Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Menyapa rakyat


__ADS_3

Tibalah di pusat kota...


Mirai malah tidur pulas. Bahkan Mirai terlihat sangat manis dan cantik, sayang putra mahkota tak menyadari karisma Putri mahkota yang begitu indah...


Fei Si hanya bisa menggumam lagi dalam hatinya


Dasar babi Betina, Kau sungguh pemalas dan menyebalkan! Jika saja kau mati dalam insiden itu, Aku dan Tian Wen mungkin akan hidup bahagia bersama sama.Tapi keberdaanmu adalah sebuah benalu terbesarku, kehadiranmu yang tak di perlukan ini lambat laun... akan segera kusingkirkan, Bagai manapun caranya. Bathin Fei Si menggumam kesal*.


Hati Fei Si di penuhi napsu membunuh, Ia merasa posisi istrinya yang tertidur pulas saat itu adalah kesempatan besar untuk dirinya agar dapat membunuhnya tanpa perlawanan.


Tapi, nampaknya tidak mungkin, sebab meski Mirai tertidur, rakyat yang senang pada iring iringan tersebut. Sibuk melempar kereta kencana itu dengan bunga dan beberapa helai kertas berwarna. Hingga putri mahkota tak berdaya dan menyembunyikan kembali hasrat membunuh Mirai...


"Hidup Yang mulia putra mahkota, Panjang umur! Semoga bahagia... Selamat datang putra mahkota..." Begitulah sorak soray yang hadir diantara rasa bahagia rakyatnya.


Sepanjang jalan, Saat sambutan meriah para rakyatnya tak di gubris oleh putra mahkota. Padahal mereka berharap sambutan hangat atau lambaian tangan atau seutas senyum yang tersimpul dari putra mahkota. Hanya saja pasti sudah membuat para rakyatnya senang. Hingga hal yang tak terduga pun terjadi siang itu, tiba-tiba saja langit cerah sore itu berubah menjadi gelap.


Nampaknya raja langit mengutuk putra mahkota yang sombong itu. Hingga di tengah gempita itu mulai di turunkanlah hujan badai bersama dentuman petir yang menyambar terus menerus.


Sial! Padahal perjalanan masih jauh, Tapi kenapa malah turun hujan. umpat Fei Si kesal.


Akhirnya para pengawal mulai menyewa hotel bintang lima di daarah kota besar tersebut untuk tempat berteduh selama turunnya hujan badai itu.


Mirai masih tertidur pulas hingga Panglima perang Ou Tian Fei datang dan menggendongnya hingga ke kamar yang telah tersedia.


Meski Fei Si Cuek, Tapi ada rasa tak puas di hatinya, Ketika melihat pria lain membawa wanita yang telah ia nikahi dan ia abaikan itu kesebuah kamar yang cukup hening, Dan hanya mereka berdua.


"Heh! Aku harusnya tak perduli" Ucap Fei Si mengacuhkan mereka. Seraya mulai berjalan perlahan menuju kolam berendam air hangat yang telah di sediakan hotel tersebut.


Fei Si segera membersihkan diri dari sisa guyuran hujan yang terasa dingin hingga dinginnya itu terasa menusuk tulang. Akhirnya Fei Si mulai berendam di pemandian alami khas hotel tersebut dengan tenang sendirian.


.


.


.

__ADS_1


Mirai yang sedari tadi tertidur pulas mulai membuka matanya karna merasa dingin, netranya mulai menatap langit langit kamar yang tak ia kenali "Di mana ini?" Mirai lekas bangun.


Di sentuhnya pakaian itu "Hyaa! Kenapa pakaianku basah kuyup?!" Suara kencangnya berhasil membuat para dayang dan pelayan pendamping Mirai berhambur masuk


"Ada apa Tuan putri" panik Para dayang.


"I-ini dimana? Kenapa pakaianku basah?" tanya Mirai panik.


"Ini adalah Hotel Lou Han. Anda sedang menginap sebentar di sini, hingga hujan badai di luar reda " Jelas para dayang.


"Meninap?" Mirai masih bingung.


"Lalu kenapa pakaianku basah kuyup?! Lalu apakah aku berjalan sendiri ya hingga ketempat ini? Kenapa aku merasa tidak ingat telah masuk ke kamar ini" Mirai masih memutar otak.


"Panglima yang mambawa anda ke mari" Ujar Para dayang.


"Oh Begitu ya. Sayang aku tidak bangun. Lalu kenapa kalian tidak mengganti pakaiannku. Apakah kalian ingin agar aku masuk angin hah? Kalian sungguh tega sekali" amuk Mirai tak terima atas perlakuan kajam para dayang.


"A-anu... Ampuni kami putri, Kami mendapat perintah dari Putra mahkota agar kami tidak mengganti pakaian anda..." Jelas para dayang.


