
Grauung!! Suara raungan Xigua (Semangka) menggema di udara, setelah Mirai memanggilnya keluar dari kantung penyimpanannya.
"Master..." Ia mulai memanggil Mirai dan melangkah menghampiri Mirai.
"Xigua. Kita cari tempat makan, aku sangat lapar" Ujar Mirai.
"Aku juga master. Aku juga ingin makan..." balas Xigua.
"Baiklah... Ayo kita cari tempat kedai. Aku masih punya beberapa koin emas untuk bisa kita belanjakan" Imbuh Mirai. Mirai pun lekas naik ke atas punggung Xigua dan mengarahkan Xigua menuju sebuah kedai. Pusat kota layaras sungguh ramai oleh para penduduk yang lalu lalang dengan segala aktiftas mereka.
Ketika Mirai berjalan mencari kedai, tanpa sengaja hal itu membuat para penduduk terpana, Mereka sungguh terkesima oleh ke gagahan Mirai yang kala itu duduk di atas punggung binatang best spirit level 9 tersebut.
"Wah... Best spiritnya sungguh cantik. Aku sangat ingin memilikinya..." Bisik bisik...
Sadar akan kehadiran Xigua yang menarik banyak perhatian dengan mata mata jahat di penuhi rasa ingin juga iri... Akhirnya, Mirai pun putuskan untuk turun dari bast spiritnya lalu membawa Xigua ke tempay yang sedikit sunyi "Xigua. Sebaiknya ubahlah dirimu menjadi gadis kecil... Aku tak mau mata mata jahat mengelilingi perjalanan kita" Ujar Mirai.
Xigua mengangguk, ia mulai memfokuskan kekuatannya. Namun nampaknya perubahan itu memerlukan energi yang cukup besar. Hingga ia tak bisa melakukannya...
"Tidak bisa master. Energiku terkuras habis setelah kamu terluka parah waktu itu oleh cakaranku sendiri" Xigua mengeluh.
"...Bodoh. Aku yang terluka, bagaimana bisa jadi kau yang lemah... Jangan beralasan" Mirai marah.
"Kalau begitu. Apakah masih ada sisa pil pemurnian atau pil energi? Aku ingin salah satu dari mereka" Ujar Xigua.
"Kau sungguh manja..." Gumam Mirai seraya merogoh kantung penyimpanannya. Nampaknya Mirai sangat lama berkutat mencari pil yang di minta Xigua.
"Apakah pilnya habis?" tanya Xigua.
"Tunggu. Aku belum memutuskan, apakah pilnya habis ya?" Tanya Mirai pada dirinya sendiri...
"Tolong master. Sisakan sedikit untuk binatang kontrakmu ini" Rengek Xigua.
__ADS_1
"Tenang tenang..."
Lama berkutat, akhirnya Mirai pun mendapatkan juga sebutir pil energi "Yah. Hanya sisa satu..." Keluh Mirai membuang napas panjangnya.
"Tak apa. Satu pun sangat belarti untukku. Terimakasih master" Balas Xigua.
Mirai lekas melempar sebutir pil tersebut ke mulut Xigua yang kala itu terbuka lebar Hap!! "Setelah kamu memakannya. Lekas berubahlah..."
"Baik master" Xigua pun berusaha kembali hingga ia merubah penampilannya menjadi seorang gadis manis.
"Bagai mana master? Apakah aku cantik?" tanya Xigua.
Mirai menyungingkan bibirnya "Kau memang sangat cantik Xigua. Sebaiknya kita lekas keluar lalu makan dengan cepat. Karna banyak hal yang harus kita selesaikan. Tambah lagi, aku sama sekali tak menemukan si tua bangka itu..."Umpat Mirai kesal pada Moo Shan Shan yang menghilang tanpa jejak setelah meninggalkannya di kota entah berantah itu...
______
Mirai menemukan sebuah kedai yang sangat ramai. Hingga mereka pun berhenti di kedai itu "Pesan daging panggang, buat porsi besar ya" pinta Mirai.
"Master. Aku sangat lapar" Keluh Xigua.
"Tenanglah... duduk saja dulu seraya membernahi arang di perapian ini" Balas Mirai seraya mencongkel congkel arang oleh sebuah sumpit agar baranya tetap terjaga dan panas.
