Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Perjalanan menuju Kekaisaran Hong


__ADS_3

Drap! Drap! Drap! Lama mengarungi bukit tinggi dan hutan yang gelap. Akhirnya kuda yang di naiki Mirai juga Ou Tian Feyn sampai juga di padang rumput yang luas nya bukan kepalang.


"Kita sampai tuan putri" Ujar Ou Tian Feyn. Mirai mulai menelisik sekeliling "Apakah ini jalur yang telah kita lalui kemari?" tanya nya seakan tak percaya. Bagai mana ia percaya begitu saja, sejauh mata memandang. Yang Mirai lihat hanyalah hamparan padang rumput yang amat sangat luas. Apa lagi, suasana nya begitu indah ketika padang rumput itu di soroti cerahnya sang mentari pagi hari itu. Bahkan rintik embun yang membias di udara mulai memampangkan warna cerahnya bah pelangi.


Tian Feyn mengangguk seraya menyimpulkan senyumnya "Benar. Ini adalah jalur yang kita lewati. Hanya saja, saat itu kita melewatinya saat gelap. Dan sekarang, Fajar mulai terbit hingga suasana nya sedikit berbeda" Ujar Ou Tian Feyn.


"Indahnya..." Seru Mirai memejamkan matanya. Ou Tian Feyn lekas turun dari kuda nya lalu mengulurkan tangannya seakan meminta balasan tangan dari Mirai.


Oh romantisnya. Kenapa aku membayangkan bahwa saat ini Panglima Ou Tian Feyn terlihat sangat tampan. Juga, seakan akan kami sedang ada di sebuah pesta dansa... Bayagan mirai mulai mengarah ke sana.


"Apa yang kalian lakukan?" pekik seseorang membuat Mirai juga Ou Tian Feyn terbelalak lalu menoleh ke arah tersebut. Ternyata yang mengikuti Mirai dan Ou Tian Feyn adalah putri Mio adik dari Fei Si. Ia sengaja mengikuti Mirai karna curiga padanya. Dan yang ada dalam pikiran Putri Mio saat ini adalah Mirai telah menghianati kakaknya.


"Pu-putri Mio! Kenapa kamu ada di sini?" tanya Mirai panik.


"Kenapa aku ada di sini? Seharusnya aku yang brtanya padamu putri mahkota? Apa yang kamu lakukan dengan pria itu di sini? Apakah kamu sedang berselingkuh dengan panglima Ou Tian Feyn! Jawab!" bentak Mio tak bisa menahan dirinya.


"...Kamu salah paham Putri, kami tidak memiliki hubungan lain. Selain..." Mirai tak sanggup mengatakan kalimat bawahan pada Ou Tian Feyn karna itu terdengar tidak sopan.


Mio mulai turun dari kudanya dan menghampiri Ou Tian Feyn. Ou Tian Feyn lekas berlutut seraya memberi nya hormat "Hormat pada putri Mio. Ampuni hamba jika hamba sudah lancang pada Putri mahkota Hyr In. Hamba pantas di hukum" Sembah Panglima. Mirai marah ia pun turun dari kuda itu dan menghampiri Mio "Bangun panglima. Ini bukan salahmu... Lagi pula kita tak ada hubungan apapun. Dan kamu tidak bersalah" Jelas Mirai. Mio marah hingga mengeretakkan giginya dan melotot ke arah Mirai.


"Teganya kamu membuat kakak ku terhina!" bentak Mio Lekas mengarahkan kelima jemarinya untuk menampar Mirai. Mirai tak mau menahan atau menghindar... Mirai ingin menbuat Mio puas karna telah menuduh hal yang tak ia lakukan.


Taps! Lesatan telapak tangan Mio lekas di tahan seseorang dari belakang "Jangan sembarangan memukul tabib agung kami!" Imbuh seseorang. Tangan yang kala itu mencengkram erat pergelangan tangan Mio sangatlah putih mulus dengan pakaian yang bersih dan sopan "Tabib agung. Maafkan kamu karna telah membuat anda menunggu" Ucapnya melepas tangan Mirai lalu berlutut di hadapan Mirai. Pangeran ke 1 sampai ke 6 ada di sana dan berlutut hormat di hadapan Mirai hingga membuat Mio kaget.

