
***
Jika Xigua dan Mio terpisah dari rombongannya. Juga nasib Mirai belum di ketahui antara hidup dan mati...
Maka berbeda dengan nasib Ling Long dan Xue Jing yang telah sampai lebih dulu di arena penyelanggaraan Kompetisi "Kenapa dia?" tanya Panitia kompetisi.
Para panitia kompetisi itu lekas berhambur ke arah Ling Long dan Xue Jing dengan sangat tergesa gesa dan begitu camas.
"Lukanya parah sekali. Tapi, siapa yang telah melakukan jahitan di lukanya? Bahkan balutan nya sangat rapi... Ini adalah hal yang luar biasa" Gumam para panitia tampak takjub.
Sebelumnya tak pernah ada tehnik pengobatan luka dengan cara di jahit. Karna di jaman itu, seluruh pengobatan di lakukan secara alternatif karna kurangnya pengetahuan dan terbatasnya peralatan.
"Nona saya, tiba tiba di serang orang tak di kenal hingga ia menjadi seperti ini" Bohong Ling Long berusaha menyelamatkan nama baiknya di mata publik.
Apa boleh buat, Orang tua Xue Jing adalah orang yang berpengaruh di kota tersebut. Hingga Xue Jing sungguh di hormati orang orang di kota layaras. Dan jika panitia tahu dialah yang melukai Xue Jing, maka tamatlah riwayatnya.
"Begitu kah? Kalau begitu ayo bawa ke pusat perawatan" Para kru panitia terlihat bodoh karna percaya begitu saja pada bualan Ling Long dan tak menaruh rasa curiga padanya, hingga mereka pun lekas membawa tubuh Xue Jing yang tak berdaya itu ke pusat trauma.
"Hebat sekali. Apakah kau yang telah menjahit dan membalut luka anak itu?" Tiba tiba Ou Tian Feyn mendakati Ling Long dan bertanya demikian.
Ling Long pun tersentak kaget "T-tidak. Maksudku ia..." balas Ling Long.
__ADS_1
"Benarkah?" Ou Tian Feyn tentu saja tak percaya begitu saja. Karena ia hapal betul cara perewatan tersebut hanyalah di miliki oleh Mirai.
"Te-tentu saja aku yang telah melakukakannya..." Tak ingin terlibat masalah besar karna bualannya di ketahui oleh Ou Tian Feyn, Ling Long memilih meninggalkan Ou Tian Feyn.
Baru saja melangkah sejengkal saja, tangan Ling Long malah di tarik Ou Tian Feyn "Berhenti. Di mana kau bertemu dengan wanita tabib itu?" tanya Ou Tian Feyn mengerutkan dahinya. Bahkan netranya mencercid tajam.
Ling Long bersikeras menyelamatkan nama baiknya, hingga ia pun menarik tangannya kasar "Diamlah. Jangan bertanya hal aneh... Siapa yang kau maksud wanita tabib itu? Akulah tabib yang telah menyelamatkan nyawa nona ku dari tangan orang jahat!" Ling Long bicara demikian dan ia pun lekas menjauh dari hadapan Ou Tian Feyn. Sedangkan Ou Tian Feyn hanya mematung saat menatap punggung Ling Long yang hampir menghilang.
"Kenapa perasaan ku sangat buruk. Aku ingin mencari putri mahkota dan memastikan apakah dia baik baik saja...?" Bisiknya dalam hati.
Saat kaki Ou Tian Feyn hendak menghentak tanah rawan hutan kematian, tiba tiba Zyan menepuk pundak Ou Tian Feyn Hingga membuatnya terkejut "Hei kawan! Kamu kemana saja? Aku mencarimu kemana mana eh ternyata kamu malah ada di sini" celetuk Xi Zayn bicara nyerocos sampai sampai Ou Tian Feyn tak bisa menjawab satu persatu pertanyaannya.
