
Sesuai yang di anjurkan sang Kaisar, Pangeran Fu pergi dari istana Inti Dinasti Ming, Dan bersiap dengan pasukannya... Saat pangeran Fu keluar dari istana inti Kaisar Ming, langkahnya berpapasan dengan rombongan ibu suri yang kala itu hendak masuk ke dalam aula inti istana Ming.
"Pangeran Fu..." Sapa Ibu Suri. Pangeran Fu lekas merespon dan memberi hormat padanya "Hormat pada ibu suri" Ucap pangeran Fu.
"Pangeran, lama tak jumpa..."
"Ah ia. Maafkan aku ibu suri karna kita jarang sekali bertemu... Akhir akhir ini aku cukup di sibukan oleh tugas istana" Jawab Pangeran Fu.
"Benarkah? Apa yang membuatmu sangat sibuk akhir akhir ini pangeran? Hingga kamu sama sekali tak bertanya tantang kabar nenekmu ini" Sambung sang nenek begitu ingin tahu, dengan wajah menunduk, Pangeran Fu kembali menjawab...
"Ampun yang Mulia... Tugas putra mahkota sangatlah banyak... Dan karna dia selalu mangkir dari pekerjaannya... Aku pun harus menggantikan pekerjaannya yang telah terbengkalai itu dan menyelesaikannya. Kebetulan tugas putra mahkota sudah sedikit berkurang. Hingga hamba bisa datang ke istana ini dan mengemban tugas baru" balas Pangeran Fu.
"Putra mahkota lalai? Kenapa dia sama sekali tidak dewasa dan malah memberikan tugas putra mahkota pada seorang pangeran sepertimu..." Ibu suri tidak senang pada putra mahkota yang tidak bertanggung jawab.
Namun hal tersebut di anggap salah paham oleh Pangeran Fu "Maafkan hamba ibu suri. Tapi hamba sudah menyelesaikan tugas putra magkota dengan baik" Balas pangeran Fu tak senang.
"Terimakasih pangeran Fu... Kamu memang selalu bisa di andalkan" balas Ibu suri menganggukan wajahnya.
"Masih banyak hal yang harus hamba kerjakan. Mohon pamit dari hadapan anda ibu suri" Pinta Pangeran Fu Rou mengangkat wajahnya lalu memberinya hormat.
"Silahkan pangeran..."
"Terimakasih..." Pangeran lekas enyah dari hadapan ibu suri dengan langkah yang lebar menuju ke bagian depan istana Keraajaan Ming. Hari ini ia akan memimpin para pasukan milik jendral Ou Tian Feyn menuju ke istana kekaisaran Qing...
Setelah ke pergian pangeran ibu suri pun bergegas menuju aula inti istans dan mengadukan kelalaian putra mahkota pada kaisar "Aku harus memberi putra mahkota pelajaran"
__ADS_1
Sampailah langkah ibu suri di aula istana "Yang mulia. Ibu suri telah tiba" Pekik salah satu dayang memperingatkan seisi aula untuk memberi hormat padanya.
"Ibu... Suri" Permaisyuri lekas menghampiri.
"Ya ada apa permaisyuri" Tanya Ibu suri.
"Ibu suri. Kenapa anda malah keluar dari kamar mu... Anda kan belum sembuh total, tabib bilang agar anda tetap di faviliun anda karna cuaca sdang tidak bersahabat akhir akhir ini" Permaisyuri cemas.
"Tak apa permaisyuri... Aku sudah baikan dan tampak bugar untuk saat ini" tegas ibu suri.
"Benar ibu. Apa yang di katakan permaisyuriku memang benar. Ibu suri belum sembuh total... Dan sebaiknya beristirahatlah dengan tenang" Tegas sng kaiser. Ia menyuruh ibu suri pergi karna ia tak ingin ibu suri syok kala mendengar kabar bahwa putri mahkota dan Mio menghilang di istana tersebut dan sudah beberapa hari mereka belum juga kembali ke istaba tersebut.
"Jangan khawatirkan aku. Aku sudah sembuh kok... Oh ia. Akhir akhir ini aku jarang sekali bertemu dengan putri mahkota. Apakah dia baik baik saja?" tanya ibu suri seraya celingukan mencari sekeliling seakan menelisik area tersebut.
Kaisar terdiam seakan bingung "Ahhh... Ibu suri. Apa yang membawa mu kemari, apakah ada hal penting yang ingin anda tanyakan pada Kaisar?" Permaisyuri berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Bersikap tegas? Apa maksudmu ibu suri?" Kaisar mengerutkan alisnya.
