
Mirai berdiri di podium... Sambutan hangat dan taburan bunga membanjiri dirinya. Setelah para panitia memberinya hadiah besar... Xue Shen Shen pun turun dari singgah sananya di bantu sang bast spirit naga putih raksasa...
"Sial. Dia datang... Semoga dia tidak bicara hal hal yang memusingkan..." umpat Mirai enggan menatap Xing Yue
Tap! Xue Jing meloncat pelan dan mendarat tepat di ruamg yang datar. Di kejauhan berjalan anggun dan menatap penuh kehangatan ke arah Mirai, nampaknya ia sangat bahagia... Sebab hal ini lah yang Xing Yue inginkan.
"Selamat" Ucap Xing Yue mengarahkan tangannya ke arah Mirai "Terimakasih" Mirai meraih tangan Xing Yue dan mereka pun saling menjabat hangat.
"Penguasa kota... Saat nya anda menyerahkan pusaka permata pisis ke pada pemenang kompetisi ini" Pinta sang panitia kompetisi.
Xing Yue membalasnya dengan sebuah senyuman, Tak lama setelah itu, Xing Yue mulai menadahkan telapak tangannya lalu meniupnya pelan "Fyuuhhh!' Saat udara dingin terhembus dari bibir Xing Yue. Sebongkah batu bening yang tampak bulat pun mulai timbul "Waaahhh! Itu dia!! Benar! Pusaka pamungkas para tabib tingkat dewa... Hebat selali! Ternyata sang penguasa kota menyimpan pusaka itu di dalam tubuhny. Pantas saja tak pernah ada orang yang berhasil mencuri pusaka itu!" Sorak sorai para penduduk di kursi tribun.
Acara makin semarak setelah pusaka pisis di keluarkan dari tubuh Xing Yue. Dan sebelum acar di tutup, Xing Yue menyerahkan pusaka pisis itu pada Mirai secara resmi.
"Mari kita sambut! Pemenang kompetisi terbaik kita... Ia yang telah berjuang dari awal pertandingan. Lalu melawan ribuan peserta lainnya... Kemudian ia muncul sebagai bintang, sebagai penerang hidup orang orang yang membutuhkan tangan penyembuhannya. Mari kita sambut, Xin Mirai...!"
WOAAAAAAAAAAAAA!!! Kini seluruh pasang mata mulai fokus dan tunduk pada Xin Mirai, sekarang kekuatan Xin Mirai bertambah setelah ia memiliki pusaka pisis milik Xing Yue itu.
"Wahai para rakyatku!!" Xing Yue tiba tiba menyeru demikian...
"Wwass Weees Wooos!!" Para rakyat Xing Yue mulai mengheningkan sorak sorainya dan berusaha henung...
"Ada apa? Ada apa?" Bisik Bisik...
"Wahai semua rakyatku... Tolong dengarkan aku! Ada hal yang ingin aku sampaikan pada kalian..."
Para rakyatnya seketika senyap kala mendengar unataikan kalimat serius dari sang penguasa kota "Hari ini, kita telah mendapatkan sosok alkemis legenda yang muncul dari ribuan peserta, ia lah seorang terbaik dari yang paling terbaik..." Tegas Xing Yue. Entah akan di bawa kemana pidatonya itu, yang jelas Mirai sudah di buat resah oleh kalimat kalimat itu.
__ADS_1
"...Maka, hari ini akan ku tegaskan dan perkenalkan pada kalian. Dialah... Xin Mirai sang penyembuh tingkat dewa! Yang akan melanjutkan perjuangan ku di kota ini! Kota layaras tercinta!"
"Apa!!" Pekik Mirai membelalak seraya menoleh ke arah Xing Yue.
"Maka! Dengan ini... Aku serahkan secara resmi tugas kota layaras pada penguasa kota baru kalian. Sambutlah! Dan patuhlah pada penguasa kota kalian yang baru! Xin Mirai...!!" Sontak seruan dan tepukan tangan mulai muncul di susul lemparan bunga berwarna warni. Mereka sungguh menyambut baik akan ungkapan sang penguasa kota.
"Hentikan Xing Yue!" Moo Shan Shan datang dan mulai ikut campur masalah tersebut.
"Heh. Sudah tak bisa di ganggu gugat, ia telah menjadi penguasa kota sekarang, sebab aku telah menyerahkan mandatku padanya!" tegas Xing Yue kerad kepala.