__ADS_1


Mio terbelalak ia menatap Mirai heran "Tabib agung? Apa apaan ini! Dia hanyalah putri mahkota dari kerjaaan..." Mirai sigap membungkam mulut Mio.


"...Hehehe... Maafkan atas ke tidak sopanan pelayanku. Kadang kadang mentalnya sedikit alot" umpat Mirai seraya tersenyum bodoh.


Mio brontak dan melepas bungkaman tangan Mirai "...Apa? Pelayan! Sejak kapan aku di rendahkan begini!" Marah Mio.


"Ssst jangan banyak bertingkah. Mereka adalah para pangeran dari kerajaan Hong. Kamu berhak memilih salah satu di antara mereka. Bukankah mereka tampan?" Tanya Mirai pada Mio.


"Omong kosong! Aku tak mau memilih mereka meski mereka tampan, karna aku sudah suka pada Panglima Ou Tian Fey..." ia menghentikan kalimatnya.


Mirai kaget dan sedikit marah "Apa? Panglima karamu?"


"Ah... Tidak maksudku"


"Mio. Tolong sembunyikan semua ini dari pihak istana... Apakah kamu bisa memegang janjimu?" tanya Mirai pada Mio.


"Untuk apa? Kau adalah seorang putri tapi kelakuan mu seperti orang yang tak memiliki tatak rama!" marah Mio.


"Baik baik. Aku mengaku salah... Tapi, sebaiknya kamu pulang dan beristirahatlah"


"Huh. Tidak mau... Kenapa kamu boleh berduaan dengan panglima Ou Tian Feyn sedang kan aku tidak. Aku akan ikut ke kerajaan Hong... Lagi pula kalimat apa itu? Tabib Angung heh... Aku seperti ingin muntah mendengarnya"


Pangeran Wuxi berdiri dan mulai memarahi Mio "Hei nona. Kamu tidak boleh mengatakan hal buruk itu pada tabib agung. Meski dia ceroboh dan payah...

__ADS_1


Hei...siapa yang kau maksud ceroboh dan payah. Jika aku payah... Aku tak mungkin menyembuhkan tangan mu dan kakak kakak lemah mu itu... Bathin Mirai menggumam.


"...Tapi dia sangat handal dalam metode penyembuhan. Makanya, kami mengundangnya secara diam diam. Jika kamu tidak suka padanya. Silahkan pergi karna kami tidak mengundangmu" Jelas Wuxi panjang lebar tanpa titik dan koma.


"Heh. Kau mengusirku? Sini kau jika kau berani. Lawan aku dasar mulut pedas!" amuk Mio lekas melanglah mendekati Wuxi dengan baju lengan nya yang di gulung hingga ke sikut.


"Ck. Biarkan saja mereka... Kita lewat sini, karna kerajaan Hong sudah menanti anda" ujar pangeran Li Zhau.


"Baiklah... Hei pangeran bawel, jangan terlalu keras padanya. Dia hanyalah wanita manja jadi bail baiklah padanya' Imbuh Mirai mengabaikan Mio dan Wuxi.


"Hei tunggu! Jangan tinggalkan aku. Aku ikut!" pekik Mio lekas mengabaikan Wuxi dan menaiki kembali kudanya. Wuxi yang sendiri pun lekas melakukan yang sama dengan Mio. Mereka pun menunggangi kudanya hingga ke istana Hong.


Sepanjang perjalanan para pengeran itu tampak sangat akrab pada Mirai dan membuat Mio sedikit marah "Hei. Tolong jangan genit genit pada Putri Mahkota Hyr In. Dia sudah punya suami dan suaminya adalah kakak ku!" Bentak Mio.


Para pangeran yang mendengar ocehan Mio pun lekas tertawa tak karuan 'Hahahahah..."


"Hei. Kenapa kalian malah mentertawakan ku!" Amuk Mio.


"Kamu cantik dan lucu" puji Pangeran Bai.


Mendengar pujian dari pangeran Bai menbuat Mio terkejut "Cantik? Dan lucu?" Bisiknya. Pipi Mio langsung saja memerah... Sebab baru pertama kalinya dalam hidup Mio, ada seorang lelaki yang memuji Mio dengan kata kata yang manis meski itu hanyalah kata kiasan saja.


Mereka pun melanjutkan perajalan menuju kerajaan Hong seraya bercengkrama. Sesaat, kemarahan Mio mulai pudar dan Mio kembali ramah seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2