Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Terselamatkan


__ADS_3

***


Pawww!!


Tungku api mulai terbuka seakan memancarkan cahaya sedikit terang, Nampaknya setelah kerja keras Mirai yang menguras energi itu ... Akhirnya terciptalah beberapa butir pil obat "Kita berhasil!" pekik Mirai sedikit menerbitkan senyumannya.


Mio terpana, sesaat ia mematung kala menatap Mirai yang tengah menunjuk dua jemarinya ke arah lubang tungku yang telah terbuka itu.


Srak! Srak! Tangannya ia hempas hempas kan ke belakang bah tengah menari padahal ia sedang membuka segel... Kemudian setelahnya, Energinya seakan di alirkan ke dua jari telunjutknya itu, WHUSSSSSS, lalu beberapa butiran pil hitam seperti kotoran kambing pun keluar dari dalam tungku... dan satu persatu hinggap di telapak tangan Mirai yang kala itu tengah menadah.


Trak! Trak! pil itu mulai ia genggam dan ia pun lekas menyerahkan pil pil tingkat tinggi itu ke tangan Mio...


"Minumkan satu butir pil ini pada ibu suri... aku akan segera mengobati permaisyuri sekarang juga' Pinta Mirai. Mio pun mengangguk "baiklah..."


Sedikit heran pasti di benak Mio, tapi... meski ia tak yakin akan pil yang ada di telapak tangannya. Ia pun segera melanjutkan langkahnya untuk meminumkan satu pics pil itu ke mulut ibu suri "Mohon maaf yang mulia. Silahkan telan pil ini..." Mio memasukan pil yang itu ke mulut Ibu suri. lalu memberinya seteguk air dan kemudian ibu suri pun menelannya.

__ADS_1


GLUK...


"Anda akan baikan setelah menelan pil ini" tegas Mio. Ibu suri tersenyum dan lekas meraih wajah Mio dan mengelus nya lembut "Terimakasih kalian adalah tabib tabib yang baik... aku hari ini pasti akan tiba, Tepat hari ini pun kalian datang menolong kami... aku sungguh sangat yakin... pasti akan ada orang orang baik seperti kalian yang akan menyelamatkan kami" ulang ibu suri dengan nanar berbinar. ibu suri tersenyum bahagia meski beberapa tetesan basah mulai mengalir di pelipis nya.


Mio sungguh senang, ini pertama kalinya dalam hidupnya ia bisa melakukan ke baikan bagi orang lain. Ia merasa hidupnya jadi berarti setalah ia bisa melakukan hal luar biasa itu... Apa lagi kini ia bisa menolong orang seperti yang dilakukan Mirai "Ibu suri... lekas lah sembuh, para rakyatmu sudah lama menantikan kehadiranmu..." Ujar Mio memberi semangat pada wanita paruh baya yang tampak rentan itu.


"Terimakasih... aku tak akan menyiakan nyiakan kebaikan kalian. Akan ku gunakan sisa hidupku untuk mengayomi rakyat rakyatku dengan baik..." Ibu suri terharu begitupun Mio. Mereka bercengkrama bersama tapi tidak bagi Mirai.


Srak! Bats! Ia masih berkutat dalam pengobatan permaisyuri... energinya terkuras habis, Ia berusaha sekeras mungkin untuk mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh permaisyuri. Cara yang ia lakukan tak berbeda jauh dari caranya mengobati ibu suri.


Plak! Punggung permaisyuri di tepuk keras oleh kedua telapak tangannya hingga timbul suara se demikian rupa "Akh!" Permaisyuri terpekik seraya darah di mulut nya berhamburan keluar hingga menyembur ke bilik pengobatan. Sang kaisar panik bukan kepalang kala menyaksikan darah mulai menggaris lurus ke bawah di bilik pengobatan.


Raja yang dilanda gundah gulana pun lekas menurunkan atensinya dan menekuk wajahnya.


