
***
Mirai berkutat membalut luka yang telah ia jahit dengan kain seadanya. Kini pakaian yang Mirai kenakan sungguh semberawut tak karuan.
Moo Shan Shan yang sedari tadi ada di sana dan memperhatikan dengan seksama pun sungguh terganggu oleh penampilan wanita tersebut dan merasa tidak puas "Tatanan wajahmu seperti pengemis" Komen Moo Shan Shan seraya memperhatikan penampilan Mirai dari ujung rambut hingga ujung kuku secara seksama...
"Ini semua adalah salahmu' Balas Mirai mendelik tajam ke arah Moo Shan Shan.
"Jika penampilan mu begini buruk. Mana mau aku jalsn berbarengan dengan mu..." Gumamnya seraya melangkah menjauhi Mirai. Mirai kesal dan lekas meraih gunting dari kantung penyimpanan nya lalu menarik gaun merah Moo Shan Shan Dari belakang.
Breat! Breat! Dengan mudah pakaian Moo Shan Shan Mirai lubangi "Apa yang kau lakukan!" Marah Moo Shan Shan meraih gaunnya lalu membelalak sempurna.
"Sekarang penampilan kita sama kan?" Balas Mirai sungguh puas.
"Keterlaluan! Kau sungguh sudah membuat ku marah"
"Sama. Kau juga sudah membuatku marah..." Timbal balik Mirai. Meski perutnya terasa di remas remas, tapi sikap angkuhnya sama sekali belum berubah.
"Dasar! Baiklah... Karna misi di tempat ini sudah berhasil. Aku akan membawa mu ke tempat berikutnya" ucap Moo Shan Shan mulai bergegas merencanakan misi berikutnya.
CTIK!!! Mirai menjentikan tangannya untuk membuat binatang kontraknya sadar. Namun, tak ada jawaban dari best spirit nya "Kenapa dengan harimau ku? Kenapa dia tidak may menyahutku..." komen Mirai tak senang
Moo Shan Shan pun tertawa terbahak "Hahahah..." Nampaknya tawa Moo Shan Shan telah membuat Mirai sedikit marah.
"Kenapa kamu malah tertawa tetua?" Mirai sungguh geram himgga ia mengepalkan tangannya.
"Bagai mana dia akan menyahutmu sebagai majikannya. Kau sendiri belum memberimya nama" Jelas Moo Shan Shan masih melanjutkan tawanya yang menggelitik itu.
"Nama... Oh. Ia aku sama sekali belum memikirkan nama untuk Bast Spiritku..."
Mirai mulai membangunkan Bast Spiritnya yang pingsan tersebut "Gauuunggg!" Respon sang Bast spirit.
"Kau baik baik saja?" Tanya Mirai mengelus pucuk kepala harimau putih itu.
"Maafkan aku tuan, aku tidak berguna' ucap sang Harimau.
__ADS_1
"Tenanglah. Jangan panik... nampaknya Kita belum terbiasa terikat kontrak, jadi wajar saja jika kau syok ketika melihat lukaku"
"Ini semua adalah salahku. Mohon maafkan aku Master, karna telah melukaimu..." Harimau itu masih menunduk.
"Hentikan. Jangan pernah meminta maaf lagi... Sekarang, ayo kita berjuang bersama"
'Terima kasih master"
"Oh ia. Aku belum memberimu nama, kira kira nama apa yang cocok untukmu... Kalau ku pikir pikir, kamu memiliki warna putih yang bersih dan bercorak loreng biru... Bagai mana jika kamu ku beri nama Semangka?" Tanya Mirai.
Sang harimau terharu dan menitikan air matanya "Hahahaha... Nama macam apa itu? Hahaha semangka? Kau pikir harimau itu adalah buah santapanmu?" tawa Moo Shan Shan terpingkal pingkal.
"Kenapa kau keberatan? Bast Spiritku saja tidak berkomentar? Kau itu... Selalu saja membuatku geram" Amuk Mirai pada Moo Shan Shan.
"Baiklah... Baiklah. Sekarang kalian berdua sudah terikat satu sama lain. Sekarang, perintahkan Bast spiritmu untuk masuk ke dalam kantung penyimpanan mu" pinta Mok Shan Shan.
"Akan ku coba" Balas Mirai.
"Cepatlah... Karna kita akan segera pergi ke misi ke dua mu" Pinta Moo Shan Shan.
Mirai mulai mengarahkan telapak tanganya ke arah Semangka lalu berkata "Semangka! Masuklah ke dalam kotak penyimpanan ku!" Pinta Mirai masih mengarahkan telapak tangannya ke hadapan Semangka.
Sruk...
"Hebat. Kau memang wanita luar biasa, bukan hanya manusia yang patuh pada perintahmu. Bahkan Bast spirit level sembilan itu pun bisa kau taklukan. Kau memang bukan manusia sembarangan" puji Moo Shan Shan seraya menyungingkan bibirnya.
