
Hai Reader budiman... Hari ini autor libur kerja, jadi autor akan update 5 episode mohon bantuannya... Autor sungguh ingin menamatkan novel ini dan nggak mau gantung atau phpin pembaca... Oh ia, Autor juga akan mengganti nama semangka dengan nama Xigua. Itu adalah nama semangka dalam bahasa China. Karna autor adalah seorang pemula... Jadi mohon bantuannya...🙏🙏🙏
Setelah sang phonex terbang tinggi... Para penduduk kota Layaras segera menuduk seraya menekuk lutut mereka... Mereka meletakan telapak tangan mereka di dada sebelah kanan seakan tunduk...
"Hormat pada sang tabib agung" Nampaknya mereka terpukau oleh kemampuan medis yang Mirai miliki. Ia tak memandang status atau pun perbedaan. Nyatanya mau manusia atau pun binatang, Mirai tetap sama sama mengobati luka luka dan menyembuhkan mereka.
"Tunggu! Bangunlah... Apa yang kalian lakukan, aku tak pantas di perlakukan seperti ini" balas Mirai akan penghormatan yang terasa tak perlu itu.
"Kami sungguh terpesona oleh ke ahlianmu nona muda. Bahkan, kami tak pernah menyangka jika seekor burung biasa dapat berubah menjadi Bast spirit legendaris seperti itu" Ujar seorang pak tua yang tampak rentan.
"Jangan terlalu berlebihan. Burung tersebut bisa berubah karna kemampuan yang ia miliki. Aku tak bisa merubah apapun..." Elak Mirai, Mirai hendak enyah dari tempat tersebut. Namun, petugas rumah pelalangan terlebih dahulu menemukannya...
"Nona! Ternyata anda ada di sini... Saya cari cari sedari tadi" Nampaknya petugas lelang itu, terlihat panik... Mirai mengerutkan dahinya "Ada apa?" tanya Mirai sedikit terssntak.
"Anda harus kembali ke tempat lelang" Pinta pria itu.
"Tapi kenapa, urusanku di sana sudah selesai. Lagi pula aku harus pergi" Balas Mirai menolak permintaan pria tersebut.
"Anda harus ikut dengan ku ke tempat pelelangan. Karna kakek buyutku ingin bertemu denganmu" Imbuh pria itu.
Mirai sesaat terdiam "Ada urusan apa beliau ingin bertemu denganku?" Mirai merasa curiga hingga ia bertanya sedetail mungkin.
"...nampaknya, Kakek buyutku ingin meminta anda untuk mengibati lukanya" Balas Pria itu.
"Kalau begitu, aku akan lihat dulu keadaannya..." Mirai mulai merespon.
Para penduduk tampak khawatir, mereka berdiri lalu bertanya pada pria di hadapan Mirai "Xi Zayn. Ada apa dengan penguasa kota?" Tanya salah satu penduduk lokal pada pria di hadapan Mirai.
"Kakek buyut memang sering sakit. Dan ia sekarang ingin bertemu dengan tabib muda ini... Ia berkata bahwa ia ingin di obati oleh tabib muda ini" Jelas Xi Zayn.
"Begitu ya. Semoga penguasa kota kembali sehat, agar ia bisa mengayomi rakyatnya kembali" Ujar para penduduk. Akhirnya para penduduk pun putuskan untuk berhambur pergi, karna mereka tak ingin mengganggu urusan Xi Zayn dan Mirai.
__ADS_1
"Oh ia. Kita belum berkenalan" Ujar Xi Zayn mengulurkan tangannya.
"Namaku... Xi Zayn, aku adalah penjaga pintu belakang rumah lelang. Senang bertemu dengan orang hebat seperti anda" Balas Xi Zayn. Mirai menjabat tangan pria itu "Namaku Xin Mirai... Senang juga bertemu denganmu"
Tanpa banyak bicara, Mirai pun mengikuti langkah Xi Zayn. Ia mengarahkannya untuk kembali masuk ke dalam rumah lelang tersebut. Namun nampaknya kali ini, Xi Zayn bukan membawanya ke sebuah ruangan VViP. Melainkan ke sebuah Faviliun yang cukup hening "Mohon. Tunggulah beberapa saat di sini. Saya akan mengkonfirmasikan ke datangan anda pada Kakek buyutku" Ucap Xi Zayn.
Mirai pun mengangguk... "Baik. Silahkan..." Xi Zayn pun masuk ke dalam sebuah pintu yang ada di samping Mirai. Sedangkan Mirai sibuk memutar bola matanya, dan ekor matanya menemukan sesuatu "Apa itu..." Bisiknya. Nampaknya ia cukup tertarik dengan selebar bulu Phonex surgawi yang telah tertera di sebuah bingkai. Namun setelah Mirai sentuh, ternyata bulu tersebut hanyalah sebuah lukisan abstrak "Hanya gambar" Bisiknya.
