Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Di hadang?!


__ADS_3

Istana Ming...


Faviliun Mirai sudah rapi dan terlihat lebih baik, ruangan yang ia hancurkan kembali sudah semuanya di perbaiki. Fei Si sudah membersihkan tubuhnya lalu memakai pakaian yang paling indah untuk menarik perhatian Mirai.


"Kemana putri mahkota? Sudah agak gelap di luar tapi ia belum juga kembali..." bisik Fei Si gelisah. Ia terus saja mondar mandir di dalam Feviliun milik istrinya.


"Sebaiknya aku keluar, lalu mencari Ou Tian Feyn. Dia pasti tahu keberadaan Istriku" bisik Fei Si. Ia lekas keluar area kamarnya dan mencari Ou Tian Feyn sang jendral yang kini menjadi bodyguard istrinya.


"Anda mau kemana yang mulia?" Sapa para dayang yang biasa menguntit Putra mahkota dari belakang.


"Aku akan mencari Ou Tian Feyn di posnya" Balas Fei Si dengan wajah masam.


"...Ampun putra mahkota. Tapi, sejak fajar.. Jendral Ou Tian Feyn belum kembali" Tegas para dayang. Langkah Fei Si yang lebar tiba tiba saja berhenti


"Belum kembali?" Tanya nya sembari membalikan badannya ke arah sang dayang yang tadi ambil suara.


"Ia putra mahkota..." Dayang itu menunduk dan gemetaran ke takutan setelah Fei Si menatapnya tajam.


"Heh. Kemana dia pergi?" tanya Fei Si mengepalkan tangannya karna kesal.


"Dia pergi bersama putri mahkota" Imbuh seseorang keluar dari kerumunan para dayang. Netra Fei Si lurus menatap ke arah kerumunan. Lalu keluar lah Wen Tian, ia melangkah menghampiri Fei Si tanpa rasa gentar.


"Apakah anda tahu kemana mereka pergi hingga selarut ini?" Wen Tian bernyali besar dengan mengusik ke sabaran Fei Si.


"Dari mana kau tahu? Bagai mana kau bisa tahu jika Ou Tian Feyn pergi bersama putri mahkota ku!" Tegas Fei Si menusuk Wen Tian dengan tatapannya yang tajam dan di penuhi gejolak.

__ADS_1


"...Aku tahu karna, Ada kasim yang berkata demikian. Ia tak sengaja melihat bahwa Ou Tian Feyn naik ke benteng lalu menarik putri mahkota untuk keluar dari istana secara mengendap endap" Cerocos Wen Tian tanpa henti ketika berkata demikian.


Fei Si percaya pada Mirai dan merasa bahwa Mirai bukanlah tife wanita murahan seperti orang di depannya. Fei Si pun murka dan lekas meraih leher jenjang Wen Tian dan membantingnya ke dinding "Aakkhh! P-pu- putra mahkota..." Desis Wen Tian tampak menderita setelah satu tangan kekar Fei Si menekan batang lehernya.


"...Aaah!" Para dayang lain terpekik dan gemetaran kala Wen Tian mendapatkan perlakuan menyakitkan dari Fei Si.


"Jaga bicaramu. Putri mahkota ku tak mungkin melakukan hal menjijikan seperti itu! Dia bukan tife wanita murahan seperti dirimu!" Cengkraman tangan Fei Si kian ketat dan menipiskan oksigen di tenggorokan wanita yang hendak jadi selirnya itu.


"Ampun yang mulia... Uhuk!" Wen Tian meraih sesuatu di dalam lengan pakaiannya dan setelah ia mendapatkan barang itu secara susah payah. Ia pun menyemprotkannya ke wajah Fei Si "Aahh!" Cairan itu ia semprotkan pas di depan wajah Fei Si yang fokus...


Hingga Fei si pun kepedihan karna cairan itu masuk ke dalam pupil matanya 'Sial! Apa ini!"


"Uhuk... Uhuk!" Wen Tian terlepas dari cekikan Fei Si. Ia pun lekas menyemburkan cairan yang lebih mirip Farfum itu ke seluruh tubuhnya.


Fei Si yang sedari tadi menunduk dan menutup wajahnya. Tiba tiba merasa kan hal yang aneh, ia mencium wangi yang begitu menggoda dan setelah ia cari akhirnya ia menemukannya "Kau..." Ia menatap Wen Tian dan begitu terpesona olehnya. Ia pun menarik tangan Wen Tian dan membawanya ke Faviliun miliknya. Akhirnya niatnya untuk bertemu dengan Mirai pupus di tengah jalan... Sebab Fei Si tidak mampu terlepas dari farpum pemikat buatan Wen Tian hingga memaksa hasrat libio Fei Si untuk tidak mengabaikan Wen Tian malam itu... Akhirnya sudah bisa di tebak. Bahwa Fei Si kembali menghabiskan malam penuh keringat panas di faviliunnya. Itu adalah hal yang paling memuakan bagi putri mahkota... Maka, sebesar apa pun cara Putra mahkota memperbaiki hubungan mereka. Mirai sama sekali tak mau menggubrisnya...


