Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
kabar baik


__ADS_3

Brughhh!!


Mirai terjatuh di pelukan panglima Ou Tian Feyn... darah dari mulutnya yang berhamburan itu seketika di bersihkan dengan saputangan milik Ou Tian Feyn.


Tian Feyn sangat panik kala melihat ke adaan Mirai yang sungguh memprihatinkan kan itu. Suhu tubuh Mirai menurun drastis, mungkin. karena energi vitalnya telah terkuras habis... ia pun geram karena Mirai terlalu memaksakan dirinya. Ou Tian Feyn mengepalkan tangannya dan seketika itu ia kalaf, ia membuka beberapa lembar pakaian Mirai.


BREAAKK! Suara pakaian rapuh ketika Ou Tian Feyn menariknya hingga rapuh. Mio membelalakkan netranya lagi ke arah Ou Tian Feyn. Ia sungguh marah atas kelakuan Ou Tian Feyn yang cebul dan tak sopan ada permaisyuri...


PLAK! Kelima jemari lentik Mio lekas mendarat di pipi panglima Ou Tian Feyn dan memberinya tanda merah pekat nampak seperti tato alami bergambar telapak tangan. Ou Tian Feyn hanya bisa terdiam merasakan panas nya tamparan itu sembari menghentikan gerakannya yang memaksa.


"Lancang sekali kau! Kau pikir kau itu siapa?!" Amuk Mio. Tapi... nampaknya, Ou Tian Feyn tak mau mengambil pusing sikap Mio dan kembali membuka pakaian Mirai lalu mendudukannya di dapannya.


"Kau!!!" Mio tambah marah saja. Tapi setelah ia menyimak apa yang di lakukan Ou Tian Feyn. Mio pun sedikit tersentak... Tian Feyn memberikan gerakan tangan berkutat seakan membuka portal... sementara setitik energi mulai terkumpul di kedua telapak tangannya itu.


PLAK! ia memeluk dua telapak tangannya di pundak tengah Mirai pas di tengah tengah... rupanya Mio slah tentang Ou Tian Feyn yang tergesa gesa kala membuka setengah pakaian Mirai. Ternyata Ou Tian Feyn sedang membantu Mirai... ia mengalirkan sebagian tenaga dalamnya untuk wanita di depannya itu.


WHUSSSSSS....


Beberapa saat kemudian... suhu tubuh Mirai mulai kembali netral, dan Ou Tian Feyn lekas beralih dari duduknya... Ia segera berdiri dan mendelik ke arah Mio "Tolong bantu membenahi pakaian Putri mahkota... saya harus segera mencari penasihat" Ujar Ou Tian Feyn dengan nada dingin dan wajah yang datar.


Mio tak memberikan jawaban karena ia masih tak percaya, ternyata Mirai dan Ou Tian Feyn salah orang orang yang hebat... Bathin Mio menggumam.


"Penasihat..." Pekik Ou Tian Feyn keluar dari bilik pengobatan.


"Ya. ada apa..."


"Tolong tutup jendela dan pintu... tabib agung menugaskan pihak istana, untuk tidak biarkan siapapun keluar dari Aula inti ini" tegas Ou Tian Feyn.


"Tapi ada apa? Kenapa tabib ingin hal demikian?" Tanya sang penasihat bingung.


"Entahlah..."

__ADS_1


"Baik jika demikian..." Penasihat mulai menjauh dari Ou Tian Feyn. Sementara Selir agung terlihat curiga... netranya terus saja menyoroti erea bilik pengobatan, ia juga menatap Tian Feyn dan penasihat kerjaan...


Kira kira... apa yang sedang Pria tampan itu bicarakan dengan penasihat yang mulia... apakah pengobatan nya gagal? Heh... jika benar, betapa hebat nya aku... gumamnya.


Penasihat segera melangkah menuju singgah sana raja dan mengabarkan hal yang demikian. Raja mengangguk angguk beberapa kali saat penasihat membisikan sesuatu ke telinga nya "Apa yang sedang mereka bicarakan?" Selir agung sungguh curiga. ia sangat ingin tahu hal apa yang penasihat katakan pada Kaisar.


Penasihat lekas menjauh dan berdiri tegak di samping sang raja. Raja pun bangkit dari singgah sana nya lalu melangkah ke depan kemudian menarik napas dalam dalam dan mengumumkan sesuatu yang amat penting.


"Pengawal!!! Tutup semua pintu keluar dan juga semua jendela aula ini! jangan biarkan siapapun keluar atau masuk ke dalam istana sebelum aku memberikan perintah!" tegas Raja menunjuk para penjaga... alhasil titahpun mulai turun dan para pengawal mulai berkutat mereka menutup segala akses keluar dari aula tersebut.


DEG!!!


Selir agung seketika membelalakkan matanya ia sungguh cemas bukan kepalang "Ya. yang mulia... ada apa? kenapa semua pintu ditutup?" Tanya Selir agung sedikit ketakutan.