"Nona!" Sahut Xi Zayn membuat Mirai tersentak.
Ia menoleh ke arah Xi Zayn "Ah tuan Xi..." Mirai kembali menghampiri Xi Zayn.
"Nona. Anda di persilahkan masuk oleh kakek buyut ku..."
"Banarkah? Baiklah, aku akan masuk" Mirai lekas mengatur langkah nya menuju ke dalam Faviliun tersebut. Sedangkan Xi Zayn menunggu di luar Faviliun tersebut.
Sraaak! Pintu terbuka secara otomatis tanpa di sentuh oleh nya. Mirai lekas melangkahkan kakinya ke area faviliun tersebut sembari celingukan.
Mirai lekas memutar bola matanya ke arah pertanyaan tersebut "Ah..." Setelah Mirai dapati pria yang menyapanya. Ia sedikit terbelalak.
Kakek buyut? Jangan bercanda... Bisik Mirai dalam hati.
Hatinya menggumam demikian, karna mau bagai mana pun juga, pria yang sedang melentangkan tubuhnya miring itu tak tampak seperti seorang kakek tua. Kondisi fisiknya tak jauh beda dengan Moo Shan Shan. Hanya umur mereka sedikit berbeda tipis.
"Aku mendengar rumor tentang mu. Kau yang telah menjual pil pil itu ke pada para konsumen ku kan?" Tanya kakek buyut.
Mirai mengangguk "Apakah kwalitas pil ku jelek?" tanya Mirai menghadap ke arah pria itu. Mereka saling bertatapan satu sama lain...
"Kwalitas pil mu sangat unggul. Oleh sebab itu, kau harus mengikuti ujian peracikan pil tingkat tinggi" Pintanya membuat kening Mirai mengerut.
"Apa maksud anda?'
__ADS_1
"Kabar tentang kwalitas Pilmu telah tersebar ke penjuru kota layaras, hingga membuat para Alkemis di tempat ini mendidih kala mendengar tabib muda peracik pil tingkat tinggi sepertimu. Jadi... Jika kau ingin kembali dengan selamat. Maka, kau harus ikut serta dalam kompetisi ini" tegas penguasa kota.
"Heh. Apakah itu sebuah ancaman?" tanya Mirai menyungingkan bibirnya.
"Bukan. Aku hanya sedang memperingatkanmu agar lebih hati hati ketika melangkah di luar kekuasaanku. Karna banyak orang hebat di tempat ini yang tak ingin tersaingi oleh keahlian seorang tabib muda sepertimu" Tegas penguasa kota.
"Maaf... Tapi aku tidak tertarik, tugasku masih bertumpuk di luar sana. Dan aku permisi jika tak ada kepentingan lainnya" Mirai segera memutar langkahnya menuju ke pintu keluar. Namun, kakinya seakan terkunci oleh sesuatu, ia merasa berat dan sulit bergerak.
"Apa ini?" bisik Mirai dalam hati.
"Wah wah. Tak sopan sekali, rupanya selain ahli meracik obat. Kamu juga pintar menyombongkan diri... Kau pikir kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Pria di belakangnya itu.
Nampaknya pria tersebut memiliki ilmu yang sangat tinggi hingga ia mampu menghentikan pergerakan Mirai seperti itu...
"Apa mau mu..." Mirai mendelik ke arah belakang.
"Heh. Apakah itu caramu bicara pada orang yang lebih tua" Tanya pria itu.
"Orang lebih tua... Jangan bercanda" Mirai menolak pernyataan tersebut.
Penguasa kota pun marah dan lekas menghempaskan tangannya. Seketika, Mirai seakaan terdorong oleh kekuatan spiritual. Pria yang terlihat santai di tempat tidurnya itu, mampu menghempaskan tubuh Mirai tanpa menyentuhnya.
"Sial!" bisik Mirai berusaha menahan tubuhnya dengan kaki kirinya agar ia tak jatuh mencium tanah. Dan alhasil, keseimbangannya cukup baik...
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Mirai.
"Yang ku inginkan adalah, kau ikuti kompetisi melawan para master alkemis di kota layaras"
"Maaf. Tapi ilmuku untuk menolong orang, dan bukan untuk pamer" Balas Mirai menegeaskan.
Lahi lagi penguasa kota tersinggung dan ia sedikit murka kali ini. Mirai kini malah terlilit masalah yang lebih besar lagi... Akankah ia mampu melewati masalah ini. Sedangkan persoalannya di sekte gunung Xingliun pun belum selesai sama sekali. Dan kini ia harus terjebak dalam kota layaras ciptaan Moo Shan Shan.
__ADS_1