Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Berdebat


__ADS_3

***


Sesampainya di toko obat obatan herbal... Mirai mulai mencari apa saja yang ia inginkan.


"Sedang apa kau di sini! Sana pergi!" Ucap Sang penjaga toko, penjaga toko itu malah mengusir Mirai karna tubuh Mirai sangatlah bau amis.


"Hei... Aku ini pembeli, kau harus ingat! Pembeli adalah raja!" Bentak Mirai.


"Aku tak pernah kedatangan pembeli seperti mu!" Bentaknya.


"Beraninya mengabaikan ku! aku ini adalah seorang dokter! punya pasien yang harus aku obati. Jangan berulah dan turuti saja apa permintaanku!" amuk Mirai.


"...Memang apakah kau punya uang untuk membayar barang barang yang akan kau pesan. Dari penampilanmu saja... Kau seperti orang yang tak terhormat. Pengemis!" ejek seorang wanita penjaga toko obat herbal itu.


"Pengemis katamu! Mana mulutmu! Biar ku ajari caranya tatak rama!" bentak Mirai.


"Hus! Sana pergi... Jika kau tetap di sini, semua pembeli ku akan kabur karna bau busuk yang kau tebarkan ini! Sana sana!" Ujar penjaga toko.


"Hei... Kau keterlaluan sekali!!... Siapa namamu?" Tanya Mirai menunjuk wanita di depannya.


"Untuk apa kau tahu siapa namaku..."


"Aku akan melaporkanmu karna kau telah mengabaikan pembeli dan membahayakan nyawa pasienku!" amuk Mirai menunjuk nunjuk penjaga itu.


"Sebaiknya kau pergi! Aku tidak mau melihatmu!"

__ADS_1


"Heh. Memang nya hanya tokomu yang menjual obat obatan herbal" Mirai membuang wajahnya dan mulai melangkah seraya memejamkan matanya.


Duk! Mirai seketika menabrak dada bidang seseorang dan ia pun membelalakan matanya "Aah!" Mirai menghindar dan mundur beberapa langkah ke belakang.


"Wah tuan... Tuan tampan apakah anda ingin berbelanja di toko kami?" Tanya penjaga toko yang tadinya mengusir Mirai.


Mirai belum sempat memperhatikan pria yang ia tabrak tadi karna ia sangat tergesa gesa "Maafkan aku..." Ucap Mirai seraya pergi dari hadapan pria itu.


"Tunggu!" Pria itu mulai merampas tangan Mirai dan menghentkan langkahnya.


Mirai sigap memutar tubuhnya dan membelitkan tangan pria itu kemudian membantingkannya ke bewah "Buak!"


Mirai tiba tiba mendapatkan serangan yang tak ia harapkan dan itu membuatnya refleks menganggapnya sebagai ancaman.


"Aaawwwss... Aaahhh" Bisik pria itu meringis.


"Hei nona... Kenapa kau membuat kerisuhan di toko ku" Wanita yang tadinya mengusir Mirai mulai keluar dari toko dan mencoba membangunkan Pangeran Li Yuan.


"...Hei kenapa kau di sini?" tunjuk Mirai pada pria itu.


"...Aduh sakit" Ringis pria itu.


"Kau harus bertanggung jawab! Tuan kau baik baik saja?" tanya seorang penjaga toko.


"Tolong jangan hiraukan aku. Ini bukan urusanmu" Tegas Pangeran Li Yuan.

__ADS_1


"T-tapi..." penjaga toko itu pun mulai tak nyanan.


"Tolong abaikan kami" Pinta pangeran Li Yuan.


"Baiklah kalau begitu" Penjaga toko itu mulai berdri dan mengabaikan Pangeran Li Yuan. Dan saat ia pergi kembali ke dalam toko... Penjaga itu malah mendelik tajam ke arah Mirai dan membuang wajahnya. Kemudian menabrak kan bahunya ke bahu Mirai dengan sengaja dan cukup keras.


"Cih apa apaan itu.... Kau sudah mengintimindasi pembeli. Sikap macam apa itu" umpat Mirai bersama amukannya.


"Hei apakah kau tidak ingin membangunkanku?" tanya pangeran Li Yuan.


Mirai menoleh ke arah Li Yuan yang masih terkapar di tanah "...apakah kau cacat setelah ku banting? Kenapa kau tidak bangun saja sendiri... Menyebalkan"


"Aduh sakit. Seluruh tulangku pasti patah" Gurau pria itu. Mirai tak ingin terlibat masalah lagi dan ia pun membangunkan pangeran Li Yuan.


"Ayo bangun" Mirai mengarahkan tangannya ke arah Pangeran Li Yuan. Li Yuan mendapatkannya lalu menarik uluran tangan Mirai "Aah trimakasih... Tubuh mu mungil tapi tenaga mu luar biasa"


"Itu bukanlah sebuah pujian"


"Baiklah... Ayo. Aku akan membantumu membeli obat" Ujar pangeran Li Yuan.


"...Heh. Aku bisa beli sendiri tanpa bantuan mu"


"Memangnya kau membawa uang?" tanya Pangeran Li Yuan.


"..." Mirai mulai mencari di area pakaiannya dan ia melupakan sesuatu "Astaga. Aku melupakannya... Dompet panglima kan ada di meja gadis itu... Astaga, karna tergesa gesa aku jadi kalap sendiri..." Umpatnya dalam hati.

__ADS_1


"Ayo ku bantu..." Pangeran Li Yuan mulai menarik tangan Mirai dan membantunya berbelanja obat obatan. Mirai tak bisa melepaskan tangan Pangeran Li Yuan yang mencengkram pergelangan tangannya begitu erat.


Suasana yang merepotkan... Bathin Mirai. Akhirnya Mirai mendapatkan obat obatan yang ia inginkan. Tidak sama seperti dunia modern yang sudah komplit pasilitasnya. Mirai hanya bisa mendapatkab beberapa bahan yang hampir persis seperti di dunia modern. Ini semua berkat bantuan pangeran Li Yuan.


__ADS_2