"Ibu. Apakah anda sudah agak baikan?" tanya Permaisyuri menengok ibu suri dengan membawa seorang tabib yang biasa merawat ibu suri.


"Aku agak meriang setelah memakan obat obatan dari tabib ini" Ujar Ibu suri. Permaisyuri mengelak "Mana mungkin... Gelarnya adalah tabib istana Ming. Ia tak mungkin salah memberikan obat" Elak Permaisyuri.


"Benar yang mulia. Obat obatan yang saya berikan pada anda sangatlah bagus dan itu merupakan hasil racikan ku selama bertahun tahun" Imbuh sang tabib berusaha menyakinkan ibu suri.


"...Hari ini aku tidak mau meminum obat" Ujar ibu suri ia lekas merebahkan dirinya di matras.


"Ibu suri. Mohon minumlah obat nya... Sebab saya sangat khawatir pada anda. Jika terjadi hal buruk karna kesehatan anda menurun... Anda bisa membuat saya terluka" pinta permaisyuri tampak khawatir.

__ADS_1


"Ini saya akan mencampurkannya ke dalam teh. Agar rasa pahitnya hilang" Sanhg tabib berinisiatif.


Ada yang ingin melenyapkan anda di istana ini. Jadi jangan percaya pada orang lain terutama orang orang terdekat anda yang mulia... Karna, bisa jadi dialah yang manabur racun racun mematikan itu. Jika anda memakan atau meminumnya... Maka ada akan mengalami kematian menyiksa yang perlahan lahan. Ibu suri ingat dengan jelas ujaran Mirai yang kala itu memperingatkan ibu suri untuk tak sembarangan mempercayai orang orang di sekelilingnya.


Permaisyuri masih menatap ibu suri... Apakah permaisyuri yang ingin melenyapkan ibu suri? Karna ia begitu ingin berkuasa di samping suaminya. Jika Ibu suri tiada, maka statusnya sama dengan kaisar... Ia menjadi permaisyuri utama dan ia juga bisa menggeser kaisar lalu menggantinya dengan putra mahkota kala Kaisar lengser dari singgah sananya... Ibu suri gelisah dan ia enggan meminum obat itu.


Putri mahkota... Lekas lah kamari, tolonglah aku... Bathin ibu suri meracau hebat.


***


Usai makan malam di kerajaan Hong, Mirai putuskan untuk melanjutkan perjalan menuju ke istana Ming dan pulang lalu istirahat. Meski sang raja berat untuk melepas Mirai, tapi ia pun mempersilahkan Mirai bersama rombongannya pulang malam malam.


"Para tentara perang ku akan mengawal perjalanan kalian hingga perbatasan. Karna di sana sangatlah berbahaya jika gelap menyapa" Jelas Kaisar Hong.


"Terimakasih atas kebaikan anda yang mulia... Kami pamit"


"Hati hatilah di jalan. Kami sangat berterimakasih padamu... Sebagai penghormatan karna kebaikan mu. Aku akan mengukirmu dalam sebuah prasasti" Ujar Kaisar.


"Jangan terlalu berlebihan yang mulia... Hamba tak sehebat itu" tolak Mirai secara halus.


"Jangan sungkan. Kelak jika kau kembali mampir ke Istana ku... Maka sepanjang jalan, kau akan menemukan patung Tabib agung dan dua pelayannya" Tegas raja seraya terbahak...


"Sebaiknya. Bukalah sebuah rumah tabib gratis di kota... Bantulah rakyat yang tidak memeliki uang untuk mengobati diri mereka. Jika kwalitas penduduknya baik... Maka niscaya kerajaan anda akan sangat makmur...." Tegas Mirai. Raja mengangguk angguk ibu suri dan permaisyuri melambaikan tangan di dalam ruang jamuan. Apa boleh buat, mereka masih lemas karna kehilangan banyak nutrisi.


Akhirnya Mirai dkk pun kembali menemupuh perjalanan pulang di kawal puluhan prajurit perang di belakang kuda yang Ou Tian Feyn tunggangi bersama Mirai. Sedangkan Mio mengikuti dari belakang dengan perasaan yang kacau... Ia di risih karna tak bertemu dengan Wuxi. Nampaknya wanita muda itu jatuh cinta pada pria bawel yang menurutnya ke kanak kananakan itu...

__ADS_1


Sampailah di perbatasan setalah menempuh jarak yang begitu lama... Benar saja, Bukan sekedar omong kosong belaka... Rupa rupanya, perbatasan itu sangatlah berbahaya... Sebab baru sampai. Kuda Ou Tian Feyn sudah berontak karna di depannya telah berdiri ratusan bandit yang siap memotong motong tubuh Mirai dkk jika mereka tak mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Serahkan barang barang berharga milik kalian!" Tegas Kepala prompak itu. Ia mengenakan topeng yang terbuat dari besi juga beberapa pedang yang tajam bermata dua.


__ADS_2