Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Fei Si cemburu


__ADS_3

Mirai menaiki kuda milik Panglima Ou Tian Feyn. Hingga mereka sampai ke istana dengan cepat "Putri mahkota telah tiba" Pekik para penjaga membuka gerbang besar kerajaan Ming. Tian Feyn mulai turun dari kudanya lalu membantu Putri Mahkota turun dari kudanya.


"Silahkan putri"


Mirai turun dan lekas melangkah ke area inti istana untuk mengabarkan bahwa dirinya baik baik saja "Aaah! Sakit..." Ringis Fei Si memegang pipinya yang bengkak dan memar. Seketika Mirai menghentikan langkanya dan mulai terdiam di luar aula istana.


"...Oh Putra mahkota. Wajahmu sungguh mengerihkan, siapa yang berani melakukan ini padamu. Bicaralah pada ibu, akan ibu balas dengan kejam... Teganya dia melukai wajah tampan putraku satu satunya" Permaisuri terlanjur marah hingga mengucap sumpah serapah.


"... Kenapa kau tidak membalasnya putra mahkota?" tanya pangeran Fu Rou merasa gemas.


"Aku tidak bisa memukul wanita... Kau tahu itu kan Fu?" Bantah Fei Si kembali meringis saat ibunya mengompres pipinya yang bengkak itu.


Apa katanya tadi. Dia tidak bisa memukul wanita... Heh. Lantas aku ini apa? Apakah aku ini adalah seorang waria? Kenapa dia tega padaku? mencekik dan menenggelamkanku... Teganya dia melukai hati ku dan hati Putri Mahkota Hyr-in. Bathin Mirai mengoceh tak karuan.


"Coba jika aku ada di sana. Akan ku tangkap wanita yang telah melukaimu dik..."


"Bukan hal mudah mengalahkan wanita perompak itu... Dia sangat tangguh" Balas Fei Si mencari alasan.


"Lalu apakah dia cantik?" tambah Fu Rou.


"...Heh. Dia tidak cantik... Hanya dia adalah seorang wanita yang cerdik dan licik" Fei Si tiba tiba menyungingkan bibirnya kala membanyangkan bagai mana fostur tubuh istrinya yang kala itu membuatnya terpanah di pemandian Hotel Lou Han.


"Belarti dia cukup cantik... Karna wajahmu berubah saat memikirkannya adik" Tepuk Fu Rou di punggung Fei Si


"Pangeran Fu hati hati... Nanti putra mahkota bisa terluka lagi" Marah permaisuri.


"Kenapa putri mahkota tidak pulang bersama mu adik?" tanya Fu Rou.


"...Dia tidak ku ketemukan. Karna aku habis di serang oleh wanita rubah itu" Bohong Fei Si.

__ADS_1


"Oh begitu. Lalu bagai mana nasib putri mahkota di luaran sana...?" Kaisar sungguh risau, karna putri mahkota belum pulang padahal ini sudah hampir tengah malam.


"Putri... Anda sedang apa?" tanya Tian Feyn menghampiri putri Mahkota yang kala itu menyembunyikan dirinya di balik tembok luar aula istana.


"Sssttt...jangan berisik" Mirai tanpa sadar membungkam bibir Ou Tian Feyn dengan kelima jemari kanannya, karna sibuk menguping... Mirai tak perhatikan ekspresi wajah Tian Feyn yang merah pekat karna canggung. Netra Mirai fokus mencuri pandang ke arah aula istana... Tian Feyn tak bergeming dan diam kala Mirai membungkam bibirnya...


Dug Dug Dug... Jantung Tian Feyn berdetak cepat seakan menggemuruh, sedangkan Mirai masih menguping di balik tembok "Hebat sekali wanita itu. Bisa bisanya dia membuat pipi adikku bengkak seperti ini? Akan ku balas dia" Pangeran Fu mulai berdiri lalu keluar dari aula istana.


Tian Feyn sadar bahwa pangeran tersebut hendak keluar dari aula, Ia pun segera merampas pinggang Mirai dan membawanya melompat ke atap "Ah!" pekik Mirai.


Tap! Mereka seketika ada di atas atap... Mirai hanya bisa terbelalak menatap Tian Feyn yang ternyata bisa menggunakan ilmu peringan tubuh. Mereka mulai mengendap di atas atap...


"...Fyuuh hampir saja" Bisik Panglima Ou Tian Feyn. Ia mulai menoleh ke arah Mirai, Tian Feyn pun sedikit kaget kala Mirai menatapnya tanpa mengedipkan matanya.


"Putri mahkota. Apakah anda baik baik saja?" tanya Tian Feyn.


"Zzzxzhhh..."


