
Mirai keluar dari pemandian tersebut dengan penuh amarah... Ia berjalan dengan langkah yang lebar hatinya sungguh hancur dan tangisannya tak bisa berhenti. Sepanjang jalan ia menggumam dan seraya menyibat air matanya yang terus menetes tiada henti. Hyr In patah hati dan membuat Mirai merasakan sesak yang tiada henti di tenggorokannya.
"Huh... Hiks, keterlaluan! Kenapa hatiku sangat sakit! Lalu kenapa tangisan bodoh ini juga tak kunjung berhenti... Aku benci ada di dunia ini!! Aku benci! Benciiii! Bentak Mirai memaki dirinya sendiri.
Mirai tak sadar jika pakaiannya basah itu menggoda siapa pun yang memandangnya, ia juga mengabaikan perutnya yang keroncongan dan rasa dingin yang menusuk tulungnya. Ia hanya ingat pada tangisan nya yang tak bisa berhenti dan terus sesegukan sepanjang jalan...
BRUKKK! Mirai memang selalu ceroboh, itu sebabnya ia tewas saat di kejar oleh anak buah Juan Lan di dunianya dulu "Hei nona! Kenapa kau menabrakku!" bentak seorang pria besar plontos dan gendut.
Mirai yang saat itu terus menunduk pun mulai mendonggakan wajahnya ke arah pria itu "Oh. Maaf, saya tidak melihat anda tadi" Balas Mirai membungkuk lalu mulai pergi mengabaikan pria plontos itu.
Pria itu tak terima karna Mirai pergi begitu saja "Hei Nona! Itukah caramu meminta maaf?" tanya Pria itu mencari gara gara.
Seketika suasana menjadi riuh, setiap pasang mata menatap Mirai penuh tanda tanya, Mirai kembali menoleh "Aku sudah meminta maaf... Jadi biarka saja aku pergi" ujar Mirai membuang wajahnya lagi.
"Heh. Tidak semudah itu..." Ucap Pria tinggi besar dan plontos itu.
"Memang nya apa maumu?" tanya Mirai mulai kesal.
"Kau harus memberikan ku sesuatu yang cukup berharga" Jelas pria itu.
"Apakah kau ingin memerasku?" Tanya Mirai mencercidkan matanya.
"Memeras? Tak usah dengan uang... Cukup memuskan ku malam ini saja... Maka aku akan memaafkanmu" ucapnya seraya melangkah menghampiri Mirai lalu mencolek dagu Mirai genit.
Mirai seketika itu membelalakan matanya, Ia lekas mundur "Kurang ajar!" lalu Mirai meraih satu telunjuk pria besar gendut yang plontos itu kemudian menariknya dan menendang perut pria tersebut. Hingga pria itu terjungkal ke belakang "Berani menyentuh ku sekali lagi. Maka aku tak akan memaafkanmu" Bentak Mirai seraya menyibat pakaiannya dan mulai mengabaikan pria itu.
Pria yang tak berdaya itu meringis seraya menyeru teman temannya "Habisi wanita ****** itu!!" Teriak pria plontos tersebut.
Seketika, Mirai di hadang para pria brandalan yang memakai pakaian kumuh dan sedikit compang camping "Berani sekali kau berulah di daerah ke kuasaan kami" Ucap salah satu dari ke enam pria preman itu.
__ADS_1
"Cih... Dasar para pecundang! Kalian pikir, kalian super hero hah? Beraninya mengeroyok seorang gadis mungil sepertiku" Cerocos Mirai sedikit mundur karna takut.
"Hahahaha banyak omong... Serang!" Teriak salah satu preman itu.
"Sial..." Mirai mulai sigap memasang kuda kuda. Serangan mulai tiba, ia melawan tiga orang pria sekaligus. Mirai hanya bisa menepis ketiga pukulan pria itu dan menendang perut mereka beberap kali.
Duak! Pak Pak! Bugghh!
Suara teriakan dan pukulan terdengar gaduh di sebuah pasar yang saat itu cukup ramai. Salah satu dari ke enam pangeran dari kerajaan Hong mulai tertarik dan mengintip di balik puluhan orang yang sedang menyaksikan pertarungan sengit Mirai melawan ke enam preman tersebut.
