
***
Tinggal dua babak lagi kompetisi akan segera berkahir, sang penguasa kota menaruh harapan besarnya pada Mirai.
"Kau yakin dia akan menang?" tanya Moo Shan Shan menatap Xing Yue sinis.
Xing Yue memang sedang resah saat ini. Mau bagai mana pun juga, Xitian adalah lawan yang tidak mudah di kalahkan... Tinggal empat peserta lagi yang mengikuti ajang kompetisi tersebut.
"Hemmm... Kita lihat saja nanti" Xing Yue lekas mencebikkan bibirnya. Ia tersenyum menyunging... Netranya sinis kala menatap panggung arena.
"Para hadirin! Kita sambut! Empat peserta kita yang tersisa, Di grup A... Ada nona Xin Mirai yang akan melawan Sachi. Kemudian di Grup A.... Ada master Xitian melawan Ling Long. Mari kita beritepuk tangan yang meriah untuk para peserta terkuat di kompetisi ini!" Seru sang kru panitia penyelenggaraan kompetisi.
Seketika, suara gemuruh dan tepukan tangan mulai menyapa empat kandidat pemenang kompetisi Alkemis tersebut...
"Wwuuhh! Master Xitian! Berjuanglah! Kami mendukungmu!" Master Xitian adalah jawara alkemis dari kota layaras.
"Berjuanglah Ling Long! Kau harus menang!" kubu sebelah kanan adalah pendukung Ling Long yang di kepalai oleh Xue Jing yang arongan. Tapi kali ini Xue Jing hanya bisa menyuport Ling Long. Setelah ke datangan Mirai ke kamar rawatnya malam itu. Ia sungguh ke hilangan ke kuasaannya... Di kejuahan Ling Long mengangguk diam.
"Xin Mirai! Xin Mirai! Xin Mirai! Berjuanglah Wakil penguasa kota layaras!" Seru para penduduk kota layaras sungguh antusias dan bersemangat kala menyaksikan pertandingan akhir yang mendebarkan itu.
"Nona Sachi bersemangatlah!" Teriak para pendukung kubu Sachi. Sachi adalah gadis alkemis dari dunia bawah kedua setelah Mirai yang menang hingga babak tersebut.
__ADS_1
"Baiklah! Bersiaplah para peserta! Babak semifinal telah di mulai! Pertandingan grup A! Xin Mirai melawan Sachi! Siap... Bersedia! Mulai..."
Sachi mulai dengan kekuatannya yang hebat. Ia mengerahkan tenaga dalamnya dengan lembut dan mengatur suhu api tungku nya dengan cukup baik.
Mirai pun berbuat demikian, Kemampuan Sachi tak kalah jauh dengan Mirai. Mereka bahkan memiliki cara dan kemampuan yang sungguh identik.
WHUSSSSHHH!! Mirai segera memasukan bahan bahan herbal berkualitas tinggi yang ia dapat di babak pertama. Ia belum menggunakan bahan bahan itu karna para lawannya terlanjur di diskualifikasi dari atas tersebut.
Whusssshhh! Mirai mengerahkan sebagian tenaga dalamnya ke arah tungku api tersebut demi menciptakan pil tingkat tinggi.
Sachi meliuk liukan tangannya, meski tangannya brkutat, tapi netranya terus saja sibuk meneliti gerakaan Mirai. Nampaknya Sachi melakukan hal tersebut karna ia sedikit meniru cara Mirai meracik obat.
Poww!! Beberapa saat kemudian, tungku pun mulai siap di buka... Proses pembuatan Pil pun mulai selesai. Mirai membuka tungku api itu dengan tenaga dalamnya. Setelah tungku di buka, Powww! Cahaya kuning ke emasan mulai bersinar dari dalam tungku itu. Tapi belum nampak sesuatu yang muncul...
sachi pun membuka tungku itu dan keadaan yang sama pun timbul. Cahaya kuning ke emasan dari tungku Sachi pun mulai keluar, Poooww! Tak lama setelah itu, sebutir pil pun lekad naik ke permukaan, di atas tungku itu Sachi berhasil menciptakan Pil tingkat tinggi terbaik. Dan jumlahnya sebutir saja...
"Huaaaahhhhh! Hebat! Pil tingkat tinggi!! Hebat Sachi lah pemenangnya!" Seru para penonton.
"Hebat sekali. Peserta kota sungguh luar biasa! Dia berhasil menciptakan sebutir pil tingkat tinggi. Beri tepuk tangan yang meriah untuknya!"
Huaaaaa! Sorak sorai para penonton pun makin semarak memberi tepukan tangan untuk Sachi "Akulah pemenangnya. Kau kalah telak dariku!" Sinis Sachi menatap tajam Mirai dengan kalimat olokan.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu... Bagai mana dengan ini!!" Mirai menaikkan hasil kerja kerasnya itu. Tangan yang di penuhi energi positif itu mulai di arahkan ke tungku tersebut. Kemudian, satu Pil tingkat tinggi berukuran besar pun mulai muncul.
"Apa!! Tidak mungkin!" Pekik Sachi membelalak.
"Huaaaahhh! Ukurannya lebih besar dari milik Sachi. Pemenangnya adalah... Tunggu tunggu! Ada apa ini?" Kru Pelaksanaan kompetisi di buat tercengang oleh hasil pil yang Mirai buat. Rupanya bukan hanya satu pil besar yang telah di buatnya... Melainkan tiga Pil tingkat tinggi yang jarang di ciptakan. Pil tersebut berkhasiat memanjangkan umur, membuat awet muda... Cerdas dan lebih berwibawah.
"HUAAH!!" Semarak kota layaras tertuju pada ciptaan Mirai. Kini ia tak bisa di bandingkan dengan siapa pun! Pil yang ia buat berdiameter besar dan berjumlah 3 pcs. "Hebatnya..." Bisik Sachi menggumam. Ia lekas menjatuhkan dirinya di lantai dan duduk lemas.
"Aku... Kalah" Lemasnya. Ia menata wajahnya yang mulai berubah muram. Mirai menghampiri Sachi lalu mengulurkan tangan persahabatan untuknya
"Jangan menyerah. Ke gagalan adalah awal dari ke berhasilan" Ujar Mirai.
Sachi yang tadinya ingin menyalahkan Mirai pun mulai berubah sikap. Ia tersenyum dan mulai meraih tangan itu "Terimakasih kawan! Kau memang pemenang sesungguhny!" sachi berdiri dan Mirai lekas memeluknya "Jangan menyerah. Jadilah pemenang saat kau berhasil menyelamatkan nyawa pasienmu"
Sachi pun mengangguk "Mari kita menjadi teman" pinta Sachi.
"Tentu..." Mirai menyambut Sachi dengan hangat hingga pertemanan baru pun di mulai... Xue Jing marah besar tapi ia tak bisa melakukan apapun karna racun yang di tinggalkan Mirai dalam tubuhnya.
"Uuuh kenapa dia selalu saja!!" amuk Xue Jing mengepalkan tangannya kesal.
Di grup B Ling Long menang dan akan menjadi lawan berikutnya di babak final... Siapa yang akan menang? Ling long kah atau Mirai?
__ADS_1
Next episode...