Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Menagih janji para penyidik


__ADS_3

"Ampuni hamba yang mulia. Hamba mengaku salah! Hamba sungguh khilaf... Mohon belas kasihan yang paduka mulia" pangera Fu Rou sungguh jatuh derajatnya seketika itu. Mirai membuka aib kedua nya dengan begitu mudah meski tanpa bantuan alat penyadap atau rekaman cctv seperti di dunianya.


"Pangeran. Sikapmu ternyata sangat buruk... Beraninya kamu menusuk anggota kerajaan dari belakang. Nama mu bahkan telah mencoreng wajahku dari muka kekaisaran lain. Kau pantas di hukum..." Kaisar menekuk wajahnya sedih. Ia pun meminta mentri keadilan untuk datang dan mengucapkan hukuman apa yang pantas untuk pangeran Fu Rou.


Mentri datang menghampiri pengeran Fu Rou dan berdiri di hadapannya bersama sebuah gulungan surat di tangannya.


"Kesalahan berat, mencoba membunuh Kaisar hukuman penggal kepala. Mencoba membunuh seluruh anggota kerajaan hukuman gantung... Berbohong dan menutupi segala kesalahan hukuman berat seumur hidup... Kaisar. Anda bisa tentukan hukuman apa yang pantas untuk pangeran Fu Rou" Pinta perdana mentri keadilan. Ia lekas memundurkan langkahnya.


Kaisar mengerutkan dahinya dan memandang sayu ke arah pangeran Fu Rou "Pangeran Fu Rou. Sayang sekali... Aku tak bisa menepati janjiku pada orang tua mu... Kau telah membuat dirimu sendiri terjerat kasus dan mengotori tangannmu sendiri... Maka. Dengan berat hati, mulai ini... Gelar pangeran telah hilang dari dirimu. Kau ku tunjuk menjadi warga sipil biasa... Akan ku ringankan hukuman mu... Menjadi pancung mu penjara seumur hidup" Tegas Kaisar.


Pangeran sungguh terpukul atas apa yang telah ia alami "Keterlaluan! Seharusnya aku yang menjadi putra mahkota... Kenapa harus si Fei Si bodoh itu! Bahkan dia sama sekali tak pernah melakukan tugasnya sebagai seorang putra mahkota! Segala tugas istana dan tugas negara ini aku yang tanggung! Pangeran Fu Rou... Kenapa tak ada satupun yang mau memujinya! Seberapa besar pun aku berusaha keras agar hidupku lebih belarti bagi orang lain... Kenapa? Kenapa tak pernah ada orang yang sadar dengan segala pengabdian ku pada istana ini! Kalian semua egois! Dasar gila tahta dan pujian... Hidupku seakan tak pernah di terima di istana ini" Tangis Pangeran Fu Rou mengeluarkan segala unek uneknya.


Tapi apapun yang ia katakan, hukuman tetaplah hukuman. Kaisar tetap memberinya hukuman seumur hidup begitupun Wen Tian. Pangeran Fu Rou pun kini telah di vonis kaisar dan ruang geraknya pun terbatas karna ia harus mendekam di sel dingin yang gelap selama masa hidupnya.


Mirai senang karana ia berhasil mengembalikan nama baiknya "Panyidik. Tolong berikan pil ini pada pangeran Fu Rou juga Wen Tian. Mereka pasti sekarat saat ini..." Pinta Mirai. Para penyidik pun lekas mengambil pil tersebut dan melakukan apapun sesuai perintah Mirai.

__ADS_1


"Penyidik. Kalian akan menepati janji kalian bukan?" tanya Mirai.


Seketika air wajah lima pria tampan berbadan kekar pun panik "Heh. Aku akan membuat kalian menderita" Tegasnya.


Mirai sudah pikirkan rencana apa yang ia buat untuk membuat para penyidik itu kapok menunduh orang tanpa bukti. Apa boleh buat, para penyidik memang sudah mengangguk untuk menerima konsekuesi dari Mirai hingga kini mereka ke susahan sendiri.


"Minumlah ini" Pinta Mirai pada ke lima penyidik.


"A-apa ini. Apakah ini racun yang sama yang telah kamu berikan pada pangeran Fu Rou juga Wen tian?" tanya Para penyidik sungguh ke takutan.


Para penyidik pun segera meminum pil itu. Mereka tak ingin di sebut sebagai pria tak bertanggung jawab atas perkataannya.


Gluk!


Setelah mereka meminum pil tersebut, mereka menjadi aneh "Gatal! Aduh gatal..." Para penyidik tampak ke gatalan ia menggaruk garuk seluruh tubuhnya hingga memerah dan sebagian dari mereka tertawa "Hahahahah... Geli. Sudah ampun... Hahahahahha geli sekali. Kenapa ginjalku terasa di gelitiki... Jahahahahaha hentikan ku mohon" Mereka meminta ampun.

__ADS_1


"Rasakan. Begitulah hukuman untuk orang orang yang tak bertanggung jawab. Aku sungguh malu ketika kalian menunjukku sebagai otak dari pembunuhan itu..." Mirai mengubarkan kesalah para penyidik.


Para penyidik sungguh tak sanggup kala menerima hukuman yang berat dari Mirai mereka pun bersujud meminta ampun.


"Ampuni aku ku mohon. Hukuman ini terlalu berat untuk kami' Tangis mereka. Mereka sungguh tak perduli meski meraka saat ini adalah pria pria dewasa dengan tangisan seorang bayi.


"Penawarnya... Aku akan beritahukan penawar racun yang kalian makan. Minumlah teh hijau hangat... Maka kalian akan sembuh" tegas Mirai.


Para penyidik pun lekas bangkit dan berterimakasih pada Mirai "Terimakasih putri mahkota. Hamba akan ingat ini seumur hidup dan menjadikannya sebagai pelajaran. Hamba akan lebih hati hati lagi kedepannya dalam menginvestigasi saksi... hamba sungguh berterimakasih"


"Bagunlah dan cari teh hijau hangat. Maka kalian akan sembuh total..."


Para penyidik pun lekas lari tunggang langgang mencari minuman yang Mirai sebutkan tadi.


Putra mahkota, ibu suri dan permaisyuri begitupun raja. Sungguh tercengang oleh putri mahkota... Putri mahkota yang kali ininada di hadapannya sungguh tak mereka kenali.

__ADS_1


"Siapa... Anda sebnarnya?" bathin putra mahkota menggumam.


__ADS_2