Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Bermalam di kota Layaras


__ADS_3

Mirai di tempatkan di sebuah kediaman yang sangat megah. Seluruh ruangan tempat tersebut sangat luas hingga cukup untuk tempat mereka bertiga.


"Ini dia tempat tinggal sementara hingga kompetisi di mulai" Ujar Xi Zayn melentangkan tangannya seraya menunjukan beberapa skat ruangan di kediaman tersebut.


"Ruangan nya sangat luas. Bahkan lebih luas dari faviliunku di istana Ming... putri mahkota..." Tukas Putri Mio tampak terkesima.


"Benar. Ruangan ini sangat luas, tapi... Mohon maaf, bisakah saya tidur di luar saja?" sela Panglima Ou Tian Feyn terlihat canggung kala harus di satukan tempat tinggalnya bersama para putri.


"Oh benar juga. Anda adalah seorang laki laki" Xi Zayn sigap menggeruk pipinya yang tam gatal.


Sementara Mirai dan putri Mio saling menatap satu sama lain, nampaknya mereka heran pada pria di hadapannya itu "Xi Zayn itu polos atau bodoh sih" bisik putri Mio menyungingkan sebelah bibirnya seraya mengerutkan jidatnya.


"Husss... Jangan begitu" Komen Mirai menegur putri Mio yang blak blakan.


"Kalau begitu. Anda bisa bermalam di kediaman saya. Hanya saja, letak kediamannya agak sedikit jauh dari kediaman para putri" Imbuh Xi Zayn berusaha memberi jalan keluar.


Panglima Ou Tian Feyn kembali mengembangkan senyumnya "Terimakasih atas ke baikan anda. Tapi... Rasanya, saya lebih nyaman tidur di atas pepohonan atau genting... Agar saya bisa menjaga putri mahkota dan putri Mio dengan intrents" elak panglima Ou Tian Feyn pada tawaran Xi Zayn.


Xi Zayn sedikit cemas pada panglima, sebab mau di lihat dari mana pun juga tak mungkin ia membiarkan panglima tidur di pohon karna memang panglima bukanlah binatang (monyet). Atau membiarkan panglima tidur di genting karna dia juga bukan burung. Sambil menggaruk pipi kirinya, Xi Zayn kembali menyarankan panglima.


"Sebaiknya, anda tidur di kediaman saya... Karna, pangaman istana Penguasa kota sangatlah ketat... Jadi tak mungkin jika ada mata jahat yang bermaksud mencelakai kedua putri yang anda hormati ini" Tegas Xi Zayn.


"Tapi..." Panglima nampaknya kekeh. Ia menatap wajah putri mahkota sedikit lama, ia merasa sangat khawatir kala meninggalkan dua wanita itu di dunia entah berantah tersebut.


Putri mahkota sekit tak nyaman akan tatapan Panglima yang begitu mengkhawatirkannya itu. Hingga ia pun lekas mendorong punggung panglima dan mendekatkannya ke ke arah Xi Zayn sembari berkata...


"Pergilah. Jangan khawatirkan aku... Kamu ingatkan aky bukanlah wanita cengeng... Tenaga ku sangat kuat, aku akan baik baik saja. Jadi jangan khawatirkan aku ya... Lekas istirahat lah" Pinta Mirai menjauhkan Panglima dari sampingnya.

__ADS_1


Jika tidak di paksa, pria ini mana mau meninggalkan kediaman ini. Dan lagi, dia begitu bodoh nya hingga rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menjagaku dan putri Mio. Sungguh pria yang penuh perhatian dan tanggung jawab... Beruntung sekali wanita yang kelak menjadi istrinya. Gumam Bathin Mirai.


"Tapi putri..." Ou Tian Feyn menatap dengan ratapannya.


"Sudah sudah... Lekas lah beristirahat sesuai yang di katakan putri mahkota. Jangan terlalu khawatir padanya... Dia kan punya bast spirit legenda. Jadi... Banyak penjagaan malam ini. Percaya saja pada putri mahkota" Ujar Putri Mio. Akhirnya, mendengar penjelasan putri Mio tentang penjagaan sang bast spirit. Panglima pun mau menurut hingga mengikuti langkah Xi Zayn "Semoga kerasan tinggak di kediaman baru ini..." ujarnya.


"Terimakasih... Kami akan membersihkan diri lalu istirahat. Dan panglima... Kau jangan khawatirkan putri mahkota ya. Karna dia punya suami..." Bicara demikian seraya menutup pintu kamar tersebut cukup keras seakan membentak batin panglima Ou Tian Feyn.


Brak!


Mio mengatur napasnya, dadanya naik turun seakan menahan sebuah amarah "Ada apa dengan mu putri Mio?" Tanya Mirai sedikit heran.


"Tidak ada!" suaranya meninggi seakan membentak.


"Yakin tak ada hal yang membuatmu marah?" tanya Mirai mencercidkan sudut matanya.


"Aneh?" jawab santai Mirai tanpa exspresi yang belarti.


