
***
"Xigua keluarlah!" Pekik Mirai lantang.
Boom! Xigua menghadap seketika itu.
"Hamba master"
Tanpa banyak bicara, Mirai lekas melempar pil yang selalu di sukai mahluk tersebut, sehingga ia pun berubah wujud BOOMMM!
"Master. Apakah ada masalah besar? Kenapa wajahmu terlihat sangat cemas'
"Xigua. Ada masalah besar di istana... Dan aku menjadi tersangka utamanya..." Jelas Mirai.
"Apa? Sungguh mengesalkan sekali. Kenapa juga harus master yang mendapatkan dakwaan ini?"
"...Aku juga kurang paham. Jika di biarkan berlarut larut, mereka pasti akan menahanku dan memberikan sangksi atas dakwaan tersebut"
"Lalu. Kita harus bagai mana?" Tanya Xigua.
"Malam ini... Kita mengendap ke kediaman pangeran Fu Rou. Aku sedikit mencurigainya sebagai otak pembunuhan ini... Bagai mana pun juga, pria itu adalah pria sebatang kara yang di lupakan pihak istana. Dan dia tak pernah di akui... Hingga ia berusaha keras untuk menonjolkan dirinya dan segala ke hebatannya... Aku yakin. Dialah pelaku utamanya"
"Tunggu master. Kita tidak bisa sembarangan menuduh" pinta Xigua.
"Lalu bagai mana?" Mirai sedikit tersinggung.
"Malam ini, mari kita menyusup ke faviliunnya... Tapi, aku akan merubah penampilan kita agar tak terlihat mencolok"
"Apa maksudmu?" tanya Mirai mengerutkan dahinya.
"Sihirku akan merubah penampilanmu menjadi seeekor serangga master. Agar kita bisa leluasa masuk ke kediaman pangeran Fu Rou bagai mana menurutmu master?" Saran Xigua sungguh berguna. Mirai hanya bisa mengangguk tanpa banyak bicara.
"Bagus. Malam ini kita akan lancarkan rencana tersebut"
"Baiklah... Apa ada hal lain yanv master butuhkan?" Tanya Xigua.
"Untuk saat ini aku tak membutuhkan apapun. Namun, bisakah kamu pergi ke kota dan membelikan ku bebarapa tanaman obat obatan berkualitas tinggi" Mirai lekas mengeluarkan plakatnya juga beberapa kantung uang.
__ADS_1
"Baik master" Xigua mengangguk lugas.
Usai mencatat, Mirai pun lekas memberikan daftar pesanannya. Xigua meraihnya seketika itu ia pun menghilangkan tubuhnya "Heh. Sihirnya, kian hari kian berguna saja" Umpat Mirai seraya menyungingkan bibirnya.
Ia pun mulai duduk bersila di atas ranjangnya seraya. Ia menarik napas nya teratur hingga merasa sedikit rileks, segala unek unek di hatinya sesaat mereda dan ia pun mulai memejamkan matanya.
Seketika Mirai mulai masuk ke dalam daerah kekuasaan Shu Feng. Mirai terlihat membuka mata di tempat yang begitu gelap tanpa cahaya sedikitpun...
Seraya menata langkah perlahan, ia pun celingukan kanan kiri untuk mencari keberadaan Shu Feng dalam tubuh Mirai.
"Shu Feng... Di mana kau?" tanya Mirai masih mencari.
Meski biasanya ia enggan bertemu mahluk itu, tapi kali ini... Mirai sungguh berharap dia menampakan wujudnya di depan matanya.
"Sial. Kemana dia pergi? Apakah dia sudah tidak bersemayam lagi dalam tubuhku?" tanya Mirai dalam hatinya. Ia menggumam kan isi hatinya didalam kekuasaan mahluk itu. Hingga Shu Feng pun mendengarnya dengan sangat jelas "Aku di sini..." Serunya.
Mirai menaikan atensinya ke atas dan di lihatnya pria tampan berambut perak segera menghampirinya.
Guru... Bathin Mirai menggumam...
"kau sedang mempermainkan ku? Dasar mahluk aneh... Kenapa kau tidak masuk bui saja?" Bentaknya.
"Masuk bui? Hahahaha... tempat itu hanya berlaku untuk seseorang yang telah menyegelku. Tubuhmu kan aku yang pilih, jadi aku bebas dan lebih leluasa kala melakukan exsistensiku..." Tegasnya masih terkekeh.
"Lalu kenapa kau merubah tubuhmu menjadi pria yang paling aku hormati. Keterlaluan..." Umpat Mirai keasal.
"Pria inilah yang selalu muncul dalam ingatanmu... Jadi aku menggunakan tubuhnya saja untuk menata wujudku" balasnya.
"Menyebalkan"
"Lalu. Apakah kau ingin aku berubah menjadi pria yang kau cintai?" Tanya Shu Feng.
