
GAUUUURRRRR!!! Suara raungan sang monster kian menggema kala serangannya meleset beberapa saat.
"Mahluk apa itu!!" Mirai meloncat untuk menghindari serangan brutal sang monster.
GOAAAAARRR! Harimau putih dengan loreng warna biru itu terus mengejar langkah kabur Mirai dan menghempas-hempaskan kuku tajamnya beberapa kali ke arah tubuh Mirai.
"Sial! Kenapa dia malah menyerangku!" Umpat Mirai masih menghindari serangan mahluk tersebut.
BRAK!! Gerakan sang harimau sungguh cepat dan gesit membuat Mirai sedikit kewalahan "Mirai! Berfikirlah!" Bathin Mirai menggumam seraya tak berhenti berlari.
Setelah dia benar benar terpojok, ia lekas meraih kantung penyimpanan miliknya lalu meraih sesuatu di dalam sana. Ia harap, ia bisa mendapatkan senjata atau sebotol alkohol.
GRAP!! Dapat! Bisiknya, ia pun mengarahkan kepalan tangannya ke hadapannya. Namun sayang, saat kepalan tangan itu di buka, ia malah gelisah "Pil! Apa apaan ini!" Umpatnya.
Sang harimau putih bertumbuh gempal dan gagah itu melompati Mirai kemudian menghadang langkah kabur Mirai. BRAAAKKK! Harimau itu meraung si hadapan wajah Mirai. Mulut lebar di penuhi gigi runcing dan tajam itu siap mengoyak tubuh Mirai. Mirai yang panik kala berhadapan langsung dengan sang harimau raksasa itu pun mematung tak berkutik... Bau napas sang Harimau terasa menusuk hidung Mirai, seketika Mirai sadar bahwa dirinya ada dalam bahaya. Tanpa banyak berfikir, ia pun melempar kan pil itu ke mulut sang harimau yang kala itu terbuka lebar.
PLUK!
Sadar jika ada benda yang masuk ke mulutnya, sang harimau lekas membungkam mulutnya. Lalu ngarahkan cakar tajamnya ke tubuh Mirai yang kala itu berjarak 5 cm saja.
Breeett!! Tak bisa menghindar dari cakaran sang harimau putih itu, Mirai pun terpental beberapa meter kr belakang BUAK! Tubuhnya mendarat tepat di batang pohon. Mirai ambruk dengan posisi tengkurab, nampaknya sang harimau telah berhasil melumpuhkan Mirai, bahkan ada lima sayatan dalam di perutnya. Darah seketika berhambur...
"Uhuk! Uhuk! Sial! Sakit sekali..." Mirai berusaha bangun, namun karna luka nya yang dalam membuat gerakannya terbatas,
"Aku harus kabur... Jika tidak aku maka akan mati!" Bisik Mirai meringis... Susah payah ia mengangkat tubuhnya. Tapi hal tersebut sia sia... Moo Shan Shan yang melihat ke adaan Mirai di kejauhan malah tertawa "Hahahaha... Rasakan, kau pikir siapa dirimu hingga berlagak sok kuat' Umpat Moo Shan Shan puas.
Sang Harimau itu melangkah menghampiri Mirai secara perlahan. Langkah nya yang kian dekat, membuat Mirai sungguh gemeteran, ia berusaha merubah posisinya menjadi duduk dan kembali berusaha lagi untuk berdiri, ia pikir ia harus kabur... Tangannya bahkan mencengkram erat perut robek itu agar darahnya tak terlalu berhambur...
"Aku tidak mau mati!" Seketika Mirai berdiri meski tertatih tatih lalu berteriak demikian. Sang Harimau pun berlari cepat ke arah Mirai, Mirai sudah tak tahu harus melakukan apa...
__ADS_1
Kali ini... Tamatlah riwayatku. Bathin Mirai mengumpat, ia lekas memejamkan matanya lalu pasrah pada takdir hidup yang diberikan sang dewa untuknya.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Moo Shan Shan curiga pada Mirai. Padahal si harimau sedang menargetkannya sebagai mangsanya, tapi Mirai malah menutup matanya...
"Aku harus menyelamatkannya!" Moo Shan Shan yang sedari tado melayang di udara seketika turun ke bawah di mana Mirai berdiri. Namun, Moo Shan Shan seketika menghentikan langkahnya, sebab Harimau itu malah berdiam di hadapan Mirai, dan Harimau itu malah menjilat wajah Mirai dengan lidahnya yang lebar.
Sruuuppptt!
Pats! Mirai seketika membelalak "Aaahh!' pekik Mirai. Harimau itu terlihat bejalan jalan mengelilingi tubuh "Apa... Apa yang kau inginkan" tanya Mirai sedikit takut. Ia mundur dan harimau itu malah mengikutinya...
