk.
"Tentu saja... Sekarang, aku akan menjahit lukamu"
"Di jahit?" Pangeran terperanjat.
"Ya di hajit. Agar luka robeknya tertutup" Pinta Mirai.
"Tidak! Aku tidak mau!" Ia sungguh ketakutan.
"Pangeran. Tidak akan terasa aakit kok... Karna obat yang aku suntik tadi... anda tak akan merasakan sakit sedikitpun" Tegas Mirai.
Pangeran pun menurut, ia mengagguk beberapa kali... Dan ia pun memasrahkan segalanya pada wanita itu.
Mirai kini berkutat menjahit luka di bahu pangeran Fu... Sesuai yang di katakan Mirai. Setelah lukanya benar benar tertutup, Pangeran pun mulai merasakan sebuah reaksi tak nyaman pada tubuhnya.
"Wen Tian..." Pekik Mirai.
Wen Tian menghadap "Makan pil ini... Ini adalah pil pemurnian tingkat tinggi. Malam itu aku tak bisa memberikanmu pil ini karna terlalu banyak tamu" tegs Mirai.
"Heh. Kau pikir aku bodoh... Aku tahu kau tak senang padaku. Jadi mungkin saja itu adalah racun yang kau buat untuk membunuhku?' Wen Tian menolak keras.
"Tanyakan saja pada pangeran Fu Rou. Apakah aku menyakitinya?" Mirai menatap pangeran Fu Rou seakan meminta jawaban.
"Benar. Tubuhku berasa sedikit ringan" Tegas Pangeran Fu Rou.
Terasa melayang kan? Tentu saja... Pertama tama pengaruh bunga poopy akan membawamu melayang dan berhalusinasi... Tapi setelahnya. Racun lainnya akan lekas menyebar seiring sihir Xigua dalam racun itu bereaksi. Dan jika saja kau melakukan segala kebohongan untuk menutupi ke salahanmu maka kau akan benar mati... Bathin Mirai menggumam.
Mendengar pernyataan pangeran Fu. Wen Tian pun seaakan terhibnotis dan lakas meraih pil di tangan Mirai lalu meneguknya.
Gluk!
Rencana Mirai telah berhasil... Ia pun mulai menjelaskan tentang ke datangannya pagi itu. Sontak, Wen Tian dan Pangeran Fu Rou pun membelalak.
"Kau adalah pelakunya kan pangeran Fu?" tanya Mirai menatap intrents.
Pangeran Fu merasa terhina karna tuduhan Mirai. Ia pun lekas membela dirinya dan benar benar merasakan akibat dari ke bohongannya itu.
"Jika kalian berbohong selama lebih dari lima kali. Maka kalian akan mati konyol oleh racun yang telah ku sebar' Tegas Mirai.
"Keterlaluan!!" amuk pangeran Fu Rou meraih belati dan berusaha menusuk Mirai.
Namun di saat bersamaan, panglima datang dan menangkis serangan itu. Bahkan, Mirai tak menyusun rencana ke datangan panglima di saat yang tepat.
__ADS_1
"Menyerahlah... Akui segala kesalahanmu pada kaisar. Maka aku akan memberikan kalian menawar racunnya" tegas Mirai
Hingga akhirnya pangeran Fu Rou tak punya pilhan lain selain mengikuti rencana Mirai untuk membuka kedoknya. Sebab pangeran Fu telah melakukan empat kali ke bohongan.