"Semoga... Kita secepatnya mendapatkan kabar baik terkait keselamatan mereka... aku sungguh ingin mereka lekas sehat seperti dulu lagi" Sedih kaisar. penasihat kerajaan lekas menepuk bahu rajanya dan kembali mengantarkan nya ke singgah sananya

__ADS_1


Selir agung sungguh senang kala melihat keadaan itu... ia menginginkan sebelah bibirnya dan menggunakan dalam hatinya Aku sangat berharap... jika pengobatan tabib agung gagal total... heh. kalian pikir kalian bisa mengendalikan jarum racun yang telah aku ciptakan itu... heh, tak semudah itu... aku harus melakukan sesuatu Bathin Selir agung, ia kembali menarik kedua pipinya dan tersenyum simpul tampak senang. Bagai mana pun juga ia sungguh bersikeras ingin melenyapkan ibu suri dan permaisyuri. Ambisinya untuk pangeran Li Bai sungguh besar. Jika sampai ibu suri dan permaisyuri tiada... Ia akan naik tahta dan di nobatkan sebagai wanita nomor satu di kerjaan Hong. lalu pangeran Li Bai akan menjadi putra mahkota dan bukanlah pangeran Li Zhau anak sulung dari permaisyuri yang kelak akan jadi putra mahkota dan naik tahta ke singgahsana kaisar. Selir agung sangat terobsesi akan tahta yang ada di kerajaan Hong. Dengan demikian, setelah Li Bai naik tahta... Selir agung bisa menyingkirkan Raja dengan mudah setalah dua wanita itu tiada. Padahal pangeran Li Bai tak pernah berfikir hingga sejauh itu, pikirannya bertolak belakang dengan ambisi sang ibu. Ia lebih memilih bahagia berkumpul bersama saudara saudaranya. Dan mengesampingkan status kelahiran mereka...


"Mio! Putri Mio... tolong cabuti jarum jarum itu! Energiku sudah hampir habis... hosh hosh! jangan biarkan jarum jarum itu kembali masuk ke dalam tubuh wanita ini!" mendengar suara Mirai yang sudah terpenggal senggal itu membuat Mio lekas mengalihkan pandangannya dari ibu suri ke arah Putri mahkota.


"Baik!" sesegera mungkin, Mio mencabuti seluruh jarum di tubuh permaisyuri.


"Satu dua tiga... aahh,. jarum di tubuh permaisyuri berjumlah enam... Apakah akan bertambah lagi" Tanya Mio menatap Mirai.


"Uhuk!!! Uhuk!!" Mirai terluka parah. Energi vitalnya hendak habis... dan ia mulai ke bilangan penglihatan hendak oleng.


"Putri mahkota!!!" Pekik Mio membelalakkan netranya ke arah Mirai.


"Panglima Ou Tian Feyn! Tabib agung hendak tumbang!" Pekik Mio. Seketika Itu Tian Feyn berdiri dan melangkah lebar ke arah bilik lalu segera menangkap tubuh Mirai yang tengah terkulai lemas... darah di mulutnya sungguh banyak hingga jatuh mengenai pakaiannya.


"M_Mio... lakukan tugasmu. Selesaikanlah... berikan obat herbal itu padanya. Dan panglima... jangan biarkan siapapun keluar dari aula ini... apapun alasan nya" Pinta Mirai kemudian menutup matanya. Tian Feyn sangat panik kala melihat ke adaan Mirai yang sungguh memprihatinkan kan itu. ia mengepalkan tangannya dan seketika membuka beberapa lembar pakaiannya. Mio membelalakkan netranya lagi atas kelakuan Ou Tian Feyn yang cebul.

__ADS_1


PLAK! Kelima jemari lentik Mio lekas mendarat di pipi panglima Ou Tian Feyn dan memberinya tanda merah pekat nampak seperti tato alami bergambar telapak tangan. Ou Tian Feyn hanya bisa membelalakkan sembari menghentikan gerakannya yang memaksa itu.


"Beraninya kau menyentuh Putri mahkota di saat ia sedang tak berdaya!! lancang sekali kau!" Amuk Mio menatap garang ke arah Ou Tian Feyn. Tapi gertakan Mio tak Ou Tian Feyn gubris. ia tetap pada pendiriannya...


__ADS_2