Mirai mulai berpikir sesaat, membayangkannya saja sudah membuatnya muak. Pipinyapun mengembung karna kesal "Putra mahkota ya... Dia berulah lagi... Baiklah, Aku akan membuat perhitungan dengannya... Hahaha, Dia harus tahu, bahwa aku bukanlah orang yang bisa ia siksa dua kali" Umpat Mirai.


"Baiklah, Aku akan berganti pakayan sendiri. Tapi tunjukan dulu di mana kamar kecilnya" Pinta Mirai.


"Baik, Kami akan mengantarkan anda kesana..."


"Tak perlu tunjuk saja. Aku bisa melakukannya sendiri..." Balas Mirai. Akhirnya Mirai pergi ke tempat yang di tunjuk oleh para dayang. Mirai mulai sampai di kamar kecil, tapi entah kenapa... Ia malah tertarik pada sesuatu...


Dua bola mata jeli itu melihat jelas ke sebuah sebuah kolam air hangat yang sangat luas, Cuaca cerah setelah hujan membuat Mirai sangat tergoda. Hingga mulai masuk ke daerah itu seakan terhibnotis dan menyaksikan ke indah kolam tersebut, di bawah rangkulan sang rembulan. Mirai mulai menghampiri kolam tersebut. Bulan indah malam itu berbentuk bulat sempurna dan sangat terang, warnanya pun Merah kekuning-kuningan. Mirai terpesona dan tak tahan ingin menceburkan dirinya...


"Indahnya... Suasana Pemandian yang menyenangkan, Meski sedikit remang, Tapi aku percaya... Tempat ini aman dari pengutil" Mirai mulai berjalan pelan dan berlenggok seraya mulai melepas pakaiannya satu persatu.


Mirai melepas helai demi helaian kain yang sedari tadi terasa basah saat membelit tubuhnya, Iapun menyisakan satu kain tipis, setipis kertas untuk menggosok tubuhnya. Setelah itu ... Iapun melangkah pelan dan memasukan satu kakinya kedalam Kolam hangat tersebut untuk memastikan suhu.


"Uwaaaaa! Hangatnya" Mirai sungguh menikmati Show timen nya.

__ADS_1


BYUUURR!


Cipratan air mulai meluap-luap keluar hingga membasahi batu kering di sekitarnya.


"Aaahhh' Segarnya! Mmmhh! Ini pertama kalinya aku berendam di air hangat setelah aku hidup kembali di ke dunia entah berantah ini"Gurau Mirai membenamkan kepalanya ke air tersebut.


Blup Blup Blup! Mirai sungguh senang, ia sangat menikmati Me Timenya. Seraya belajar berenang meskin kolam itu tidaklah dalam... BYUURR! Mirai kembali muncul kepermukaan. Namun saat ia mengusap wajahnya lembut, Tiba-tiba sesuatu mulai meluap dari dalam air tersebut. Mirai Kaget dan teriak " Hua! Apakah ada ular!" Teriak mirai mulai mundur dari luapan air itu.


Seketika, Sesuatu yang besar mulai muncul ke pemukaan .


BYUUURRR!


Seseorang keluar dari dalam air setelah membenamkan kepalanya ke dasar kolam dalam waktu yang cukup lama.


"Kau! Kau! Kenapa ada di sini!!" Teriak Mirai seraya menunjuk dan mulai ketakutan. Mirai mundur dari tengah tengah kolam itu dan mulai menepi ke pinggir kolam.



Putra mahkota menoleh dan segera meraih kimononya. Ia berkata Singkat seraya berucap datar "Dasar pengutil!"


.


.


.


.


"Apa!! Pengutil?! Kau- Kau... Tolong! Ada Orang mesum!" Teriak Mirai Mulai mundur. Kini putra mahkota yang marah mulai berbalik dan mengarahkan tangannya ke punggung Mirai, Ia meraih nya dan mulai menekannya erat.


"Lepaskan! Mirai berusaha keras untuk kabur dari hadapan Fei Si. Mirai juga menutupi dua gundukan kembarnya oleh tangan yang ada. Ia menyembunyikannya di tumpukan sikut tanagnnya.


"Teriak lagi, Maka aku akan membunuhmu sekarang!" Pekik nya.


Fei Si Kembali merenggut batang leher Mirai dan mulai mencekiknya lagi...

__ADS_1


"APA!!! Oh tidak! Tian Feyn tidak disini! Dan aku pasti akan mati! Sial... Bagaimana ini, semakin aku berontak, Cekikannya semakin erat sekali" Bathin Mirai.


Mirai berontak, Ia berusaha sangat keras... Apakah Mirai akan bertarung lagi dengan putra mahkota dalam ke adaan telanjang? Sedangkan kedua tangan Mirai sibuk menutupi tubuhnya yang tampak memalukan itu.


__ADS_2