Pelayan pun tiba dengan pesanan yang Mirai inginkan, dua porsi daging dan satu mangkuk penuh nasi beserta sayuran pendampingnya "Waah... Daging!" Xigua meraih daging yang telah di potong tipis tipis itu lalu memakannya mentah.
Patss! Mirai menghentikan jepitan jemari Xigua yang hendak melahap daging mentah itu "Hentikan itu. Kau ada dalam wujud manusia sekarang. Jadi ikutilah tatakrama dengan baik saat kau makan" tegas Mirai. Xigua pun langsung mengerucutkan bibirnya lalu lekas menaruh kembali daging tersebut.
"Baiklah master. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Xigua.
"Ambilah sumpit lalu pengang seperti ini" Mirai mengajari Xigua makan dengan baik. Karna Xigua pintar, ia pun belajar dengan cepat.
"Master. Seperti ini?" tanya Xigua.
__ADS_1
"Pintar... Ayo sekarang kau coba bakar daging itu di perapian?" pinta Mirai.
Xigua pun mematuhinya dan memakan makanan di depannya dengan sangat lahap. Sadar akan kelakuan Xigua... Mirai pun menggelengkan kepalanya, lalu ia pun sibuk membakar daging daging itu di perapian dan membolak balikannya dengan sabar meski ia belum kebagian makan. Sebab Xigua sungguh terlihat sangat kelaparan.
"Makan lah yang banyak..." pinta Mirai. Xigua merasa beruntung karna memiliki master yang sangat baik dan perhatian sekali padanya.
Beberapa saat kemudian... GEEEEKKKHH!! Xigua sendawa dengan suara yang cukup keras gingga membuat seluruh orang menatap Mirai. Mirai tersenyum dan hanya bisa melemparkan tatapan manjanya pada setiap pengunjung.
"Dasar tidak sopan"
"Maaf. Tapi master, aku sungguh ngantuk" gumam Xigua.
"Kalau begitu kita keluar dan cari tempat bermalam" ucap Mirai. Xigua pun mengangguk...
"Pelayan. Tolong bonnya" Pekik Mirai melambaikan tangannya ke arah sang pelayan.
Pelayan menghampiri "Ah... Nona. Anda bebas makan sesuka anda di sini tanpa membayarnya" sang pelayan pun tersenyum manis ke arah Mirai. Mirai tercengang "Lho. Kok kenapa" ia mencercidkan alisnya.
"Karna anda adalah wakil penguasa kota layaras. Oleh karna itu, kami berhak memperlakukan anda seperti seorang ratu" balas sang pelayan cantik kedai itu.
"Apa. Wakil penguasa kota? Aku sama sekali bukanlah wakil penguasa kota..." Mirai mengelak. Nampaknya apa yang di katakan Xing Yue Zayn pun benar. Jika ia telah di tunjuk sebagai wakil penguasa kota layaras.
Sebagian ikut bahagia atas di tunjuknya Mirai sebagai wakil penguasa kota. Namun sebagian lagi murka, karna mereka pikir martabat kota layaras akan hancur jika di pimpin oleh seorang wanita. Dan juga mereka tak paham, bagai mana wanita lemah seperti Mirai yang malah di pilih sebagai wakil penguasa kota...
Nampaknya ke tidak adilan penguasa kota layaras itu mulai menimbulkan perselisihan. Hingga ada beberapa orang yang tak suka pada keputusan yang telah di pilih oleh penguasa kota Layaras. Dan kini, keselamatan Mirai terancam di kota itu gegara sebuah gelar yang tak pernah Mirai harapakan.
Sebab menyandang sebagai wakil penguasa kota layaras, memiliki arti, bahwa Mirai harus tetap tinggal di kota tersebut dan mengabdikan dirinya sebagai seorang penguasa kota seumur hidupnya.
"Tunggu tunggu. Jangan salah paham... Ini semua hanyalah sebuah kekeliruan besar" Elak Mirai berusaha menenangkan kegaduhan para penduduk yang ada di kedai tersebut.
"Kenapa penguasa kota tiba tiba memilihmu. Apakah kau telah memberikan tubuhmu para penguasa kota?" tanya wanita arogan itu datang lagi. Nampaknya Xue Jing tak senang karna sang penguasa kota telah mendapat kandidat penggantinya yang bukan berasal dari kota layaras.
__ADS_1
Jika ada yang lupa siapa Xue Jing. Dia adalah wanita galak yang hampir membunuh sang phonex surgawi.