Mata pangeran Ke tiga pun mulai terbelalak, Ia lekas meraksak masuk kedalam kerumunan orang dan mulai melompat tinggi hingga ia mendarat di antara pertarungan sengit.
"Aku menemukanmu!" ucap pangeran ke tiga mulai berdiri di belakang punggung Mirai.
Ia mulai memasang kuda kuda untuk membantu Mirai bertarung "Menemukanku apa maksudmu? Apakah kau juga bagian dari mereka?" tanya Mirai sinis.
"Hehehe jangan samakan aku yang terhormat ini dengan mereka yang hina itu" Bals pangeran ke tiga itu.
Buak! Buak!! Pria itu lekas memuntahkan isi perutnya ke arah Mirai dan seketika tak sadarkan diri. Namun salah satu di antara preman itu hendak memukul kepala Mirai dengan balok kayu.
"Awas di belakang mu!" teriak pangeran ke tiga. Mirai lekas memutar tubuhnya sigap, lalu narik kakinya tinggi tinggi untuk menendang balok kayu tersebut BUAK!!
Seketika balok itu terlempar dan pria itu terdiam kaget. Mirai tak tinggal diam, ia kembali meraih tangan pria itu, lalu memutarnya hingga terdengar suara krek krek.
"Aaahhhkkk! Tulangku patah..." teriak pria itu.
Mirai pun mulai membanting tubuh pria itu sekeras mungkin hingga mencium tanah dengan wajah yang berlumuran darah.
"Hosh! Hosh!"
__ADS_1
Napasnya terengah, karna ia lelah sudah berkelahi seharian dengan para pria yang tak bertanggung jawab.
Pangeran ke tiga meminta para pihak ke amanan menangkap para buron itu "Hei. Kau... Ato ikut denganku" pinta pangeran ke tiga.
"Ikut? Kemana? Aku tak menerima open boking" Jelas Mirai.
Seketika pangeran ke tiga mulai mencercidkan alisnya Open? Boking? Apa itu?" tanya Pangeran ke tiga.
"Apa itu? Cih jangan pura pura tak paham... Setiap laki laki yang menyangka wanita seprti ku ******. Maka mereka akan mengajakku ke sebuah penginapan... Aku bukan wanita semurah itu!" bentak Mirai mengabaikan Pangeran ke tiga.
"Oh ya ampun. Apakah aku tampak tak bermartabat di matamu?" tanya pangeran ke tiga mengikuti Mirai.
"Jangan ikuti aku. Karna aku bukanlah wanita pemuas hasrat para pria!" Tegas Mirai.
"Heh... Ya ampun, kau bilang dirimu adalah wanita terhormat. Tapi kenapa saat tadi pagi, kau malah ada di dalam kolam pemandian air panas para pangeran" Lugas Pangeran ke ketiga.
Mirai yang sedari tadi mengabaikan pangeran ke tiga pun mulai menghentikan langkahnya. Ia menoleh cepat ke arah pria yang mengikutinya dari belakang sedari tadi itu.
"Eh? Apakah kau tahu...?" Tanya Mirai curiga. Mirai menunjuk batang hidung pangeran ke tiga yang berpakaian kumuh karna ia tengah menyamar di tengah tengah pemukiman rakyatnya.
"Hehe... Apakah kau tak lihat, betapa tampanya wajahku ini, meski pakaianku kurang indah" Jelasnya membanggakan diri.
"...Aku tanya, kenapa kau bisa tahu jika tadi aku ada di kolam pemandian para pangeran? Kau malah membahas hal lain... Dasar nggak nyambung" umpat Mirai mengoceh.
"...Astaga... Kau memang sulit di ajak kompromi" Bals Pangeran ke tiga.
Saat berbincang bincang, perut Mirai berdering dan membuat pangeran ke tiga tahu jika Mirai sedang kelaparan.
Pangeran ke tiga lekas menarik tangan Mirai ke arah kedai makanan ke sukaan Pangeran ke tiga.
__ADS_1
Mirai yang berontak pun tak berdaya karna ia di tarik paksa dan di seret ke tempat tersebut...