"Aku tidak mau! Aku tidak mau menjadi penguasa kota... Aku merasa aku sungguh tidak pantas. Dan aku tak akan bisa bebas, pergerakan ku akan terhambat oleh status yang akan merantai ku itu!' Tolak Mirai di dalam keputusan Xing Yue itu.
"Tidak bisa! Kau sudah di pilih dewa untuk menjadi penguasa kota layaras!" Balas Xing Yue tak senang.
Moo Shan Shan yang terlibat argumen itu mulai menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu sesaat. CTIK! Ia menjentikan jemarinya dan sontak seluruh sorak sorai pun mulai hening... Mereka terdiam mematung seperti patung lilin. Tapi tidak ke tiga orang itu...
"Tapi aku akan tetap menobatkanmu sebagai penguasa kota!" Xing Yue sungguh bersikeras hingga ia hendak melilitkan sihir pengikat yang membentuk rantai. Rantai tersebut di arahkannya menuju leher Mirai, Trreeeekkk! Rantai mulai menghampiri Mirai. Tapi Moo Shan Shan lekas menghadang laju rantai itu TRANG! Moo Shan Shan menepis sihir Xing Yue dengan kekuatannya.
Podium itu kini menjadi ajang gulat antara dua penguasa yang tangguh! "Moo Shan Shan menyingkir. Ini bukan urusanku!" Amuk Xing Yue masih berusaha keras memukul Moo Shan Shan, tapi gerakan Xing Yue beberapa kali di tipis Moo Shan Shan.
"Mirai! Cepat pergi dari sini!" Pinta Moo Shan Shan memperingatkan "Mumpung Xing Yue masih dalam mode bertarung!" Tambahnya. Mirai mengangguk dan lekas melompat untuk menghindari pertarungan itu.
"Heh... Tak akan ku biarkan kau kabur!" Xing Yue menunjukkan jemarinya ke arah kaki Mirai, dan seketika rantai lainnya mulai menjulur ke arah kaki itu.
"Celaka!" Pekik Moo Shan Shan hendak menepisnya.
Trangk! Moo Shan Shan lagi lagi menepisnya. Mirai pun lekas melompat dan Xing Yue kembali melempar sebuah bola bola api seukuran kelereng ke arahnya untuk mempersempit gerakan Mirai.
__ADS_1
Whuusssshhh!! Tapi angin besar tiba tiba datng dan menghempas bola bola api itu... Syyuuuuttt! Sekeetika do tengah pertarungan Xing Yue dan Moo Shan Shan seseorang datang. Ia datang bersama Bast spirit miliknya...
"Shu Feng!!" Pekik Mirai. Shu Feng lekas merampas pinggang Mirai dan memeluknya lalu terbang ke langit seakan menculiknya di tengah pertempuran.
"Apa!!" pekik Moo Shan Shan bergitu pun Xing Yue. Mereka membelalak kala menatap Shu Feng yang datang bersama jasadnya yang utuh.
"Aku akan menculikny...!" Kekehnya mulai terbang dan hinggap di kepala Hong shim...
"Hong Sim... Karna putri tercinta kita sudah di tangan. Sebaiknya kita pergi!" ujar Shu Feng dengan nada genit. Mirai marah dan lekas menyukut ulu hati pria itu.
DUAK! "aauuuhh!" Pekik Shu Feng.
"Jangan mimpi kau kabur dengan kandidat ku!" Xing Yue menyusul Shu Feng begitu pun Moo Shan Shan.
Trap! Mereka mendarat sigap di kepala Hong Shim dan saling berhadapan dengan Shu Feng "Siapa... Yang telah membangkitkan mu!" Tanya Xing Yue.
Shu Feng terkekeh "Hahaha... Lama tak jumpa..." goda Shu Feng mengabaikan pertanyaan Xing Yue.
"Jangan basa basi... Jawab pertanyaanku! Siapa yang telah membangkitkanmu!" Ulang Xing Yue marah besar.
"Heh. Berapa lama kita tak jumpa... Mmm! Hampir 200 tahun kakak, tapi... Kenapa kau sama sekali tak merindukanku?" tanya Shu Feng. Mirai terbelalak saat Shu Feng memanggil Xing Yue dengan sebutan kakak.
"Kakak!" Bisik Mirai dalam hatinya.
Sebenarnya apa yang telah terjadi di antara ke tiga pria itu? Apakah mereka memiliki kenangan buruk satu sama lain hingga mereka harus mengorbankan Shu Feng yang jadi penengah di antara ke dua penguasa itu? Akankah Mirai kembali ke dunia bawah?
Next Episode...
__ADS_1
elain ia mendapatkan gelar