Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Jamuan istana...


__ADS_3

***


Kedatangan Mirai dan panglima Ou Tian Feyn di sambut meriah oleh pihak istana... Hingga membuat bola mata Mio berbinar dan takjub.


Kenapa putri Mahkota Hyr In begitu populer di kerajaan ini. Apa yang sudah ia lakukan sebenarnya... Bahkan aku tak pernah menyangka jima pihak istana kekaisaran Hong akan begitu antusias dalam menyambut putri mahkota. Sungguh prestasi yang luar biasa... Aku saja tak mungkin mendapatkan pujian dan pujaan sepeerti ini. Bathin Mio menggumam.


Jamuan kerajaan...


"Silahkan tabib agung" para kasim memberikan jamuan istimewanya dan para dayang pun melayani dengan sangat sempurna juga ramah.


"jangan panggil aku dengan sebutan itu... Lagi pula ilmu medisku tak sehebat kedengarannya" Ujar Mirai menolak pujian yang berlebihan dari para mentri dan jajaran pihak istana lainnya.


"Oh ia. Jika boleh saya tahu, siapa nama anda? Dan apa marga anda... Apakah kluarga anda terdahulu adalah seorang tabib profesional yang sama seperti anda?" tanya sang raja bertubi.


Pengeran Li Zhau lekas menyela pembicaraan. Ia lekas memberi hormat pada ayahnya dan mulai menjelaskan "Yang mulia... Bisakah anda membiarkan tabib agung untuk berlistirahat terlebih dahulu? Nampaknya mereka ke lelahan karana perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke istana ini" ujar Li Zhau.


"Hahaha. Benar, aku lupa... Silahkan, kau boleh beristirahat. Pengawal! Tolong perlakukan mereka dengan lembut" pinta raja Hong.


Mirai dan yang lainnya kembali di arak menuju faviliun yang telah di siapkan pihak kerajaan secara istimewa "Putri mahkota Hyr In. Sebenarnya aku tak menyangka jika kamu bisa melakukan ilmu pengobatan... Selama ini aku tak pernah melihatmu melakukannya. Apakah kau yakin kau bisa menyembuhkan penyakit?" Tanya Mio tak percaya.


"Entahlah. Tak ada salahnya kan mencoba" Balas Mirao singkat. Lantas saja jawaban itu membuat Mio marah hingga tumbuh rasa takut di hatinya "Putri mahkota Hyr In! Yang benar sjaa? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tak bisa melakukan ilmu pengobatan itu? Jika terjadi sesuatu pada kita... Maka habislah. Aku bisa bisa mati terkurung di istana bawah tanah" Tangis Mio ketakutan.


"Kenapa kau berpikir bahwa kita akan mati mengenaskan di penjara bawah tanah istana ini?" Tanya Mirai.

__ADS_1


"Karna yang aku dengar! Permaisyuri dan ibu suri kerjaan Hong sudah lama sakit. Dan penyakitnya sangat misterius... Hingga tak ada tabib yang bisa menyembuhkannya. Bahkan ada puluhan tabib yang menjadi korban hingga nasibnya tak di ketahui" Jelas Mio.


Mirai yang bersemangat sedari tadi pun lekas menghentikan langkahnya "Yang benar?" Tanya Mirai.


"Tentu saja, aku sudah dengar berita ini sebelumnya... Dan pihak istana lain pun bahkan sudag mengetahuinya. Kenapa putri mahkota tidak tahu akan hal ini" Imbuh Mio.


"Jika benar... Ada para tahanan di bawah tanah yang jadi korban penyakit misterius Ibu Suri dan Permaisyuri kerajaan Hong. Maka aku tak akan tinggal diam... Aku harus bicara dengan raja Hong jika begini' Cerocos Mirai.


"Tunggu Putri mahkota... Sebalum kita bertindak baiknya kita pikirkan rencana ini matang matang. Jika kita semberono... Maka bukan hanya kita yang jadi korban... Tapi putri Mio dan para tahanan itu akan dalam bahaya" Ujar Panglima Ou Tian Feyn.


"Benar. Lebih baik kita pikirkan rencananya dengan sangat baik... Agar tak ada pihak yang di rugikan atas keputusan tersebut" Mendengar nasihat Ou Tian Feyn juga Mio membuat hati Mirai merengut. Ia pun mulai kembali tenang dan tak bertindak semberono...