"...Putra mahkota kini sering mangkir dari tugasnya dan malah menyerahkan seluruh tugas negara pada pangeran Fu. Padahal seharusnya dia lebih memperhatikan pekerjaannya ketimbang bermain main tak jelas" Cerocos ibu suri membuat kaisar kian resah.
"Putra mahkota mangkir dari tugasnya? Keterlaluan? Ini adalah hal yang sangat memalukan." Umpat Kaisar, permaisyuri menghampiri suaminya lalu menenagkannya.
"Yang mulia. Jangan banyak berfikir, ayo duduk dan minumlah teh buatan ku ini. Agar pikiranmu sedikit rileks" Pintanya berusaha menenangkan suaminya.
"Ada apa dengan istana ini. Istana yang dulu nya ku bangun dengan penuh perjuangan, kini malah kacau balau begini" Kaisar cukup kecewa.
__ADS_1
"Kacau balau, Apa yang kamu maksudkan Yang Mulia?" Tanya Ibu suri melangkah menghampiri Kaisar di singgah sananya.
Kaisar lekas menutup mulutnya itu "Apa ada masalah besar yang terjadi di istana kita?" ulang ibu suri.
"...Tidak ada ibu suri. Jadi ibu suri tak perlu khawatir, sebaiknya anda kembali ke faviliun lalu beristirahatlah" Pinta permaisyuri.
"Tidak. Aku tidak mau beranjak dari sini sebelum Kaisar menjelaskan hal apa yang terelah membebaninya. Apa lagi Kaisar tak mah membagi masalah istanna ini dengan ku" Lugas sang ibu suri sedikit naik firam.
Saat sedang hening heningnya menunggu jawaban dari kaisar... Pangeran Fu datang ke tengah tengah diskusi antara ibu suri dan Kaisar dengan jubah perang sang jendral "Yang mulia. Hamba sudah menyiapkan 500 tentara perang terlatih, mohon berikan sambutan dan kata penyemangat sekaligus penghantar ke pergian para tentara ke medan perang" Pinta Pangeran Fu seraya bersimpuh di hadapan Kaisar.
Kaisar sungguh gundah kala pangeran Fu Rou datang tiba tiba dan berkata demikian hingga membuat ibu suri kian gelisah dengan melontarkan beberapa pertanyaan yang membebani Kaisar.
"Baiklah. Aku akan segera menyusul ke front istana ini'
"Jika demikian hamba pamit undur diri' Lugas pangeran Fu seraya mengangkat tubuhnya dan pergi tanpa memberi hormat terlebih dahulu pada ibu suri.
"Kaisar. Ada apa ini? Istana mana yang akan kamu serang?" tanya ibu suri panik.
"Maafkan aku ibu suri. Tapi, demi kebaikan mu... Sebaiknya kamu tak usah tahu' Kaisar mencoba menutupi nya dari ibu suri.
"Kenapa kamu tak menjelaskan tentang peperangan ini? Jika kamu tiba tiba menyerang kerajaan lain. Maka istana kita akan terkena sangksi dari petinggi kekaisaran!" pekik ibu suri.
Kaisar menoleh ke arah ibu suri sebelum berangkat ke area depan isatana Ming "Ibu suri tenang saja... Karna istana yang akan aku serang hanyalah istana penindasan" Tegas Kaisar seraya pergi.
Ibu suri tak puas akan jawaban Kaisar hingga ia bertanya pada permaisyuri "Maafkan aku ibh suri. Tapi aku sungguh tak bisa memberitahukan apapun pada anda...'
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi di istana ini? Kenapa semuanya jadi kacau! Dan kenapa setelah bertahun tahun pangeran Fu acuh pada istana ini... Ia malah ikut campur dan menguasai segala wewenang kerajaan?" Ibu suri seaakan khawatir, sebab ia takut jika di antara Pangeran Fu Rou dan putra mahkota nantinya akan terjadi perselisihan besar.
"Jangan khawatir ibu suri. Kaisar akan menyelesaikan tugasnya dengan baik... Lalu meluruskan segala ke kecauan ini. Jadi untuk sementara, ibu suri tetaplah brfikir positif... Dan untuk saat ini, ibu suri sebaiknya kembali ke Faviliun anda..." Pinta permaisyuri memaksa ibu suri untuk kembali ke faviliunnya. Hingga ia harus bersikeras menggiring ibu suri untuk mau pulang ke kamarnya...