"Tenang lah Selir agung. Jangan takut, tak akan terjadi apapun... ini hanyalah sebuah simulasi... tabib agung akan menjelaskan perihal kesehatan ibu suri dan permaisyuri ku... jadi, kita harus menyembunyikan keadaan mereka untuk saat ini" Jelas Raja meyakinkan pada seluruh orang yang ada di dalam aula istana tersebut agar tak risih dan riuh.


Benarkah itu? Tapi kenapa perasaanku tidak enak... Bathin Selir agung. cuaca di luar mulai mendung, dan karena lama pengobatan Mirai... ia sampai lupa, jika ia harus pulang ke kerajaan Ming karena ia belum memberikan kabar terkait kepergiannya ke kerajaan Hong.


"Apakah pengobatan nya sudah selesai?" Tanya Kaisar semberingah.


"Ampun yang mulia... Tabib agung akan menjelaskan nya nanti" Tegas Mio masih menungkuk.


"Bangunlah pelayan tabib agung..." Pinta Kaisar. Mio pun bangkit dan lekas mengangguk...


"Pelayan... segera singkirkan bilik pengobatan" Ujar Kaisar menunjuk ke arah bilik itu. Jantung Selir agung kian menderu kala bilik tersebut di buka para pelayan...


Apa!!! Pekiknya dalam hati. Ia terbelalak dan hatinya sedikit terbakar kala menatap dua orang wanita yang paling ia benci itu tengah duduk di bantalan empuk yang disediakan pihak istana.


"Ibu suri! Permaisyuri ku!" Kaisar bahagia. ia lekas berlari hingga turun dari singgasananya untuk memeluk kedua wanita yang paling ia kasihi itu


"Waahhh... itu ibu suri! Mereka sudah membaik" riuh para pihak istana dan jajarannya.

__ADS_1


"Ini sangat tidak mungkin... padahal sudah hampir dua tahun tak ada tabib yang bisa menyentuh mereka. Tapi para tabib muda itu sungguh luar biasa" Tatapan berbinar-binar dari jajaran kerajaan sungguh terlihat melegakan.


"Hormat kami pada ibu suri! Ibu suri panjang umur! panjang umur! panjang umur!" Para jajaran kerajaan lekas bersimpuh di hadapan ibu suri. Sesaat terasa hening kala jajaran istana bersimpuh hormat ke arah ibu suri.


"Bangunlah..."


"Terimakasih yang mulia... panjang umur! panjang umur!" Pekik para jajaran istana... mereka ikut bahagia kala menatap ibu suri yang mulai bisa duduk di bantalan empuk itu, begitupun permaisyuri... Raja menangis haru kala memeluk dua wanita yang ia sayangi itu.


"Terimakasih tabib agung... Jika tidak ada dirimu. entah bagaimana nasib ke dua wanita yang paling penting dalam hidupku ini" ucap Kaisar menyanjung Mirai.


"Jangan sungkan yang Mulia... saya hanya menjalankan tugas saya" Balas Mirai.


Ou Tian Feyn tersenyum di kejauhan kala menatap Mirai yang sudah baik baik saja itu.. Syukurlah gumam hatinya.


"Terima kasih banyak atas jasa tabib agung! Tabib agung panjang umur! panjang umur! panjang umur!" Seru para Mentri dan jajarannya.


Mirai mengembangkan senyuman simpulnya "Tolong jangan terlalu berlebihan... penyakit ibu suri dan permaisyuri sebenarnya tidaklah parah" ucap Mirai menjelaskan.


"Tidak parah? bagaimana tidak parah? sedangkan mereka terlihat memperihatinkan..." Raja sedikit tersinggung.


"Mereka terlihat buruk karena ada seseorang yang sengaja menusuk kan jarum jarum beracun kedalam tubuh ibu suri dan permaisyuri. Hingga jarum jarum itu menebar aroma busuk juga menghentikan urat syaraf menuju otak... hingga otot tubuh ibu suri dan permaisyuri tidak bekerja dengan cukup baik$


WUUAAAASSS... Penjelasan Mirai sungguh membuat seisi aula ricuh...


"Apa? Berarti... ada orang yang ingin menyingkirkan Ibu suri dan permaisyuri?" Raja tersentak hingga tak percaya.


Mirai mengangguk "Tapi siapa pelakunya?" Tanya Kaisar.


"Pelakunya ada di sini... Para pengeran! Silahkan masuk!" Pinta Mirai.


Para pengeran pun masuk dengan menenteng beberapa bahan bahan di tangan mereka.

__ADS_1


"Mari kita ungkap dan temukan... siapa pelaku utama yang ingin melenyapkan kedua wanita tangguh di istana Hong" Tegas Mirai mengingingkan bibirnya dan menatap lurus ke arah Selir agung.


__ADS_2