"Eh. Aku..." Netra Ou Tian Feyn mendelik ke arah hutan itu dan ingin secepatnya pergi untuk mencari Mirai. Namun, Zayn malah datang dan membuatnya tak bisa berbuat apa apa.... Nampaknya Xi Zayn dan Ou Tian Feyn menjadi salah satu kru panitia kompetisi.
"Semoga perasaan ku salah. Semoga putri mahkota baik baik saja..."
Ou Tian Feyn pun berlalu... Di istana kota layas, hati penguasa kota tiba tiba terasa tak nyaman "Hari ini. Ada apa dengan hari ini, kenapa aku merasa ajalku makin dekat saja?" tanya Xing Yue pada dirinya sendiri.
"Heh... Apakah karna kelopak bunga di pot ini tinggal tersedia beberapa helai saja? Hingga aku bisa bisanya merasa jika aku akan tewas hari ini juga..." tanya Xing Yue seraya menghampiri bunga rose merah itu lalu mengelusnya lembut.
Saat Xing Yue sedang menatap dan menjamah kelopak bunga itu, tiba tiba ia kedatangan tamu tak di undang
__ADS_1
WHUSSSHHH!!
Xing Yue sama sekali tak menoleh ke arah di mana tamu itu datang "Yue. Kau sudah melihat sesuatu?" Tanya Moo Shan Shan melangkah pelan ke arah Xing Yue yang saat itu tampak santai saja merespon ke datangan Moo Shan Shan.
"Melihat apa? Aku hanya sedang memperhatikan bunga milikku" Balasnya ringan tanla beban.
"Kau sungguh ceroboh. Tidak kah kau lihat, langit mulai terlihat mendung tiba tiba dan kilatan petir silih berganti an menyambar garang di atas langit siang ini?" tanya Moo Shan Shan curiga dan berusaha mengingatkan Xing Yue.
"Lalu apa hubungannya dengan ku?" tanya Xing Yue menatap datar Moo Sha Shan
"Bodoh, tidak kah kau rasa ada yang aneh. Kaisar langiy seakan memberi kan sebuah pertanda, lewat aura kegelapan ini... Apakah kau tak curiga? Bagai mana... Jika Wanita itu telah berhasil membangkitkan Shu Feng si penguasa kegelapan!! Apakah kau siap, jika dia menuntut balas pada kita?" Tanya Moo Shan Shan.
Mendengar nama Shu Feng. Membuat Xing Yue membelalak "Tidak mungkin! Jangan sebutkan nama itu di sini!" amuk Xing Yue memaki Moo Shan Shan. Amukan Xing Yue membuat hancur ruangan itu. Seluruh barang barang yang tertata rapih di kamarnya itu seketika hancur lebur tak bersisa.
Hanya dengan amukannya saja Xing Yue mampu menghancurkan segala sesuatu... Bagai mana jika terjadi pertarungan di antara Xing Yue dan Shu Feng. Sudah bukan hanya kehancuran, melainkan malapetaka besar yang sudah pasti akan menghancurkan kota layaras.
Keberadaan Shu Feng dan Xing Yue terasa seperti dua kutub yang berbeda, di antara mereka tak bisa di satukan satu dama lainnya. Malah terus saling bertolak belakang satu sama lain selama ratusan tahun...
Moo Shan Shan Kian resah atas petanda alam yang cukup exstrim ini menyapa kebangkitan Shu Feng.
Akan kah, Xing Yue menerima kebangkitan kembali Shu Feng yang hendak menginjakan kakinya di kota layaras. Atau kah akan terjadi perpecahan dua kekuatan besar yang mampu melenyapkan kota tersebut... Karna mau bagai mana pun, kekuatan dua pria hebat itu sangatlah dasyat.
__ADS_1
Dan Moo Shan Shan bukan layan yang tepat untuk menghentikan kekuatan besar ke dua pria tangguh itu.
Bisakah mereka bertemu tanpa bertarung? Simak kelanjutannya...