Lama menatap wanita itu, Tian Feyn pun mulai tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Satu hal yang Tian Feyn tahu, bahwa wanita yang sedang bersamanya itu sudah terlelap tak berdaya...


"Anda pasti lelah karna telag berulah seharian penuh... Mari, aku antar pulang" ujar Tian Feyn mulai bangun dari duduknya dan lekas melompat ke bawah.


Ia mulai melangkahkan kakinya ke aula istana "Hormat pada paduka yang mulia..." Tian Feyn melangkah beberapa langkah lalu ia pun bersimpuh di hadapan Kaisar seraya menggendong Putri Mahkota.


"Panglima. Kau sudah kembali... Syukurlah, kau sudah menemukan putri mahkota. Aku sungguh khawatir, kini aku bisa bernapas dengan lega" Ucap kaisar berdiri dari singgah sananya.


"Kasihan sekali putri mahkota... Panglima Tian Feyn. Tolong bawa putri mahkota ke faviliunnya" pinta Permaisyuri.


Fei Si mendelik ke arah Tian Feyn, ia pun mulai berdiri dan menghiraukan perhatian ibunya 'Putra mahkota... Ibu belum selesai mengompresmu" Ujar Permaisyuri.

__ADS_1


"Biar aku saja yang membawa putri mahkota ke faviliunnya..." Ucap Fei Si melangkah ke arah Tian Feyn dan meraih tubuh istrinya yang tampak nyenyak menikmati tudurnya.


"Mohon bantuannya yang mulia putra mahkota" Tian Feyn tak bisa lakukan apapun. Kecuali menyerahkan tubuh Putri mahkota yang tak berdaya itu pada pria psycopath seperti Fei Si.


Fei Si menggendong istrinya lembut, ia lekas melangkah lebar lalu berpamitan pada permaisyuri dan Kaisar "Hamba undur diri paduka..." Ia membungkuk dan pergi mempercepat langkahnya.


Apa rencana Putra mahkota kali ini... Jangan jangan dia akan membunuh putri mahkota dalam ke adaan lemah seperti itu. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin menghalangi perlakukan putra mahkota yang tampak perhatian pada istrinya itu. Tapi aku juga tak mau melihat putri mahkota ke susahan karna tak ada penjagaan dariku. Bagai mana ini? Bathin Tian Feyn menggumam.


"Panglima... Kenapa dengan air wajahmu. Apakah ada hal yang mengganggumu?" tanya Kaisar.


"Hamba... baik baik saja yang mulia. Tak ada hal yang hamba khawatirkan yang mulia" Tian Feyn lekas memberi hormat pada Kaisar lalu berdiri.


"Istirahatlah.. Kau sangat lelah karna seharian mencari putri mahkota'


"Terimakasih yang mulia... Hamba pamit" Tian Feyn pun lekas keluar dari aula istana dan ia mulai melangkah menuju Faviliunnya. Langkahnya resah, karna ia ingin sekali singgah ke faviliun Mirai...hatinya meracau tak karuan. Ia sungguh takut terjadi hal buruk pada Mirai. Alhasil... Tian Feyn tertegun di tengah tengah lorong tiga arah.


"Aku harus kemana?" Bisiknya mengepalkan tangannya.


...****************...


Faviliun Mawar...


Fei Si merebahkan tubuh istrinya lembut, ia menarik selimut dan menyelimuti Mirai penuh perhatian. Ia tak lupa menyibat rambut yang menghalangi wajah istrinya perlahan... Seketika saat rambut Mirai tertata rapi... Fei Si mulai di suguhkan wajah cantik yang merona merah milik istrinya.


Setalah kejadian beberapa waktu yang lalu, entah kenapa pikiran Fei Si selalu terganggu oleh gambaran wajah istrinya yang tampak malu malu kala pertemuan pertama mereka di Pemandian air panas Lou Han. Ia selalu memikirkan ternyata istrinya memang cantik dan tubuhnya sangatlah indah...


"Siapa sebenarnya kau ini... Apa yang telah kau lakukan pada isi kepalaku? Jangan jangan kau memiliki sihir dan membuatku bertekuk lutut padamu" Bisiknya lembut. Fei Si mulai mendekatkan wajahnya ke arah nanar Mirai.


Tanpa Mirai sadari, Sebuah kecupan lembut mendarat begitu saja... Mirai tak bergeming kala Fei Si menyematkan tanda merah di leher Mirai. Ia malah sibuk menyelam ke alam mimpi yang indah. Mimpi indah Mirai adalah... Bersama Tian Feyn ke taman impian di dunia modernnya. Dasar Mirai... Kamu bahkan tak tahu jika Putra mahkota telah mencium dan merenggut kecupan kedua darimu...

__ADS_1


__ADS_2