Shu Feng pun mulai merubah wujudnya menjadi sosok tegas berdada profesional. Mirai terbelalak di buatnya "Tidak! Jangan sosok itu... Kau ini malah mempermainkanku!" Mirai kesal. Sebab Shu Feng merubah wajah dan penampilannya menjadi panglima Ou Tian Feyn.
"Kenapa? Apakah kau malu..." Shu Feng menghampiri Mirai dengan sosok tersebut.
__ADS_1
"Hentikan. Aku datang kemari bukan ingin mendengarkan candaanmu. Ada masalah serius di istana dan itu menyebabkan ku di sudutkan" tegas Mirai. Tapi karna wajah Shu Feng menirukan Ou Tian Feyn. Wajah Mirai jadi merah meski tatapan tersebut bukanlah Ou Tian Feyn aslinya.
"Wah wah. Daya kejut pria ini sungguh efektif. Jantungmu bahkan sampai berdetak tak karuan begitu" goda Shu Feng terus saja mempermainkan Mirai tanpa menghiraukan curahan isi hati Mirai terkait ke getiran yang terjadi di istana.
"Tolong jangan bercanda. Aku datang menemuimu karna sungguh ada hal yang gawat telah terjadi di istana Ming" tegas Mirai kembali mengingatkan Shu Feng.
Mana bisa Fokus, Shu Feng kini menggoda Mirai begitu dekat seakan di pelupuk matanya "Apa yang kau inginkan. Dasar genit!! Lagi pula, panglima Ou Tian Feyn tidak pernah berlaku se genit ini, kau sungguh menjijikan..." umpat Mirai mengoceh tak karuan. Apa boleh buat, Shu Feng telah membuat nya kesal. Shu Feng mempermainkan Mirai habis habisan. Ia bahkan meraih tangan Mirai lalu mengecupnya.
Mirai menarik tangan Shu Feng dan memutarkan tubuhnya ke dada kekar itu. Ia pun menarik ke depan untuk membanting Shu Feng, apa boleh buat kesabaran Mirai sudah sampai pada batasannya.
Mirai menarik sekuat tenaganya "Ugh!" Mirai mendesis, nampaknya Mirai kesusahan kala ia ingin melukai Shu Feng di daerah kekuasaannya.
"Sial, kenapa aku tidak bisa membantingnya. Lagi pula entah kenapa tubuh Shu feng sangat berat seperti batu" bathin Mirai menggumam.
"Semudah itukah kamu menyrahkan diri mu ke dalam pelukanku?" goda Shu Feng membalas perlakuan kasar Mirai dengan sebuah pelukan.
"Hentikan! Jangan kurang ajar!" Mirai kini malah masuk ke dalam permainan Shu Feng yang sungguh menggelikan.
"Diamlah. Bukankah pelukan ini yang kau harapkan dari panglima mu?" Tanya Shu Feng pecicilan.
"Kau! Kau terlaluan! Lepaskan aku... Menjijikan! Kau menggunakan penampilan panglima dan melecehkanku. Panglima Ou Tian Feyn tak pernah melakukan hal menjijikan seperti ini" cerocos Mirai.
Shu Feng tak berpengaruh dan ia malah terus saja tertawa "Kenapa? Aku boleh saja melakukan apapun sesuka hatiku. Lagi pula ini adalah daerah kekuasaanku?" Elak Shu Feng masih enggan melepaskan dekapannya.
"Jangan bicara seenaknya! Kau lupa? Jika ini adalah tubuhku! Akulah pemilik tubuh ini... Sebagai bayaran sewa, kenapa kau tidak menghargaiku... Cepat lepaskan!" Pinta Mirai masih berontak.
"Sewa... Hehehe, bagai mana jika bayaran sewanya adalah tidur besama ku?" Godanya lagi.
"Jika kau melecehkanku lebih dari ini. Maka aku akan menemui tetua Moo Shan Shan untuk mengeluarkan mu dari tubuhku! Menyingkirlah kau sangat genit dan menjijikan' Amuk Mirai menginjak kaki pria di belakangnya itu.
Jeak!!
"Heh. Kau sungguh keterlaluan, baiklah... Aku akan melepaskanmu... Bukan karna injakan kakimu yang tak belarti bagiku itu. Namun, karna kau mengenal Moo Shan Shan dan segala sifatnya... Baiklah aku menyerah" Shu Feng mundur dan melepaskan pelukannya.
Mirai berbalik lalu memutar tendangannya Pak! Shu Feng menahannya.
Hampir saja serangan mendadak itu mengenai wajah Shu Feng yang menyamar menjadi panglima, Shu Feng menahan kaki Mirai hingga Mirai ke susahan "Kaki yang indah..." Elusnya.
__ADS_1
Sial! Kenapa ada mahluk semenjijikan ini hinggap di dalam tubuhku... Bathin Mirai menggumam.