Hingga Mirai juga Mio mulai sampai faviliun yang telah di siapkan pihak kerajaan untuknya...


***


Fei si terbangun dengan begitu malasnya, ia berusaha keras membuka kelopak matanya yang terus terpejam dan enggan terbuka "Eemmm... Sial. Cuaca sudah begitu siang. Dan aku sulit sekali bangun... Cih, bagai mana bisa aku terlalu mabuk semalam hingga kepalaku terasa sangat berat" Bisiknya seraya berusaha membuka matanya.


Akhirnya setelah berusaha keras membuka mata, Fei Si pun mulai bangun... Kepalanya terasa sakit dan ia pun kembali merebahkan tubuhnya. Netra yang telah terbuka itu ia cercipkan beberapa kali... Lalu ia pun menelisik ke segala penjuru ruangan "Kamar ... Wen Tian?" Bisik Fei Si lekas bangun namun tangannya terganjal sesuatu, ia pun lekas menoleh ke arah tangan kanannya yang tertindih sesuatu.


Deg!


Dilihatnya, Wen Tian tertidur lelap dengan memeluk tangan Fei Si erat erat. Bahkan yang lebih membuat Fei Si marah adalah mereka tidur tanpa mengenakan busana selembar pun. Dan Fei Si sungguh risih "Sial! Kenapa... Kenapa aku lagi lagi melakukannya dengan wanita ini!" Bathin Fei Si menggumam.

__ADS_1


"Emmmhh..." lenguh Wen Tian makin menggelayut di tangan Fei Si.


"Bangun" Bentak Fei Si.


"Emmh... Putra mahkota, kenapa bangun sepagi ini. Ayo kembali tidur dan buat aku makin lemas" Ujar Wen Tian menggoda Fei si dengan menyamatkan telapak tangan Fei Si di salah satu dada montok miliknya.


"Ayo putra mahkota... Lakukan lagi, aku akan membuatmu sangat lelah dan terkesan olehku" Ujar Wen Tian.


Fei Si membelalakan matanya, dan lepas menghempas tangannya dari salah satu gunung bulat padat Wen Tian "Lepaskan! Lancang sekali kau menggoda putra mahkota!" Bentaknya lekas meraih kimono malamnya yang berwarna purih ke emasan itu lalu mengenakannya "Tapi putra mahkota! Bukankah semalam kita melakukannya dengan penuh gairah" Wen Tian menghentikan pergerakan Fei si dengan memeluknya dari belakang.


Bats!


Fei Si lagi lagi menghempas perlakuan gatal Wen Tian ketika kontak fisik dengannya "Jangan harap aku akan melakukan nya lagi denganmu!" Bentak nya.


Wen Tian tersinggung "Tapi kenapa? Kenapa tiba tiba anda berubah sikap begini! Bukankah aku lah wanita yang selalu anda puja? Hingga anda membunuh beberapa istri anda yang lainnya. Bukankah itu demi menikahi saya?" Tanya Wen Tian pecah dalam tangisan nya.


"Heh. Jangan konyol... Itu hanyalah khayalanmu saja' Bentak Fei Si mulai bangun dan melangkah ke luar kamar itu.


"Yang mulia! kenapa anda begitu berubah drastis! Apa yang membuat anda berpaling dari saya!" teriak Wen Tian memohon pada Fei Si untuk menjadikannya wanita satu satunya di hidupnya sesuai janjinya dulu.


"Heh. Kenapa? Kau tak usah tahu alasannya. Yang jelas... Aku sudah puas menikmati tubuhmu dan aku mulai bosan. Jadi... Jangan berharap hal yang tak mungkin dariku" Jelas Fei Si mencecah dan menghina Wen Tian sebelum ia pergi dari kamar tersebut.


Sreeet! BRAK! Pintu di seret lalu di tutup. Dan akhirnya Fei si pergi dari kamar itu. Sedangkan Wen Tian, ia mulai larut dalam amarah dan segala kebenciannya...

__ADS_1


"Tega sekali kau putra mahkota... Setelah puas, kau mau mencampakan aku. Tak mungkin, akan ku balas... Jika aku tak bisa memiliki mu. Maka tak ada wanita yang menjadi permaisyurimu... Aku yang akan membunuh Putri mahkota Hyr In!" bisik Wen Tian teracuni oleh kebenciannya hingga ia pun kalap mata.


__ADS_2