"Jangan banyak bicara. Ayo kita lekas lanjutkan perjalanan kita ke misi berikutnya. Karna waktuku tidak lah banyak... Aku tak mah membuang buang waktuku hanya untuk terjebak dalam portal bodoh mu ini tetua" Komen Mirai seakan tak sabaran pada misi ke dua yang akan Moo Shan Shan berikan padanya.
"Baik baik. Tapi sebelum kita datang ke tempat berikutnya. Sebaiknya kita ganti duku pakaian kita... Karna aku tak mau di cemooh gara gara pakaian yang telah kau robek itu" Racau Moo Shan Shan.
Moo Shan Shan lekas menjentikan jemarinya CTIK! Dan seketika pakaian Mirai juga pakaian Moo Shan Shan berubah menjadi baru.
Whuuassshh...
"Apa yang terjadi?" Bisik Mirai.
__ADS_1
"Kita pergi..." balas Moo Shan Shan memutar tubuhnya seakan memperlihatkan pakaian barunya pada Mirai.
Ctik! Lagi lagi Moo Shan Shan menjentikan jemarinya untuk kembali melakukan perjalanan waktu, Teleportasi...
Whuuusssh! Kini Mirai telah terhenti di sebuah keramaian, Mirai sendiri terlihat bingung. Apa lagi, ia tak dapati Moo Shan Shan di sampingnya "Kemana lagi pria tua bangka itu pergi..." Bisik Mirai menelisik sekeliling.
Sadar tak ada tanda tanda keberadaan sang tetua, Mirai pun melangkah lurus ke depan "Sekarang apa lagi yang ingin pria itu perbuat padaku?" bathin Mirai menggumam.
Buak! Buak! Terdengar seseorang telah memukuli sesuatu, suara pukulan tersebut terdengar sungguh jelas.
"Ada hal apa di depan? Apakah ada yang sedang berkelahi?" Tanya Mirai sedikit curiga. Apa lagi di hadapannya telah berkumpul masyarakat kota tersebut seakan menyakisikan sebuah pertunjukan.
"Ada apa itu?" tanya Mirai pada penduduk kota tersebut.
"Itu... Di depan ada seorang wanita muda, ia sedang memarahi Bast spirit miliknya. Bahkan ia memukuli Bast spirit tersebut dengan sebuah cembuk bergerigi. Hingga tubuh Bast spirit miliknya terluka parah" jawab seorang penduduk kota entah berantah itu.
"Apa? Kenapa dia melakukan hal itu?" Mirai sedikit marah ketika mendengarkan hal tersebut...
Akhirnya Mirai pun meraksak kerumunan warga tersebut lalu muncul di hadapan sng gadis brutal tersebut "Bangun! Sial... Kenapa kah tidak mau patuh padaku! Apakah aku harus membunuhmu terlebih dahulu!" amuk Wanita itu seraya terus saja memukuli tubuh sang Bast Spirit yang tak berdaya itu. Seluruh tubuhnya telah terluka dan bulu bulu bast spirit berjenis burung rajawali itu berguguran. Nampaknya Bast Spirit tersebut sedang sakit hingga ia terluka parah akibay hantaman cambuk bergerigi dari majikannya.
Mirai mengepalkan tangannya, lalu ia pun menghampiri sang majikan brutal itu kemudian mencengkram tangan nona muda tersebut sehingga cambuknya tertahan. Nona muda itu menoleh dan berkata "Lepaskan! Siapa kau hingga berani, menyentuhku!" Amuk wanita itu melotot tajam ke arah Mirai.
"Jika kau memukulinya terus menerus. Maka dia akan tewas!' Marah Mirai.
"Ini bukan urusanmu!" Marah nona muda itu.
"Jika kau sudah tak menyayangi bast spiritmu, kenapa kau tidak membatalkan kontrak mu saja!' Bentak Mirai.
"Sudah ku bilang ini bukan urusanmu! Lagi pula. Dia bukanlah binatang kontraku... Dia hanyalah mahluk besar tak berguna! Mana mau aku mengikat kontrak dengan burung kotor ini!" Amuk Nona muda itu.
"Jika kau tidak menyukainya... Maka lepaskan saja dia!" Bentak Mirai.
"Apa. Lepaskan? Enak saja kau bicara... Aku baru saja membelinya di tempat lelang. Mana mau aku melepaskannya setelah aku membelinya dengan harga mahal. Lagi pula siapa kau berani beraninya ikut campur dengan masalahku. Apakah kau tak tahu siapa aku yang ssbenarnya...?"
"Aku tidak perduli tentang identitas atau jati dirimu. Yang jelas, kau sudah menyakiti binatang tak bersalah itu!"
__ADS_1
"Cih. Arogan sekali, berlagak sok jagoan... Jika kau menginginkan binatang ini. Lekas keluarkan seribu keping emas untuk menebusnya. Maka aku akan melepaskan bast spirit bodoh ini dari cengkraman tanganku!" Tegas Wanita arogan tersebut.
Mirai sedikit tersentak mendengar permintaan wanita arogan tersebut... Bagai mana pun juga, Mirai tak memiliki koin emas sebanyak itu...