Mirai sesaat menyadari sesuatu... "Apa yang kau mau..." Tanya Mirai menatap harimau itu. Sang Harimau yang sedari tadi tampak jenaka itu pun mulai melipat kakinya lalu duduk patuh di hadapan Mirai seraya menjulurkan lidahnya.
"...Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tiba tiba baik padaku" tanya Mirai. Sang Harimau masih menatap mata Mirai seakan ingin bicara sesutu, Mirai pun tak bisa mengabaikan sang harimau tersebut. Meski ia kesakitan dan ketakutan, ia pun memaksakan diri untuk mendekati harimau itu. Seraya mencengkram perutnya yang terluka para, ia pun menyematkan tangannya di kepala sang harimau tersebut.
SRUK SRUK! Ia mengelus kepala Harimau itu dengan lembut "Maafkan aku..." Ucap sang harimau memejamkan matanya dan menunduk di hadapan Mirai. Mirai pun terbelalak dan melepas belaian tangannya dari harimau itu.
"Ya. Aku bisa bicara, karna kau telah memberiku pil energi pemulihan" balas sang harimau.
"Ini aneh untukku. Tapi, kenapa kau tiba tiba menyerangku?" Tanya Mirai sedikit marah.
"Menyerangmu? Ya aku menyerangmu, Karna kau memiliki bau tubuh seorang pembunuh" Balas Harimau itu kembali berdiri lalu berjalan mengitari tubuh Mirai.
"Pembunuh? Jangan bodoh... Tugasku adalah menyelamatkan nyawa seseorang. Membunuh adalah salah satu hal yang bertolak belakang dengan ke biasaanku" Tegas Mirai panjang lebar.
"Heh. Tapi indra penciumanku sama sekali tak pernah berbohong..." Ucap harimau itu mengendus tubuh Mirai secara seksama.
Dan ternyata ada hal yang di temukan sang harimau, Harimau itu menggunakan kuku tajamnya untuk mengait sesuatu yang tergantung di pinggang Mirai BRETT! Benda itu terjatuh "Apa yang kau lakukan dasar! Mirai berbalik lalu menatap dan memastikan benda apa sebenarnya yang jatuh.
"Plakat" Ucap Mirai seraya meraih plakat Milik Moo Shan Shan. Sang harimau pun menepis tangan Mirai dari pelakat itu...
__ADS_1
Plak!
"Aahhh!!" Mirai terpekik lalu mundur "Kau! Kenapa kau terus saja menyakitiku?" Bentak Mirai tak kuasa bersabar dengan monster itu. Sedangkan sang harimau, ia malah mengendus ke arah plakat itu dan mulai berkata "Rupanya. Bau itu berasal dari plakat ini..." tegasnya menatap Mirai dan berkata demikian.
"Tapi. Bagai mana bisa plakat itu yang jadi penyebabnya?"
"Siapa yang telah memberikan ini padamu? Apakah kau memang pemiliknya?" tanya sang harimau.
"Bukan. Aku bukanlah pemilik plakat itu, seseorang yang tak kukenal yang memberikan itu padaku. Untuk bisa masuk ke dalam tempat ini" Cerocos Mirai jujur.
"Belarti, orang tersebut tahu tentang pembunuh itu...' Dengus harimau.
"Apakah seseorang telah berusaha membunuhmu?" Tanya Mirai mengelus tangan sang harimau dan memeluknya. Harimau itu memejamkan matanya dan menyender di pucuk kepala Mirai.
"Di dalam plakat itu, telah tertoreh darah anak ku... Mereka membunuh dua anak kembarku hanya untuk membuatku patuh pada mereka" Tegas sang harimau.
Mirai ikut sedih dan mengelus tangan sang harimau itu lalu berkata "Semarah apapun. Jangan menaruh dendam dalam hatimu....dendam hanya akan melahirkan dendam baru, dan kalah menang sama sama merugi. Kalah jadi abu menang jadi arang..." tegas Mirai. Sang harimau pun seketika tunduk pada gadis itu...
"Siapa namamu?" tanya Mirai...
"Aku belum memiliki nama" Balas Harimau itu.
"Begitu ya, ...Namaku Mirai, senang bertemu dengan mu. Kelak jika kita bertemu kembali... Kau harus mengingatku" Pinta Mirai. Sang harimau mengangguk...
"Baiklah..."
"Jika kamu sudah baikan, aku akan kembali ke tempat asalku" Imbuh Mirai. Mendengar kalimat perpisahan, sang Harimau pun menghadang langkah Mirai. Mirai terdiam dan mengerutkan dahinya "Ada apa? Apakah kamu lapar?" Tanya Mirai.
Lalu si harimau membungkuk kan tubuhnya di hadapan Mirai kemudian memohon "Ijinkan aku menjadi binatang kontrak mu!" Pinta sang best spirit itu. Seketika Mirai membelalak tak percaya...
__ADS_1