"Ya. Aneh... Aku saja yang awam dapat merasakan tatapan aneh dari pria itu" Ujarnya terus melangkah menghampiri Mirai hingga jarak di antara mereka tersisa beberapa senti.


"Pria itu? Maksudmu Xi Zayn? Ada apa dengannya... Dia bukan orang jahat. Tapi memang sih dia agak sedikit lemot dan bodoh..." balas Mirai menunjuk ke arah tersebut. Seketika putri Mio menepuk jidatnya "Astaga, putri... Ini bukan tentang orang asing itu. Ini adalah tentang panglima Ou Tian Feyn!" Tegas Mio membuat pandangan Mirai seketika teralihkan kearahnya.


"Panglima? Ada apa dengannya? Kenapa tiba tiba kamu menyinggungnya?" Mirai sedikit tersinggung kala Mio mencurigai pria itu.


"Ia. Dia... Aku melihat tatapannya, perhatiannya dan kelembutannya... Aku melihat semuanya dengan jelas. Oleh mata kepala ku sendiri"


"Bicara yang jelas. Aku tidak suka seseorang dengan gaya bicaranya yang bertele tele" Mirai mulai duduk di kursi sakan menghempaskan tubuhnya sesaat, kemudian meraih cangkir di hadapannya lalu menyeruputnya pelan.

__ADS_1


"Perhatian panglima Ou Tian Feyn sangat berlebihan dan itu menunjukan... Bahwa dia menyukaimu!" Tegas putri Mio dengan suara yang lantang. Mirai yang hendak meneguk teh hangat beraroma nikmatpun seketika urung oleh sedakan yang menyiksa di tenggorokannya


"Uhuk! Uhuk! Uhuk uhuk!" Mirai tersedak seteguk teh hangat itu. Mio panik dan lekas menepuk nepuk punggung Mirai "Putri mahkota! Kamu baik baik saja?" Teriak Mio panik.


Mirai seakan tercekik oleh sedakan itu, ia pun mulai mengatur napasnya pelan pelan "Hosh! Uhuk... Uhuk, kau ingin membunuhku ya?" Mirai sedikit menatap tajam putri Mio.


"Membunuh? Bagai mana bisa seseorang tewas karna sebuah kecerobohan. Putri mahkota tersedak karan teh itu... Jadi salahkan saja cangkir itu" Putri Mio yang polos menjingkrak kesal karna di tuding sebagai alasan Mirai tersedak.


"Sudah sudah... Sebaiknya aku pergi berendam. Tubuhku sudah bau kecut karna perjalanan tadi... " Mirai kembali menaruh cangkir di genggamannya lalu bangkit dan segera melangkah menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya.


Tinggal lah Mio sendiri di ruangan itu... Ia merenungkan kejadian singkat tadi. Sesaat lamunannya terbayang kemarahan kilat Mirai, kala Putri menyinggung soal perasaan panglima yang jelas jelas menaruh hati pada Mirai...


"Kenapa putri mahkota marah padaku?" tanya Mio para dirinya sendiri, dia agak sedikit kesal karna perhatian panglima Ou Tian Feyn yang berlebihan itu, nantinya akan membuat hati putri mahkota tercuri hatinya. Dan pada akhirnya nanti, hubungan Mio dan putri mahkota akan renggang seiring waktu... jika saja Putri mahkota lebih memilih panglima itu ketimbang kakaknya sendiri.


"Aku tidak mau. Jika putri mahkota dan putra mahkota akan berpisah gara gara panglima Ou Tian Feyn merayu putri mahkota habis habisan" gumam putri Mio seraya mencengkram pakaiannya di telapak tangannya dengan pandangan pilu.


"Hikss..." Beberapa tetes basah mulai menggenangi pelupuk mata wanita itu.


Sementara Mirai... Ia sibuk menenggelamkan kepalanya di dalam kolam pemandian kediaman sementara kota layaras. Banyak sekali beban di kepalanya yang berputar putar tanpa komando.


Meski pangeran Fu Rou telah di tahan, tapi ia masih belum menyelesaikan banyak persoalan lainnya. Seperti jasad Shu Feng, kompetisi yang tak ingin ia ikuti... Juga gelar penguasa kota yang tak pernah ia harapkan.


Lalau ia juga dihadapkan dengan sebuah keinginan tentang rencana perceraiannya dengan Putra mahkota.


Keputusan yanv Mirai ambil tentang perceraiannya sudah sangat bulat, Meski demikian di balik keputusannya itu akan ada seseorang yang tersakiti, itu adalah putri Mio... Putri Mio pasti akan sangat sedih dan terpukul...


"Cih. Dasar manja... Kelak dia akan tahu betapa sulitnya menjadi orang dewasa. Untuk saat ini, dia memang belum bisa memutuskan baik atau buruk nya seseorang. Tapi, semoga saja jodohnya kelak tak bejat seperti kakaknya" gumam Mirai dalam luapan emosi yang entah pada siapa harus ia utarakan selain pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2