Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Pelecehan


__ADS_3

***


Kolam pemandian Air hangat, hotel Lou Han...


"Ka! Kau! ja-jangan mendekat!" Teriak Mirai seraya mundur karna ketakutan. Ini adalah kali pertama sepasang Suami Istri muda itu berendam bersama tanpa sehelai benang yang membalut tubub mereka... Mirai sangat ketakutan hingga terus menghindari tatapan tajam Fei Si.


"Kenapa kau ada di pemandian wanita?" tanya Mirai dengan mulut bergetar.


"...Pemandian wanita?" Fei Si menyungingkan bibirnya.


Ternyata, putra mahkota telah keliru, ia tak membaca peringatannya terlebih dahulu, Hingga putra mahkota salah masuk pemandian air hangat tersebut.


"Kau mesum!" Pekik Mirai seraya mengabaikan Putra Mahkota... Namun Fei Si malah marah pada Mirai. Sehingga putra mahkota Refleks Mencekik Leher Mirai karna tak ingin di permalukan oleh wanita tersebut.


"Mmmhhh! A-akh! Sa-sakit ..." Mirai merintih, Keadaan Putra mahkota yang sedikit telanjang membuat Mirai makin ngeri.


Meski putra mahkota sangatlah tampan dan rupawan, Tapi satu hal yang Mirai sadari tentang pria di depannya itu, Pria tersebut adalah seorang iblis.


"Diamlah!" Pekik putra mahkota seraya makin kasar kala mencekik leher Mirai.


"Nggghhh! Uhhhggh! Le-lepaskan aku!" Mirai mulai meraih tangan putra mahkota yang mencekik erat lehernya.


Ia mencubitnya keras, Namun karna tenaganya telah terkuras habis akibat kekurangan Oksigen, Alhasil... Cubitan itu terasa sangat lembut dan menggelitik putra mahkota, Akibatnya... Sesuatu yang tak di sangka mulai terjadi.


"Mmmmh! Uhuk, Lepaskan!" Desah Mirai kesesakan dan hampir tak sadarkan diri.


Degh! Dikolam air hangat itu, Sesuatu mulai terasa, Putra mahkota terbelalak dan seakan terdorong oleh sesuatu. Ia menyadari bahwa tubuh istrinya yang terbuka itu sangatlah indah, Kulit putih dan lembutnya terasa nyaman saat ia elus. Tangan yang sedari tadi mencekik itu akhirnya mulai lemas dan sedikit nakal ke segala arah. Putra mahkota mengendus tubuh Mirai dan menikmati kenyamanan tubuh istrinya itu.


Empuk dan wangi, hingga tanpa sadar, pesona Hyr-in mulai memancing Napus hewan sang putra mahkota.

__ADS_1


SIAL! wanita Rubah ini sangat menggemaskan! Bukankah aku tak pernah menyentuhnya, Tapi kenapa tiba-tiba aku merasa tergoda oleh aroma dan lekuk tubuhnya... Aku ingin memakannya sekarang juga. Bathin Fei Si mulai merespon. Ia sangat bergairah sekarang.


BATS!


"Dasar! Pria gila!" Pekik Mirai mulai kembali mengumpulkan energinya lalu mundur dan menjauhi Fei Si yang mulai terasa aneh, Ia segera meraih kain di lantai dan membelitkannya di tubuhnya, Ia segera berjalan cepat untuk meninggalkan air.


Tapi putra mahkota yang sedari tadi sudah tergoda oleh istrinya, Tiba tiba saja meraih tangan Mirai dan menariknya kembali ke air.


BYUURR! seketika Mirai tercebur kembali, Putra mahkota segera mendapatkannya dan memeluknya erat.


"Apa yang kau lakukan!" Pekik Mirai, Ia berontak seraya menampar pipi kanan putra mahkota kasar.


PLAK


Tak ada Respon yang belarti dari hempasan kelima jari istrinya itu, Putra mahkota malah semakin tertantang untuk bisa menyentuhnya.


"Hentikan! Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku! Berengsek!" Mirai berontak, Namun putra mahkota yang sudah tak bisa menahan akhirnya meraih wajah Mirai dan mengecupnya.


Brengsek! Menjijikan! Aku tidak mau di lecehkan pria menjijikan ini! Teriak Mirai berusaha sadar dan mulai kembali berontak.


Putra mahkota tak sadar jika wanita di hadapannya itu bukanlah Putri Hyr-in, Melainkan Mirai... Hingga Mirai mengepalkan tangannya erat, Kemudian meninju ulu hati sang putra mahkota itu.


BUAAK!


"Ugh!" Putra mahkota yang sedari tadi terbuai itu seketika terbelalak merasa Mual.


"Uhuk!" Putra mahkota terbatuk.


"Dasar pria menjijikan!" Mirai mengambil napas sebanyak banyaknya karna ia ke sesakan.

__ADS_1


"Ka-kau!" Ringisnya mulai melepas Istrinya, Tangan kanannya seketika menekan perut atas di rongga tulang dada.


"Rasakan! Kau pria berengsek yang selalu saja mempermainkan wanita! Itulah hukumannya!" Pekik Mirai, Ia segera kabur, Ia berlari cepat menuju kamarnya, di tengah langkah kaburnya, Tiba-tiba saja ia bertemu dengan sang Panglima Tian Feyn.


Mata mereka saling berpaut satu sama lain beberapa saat, Namun ketika Mirai ingin menyapa, Panglima perang itu mulai membuang tatapannya dan mengacuhkan Mirai


Degh!


Mirai berdegug dan seketika menghentikan langkahnya. Kini Mirai dan Tian Fei mulai berpapasan, Namun sang bodyguard yang di kirim ibu suri untuk menjaganya itu, sama sekali tidak merespon saat mereka saling berdekatan. Tian Fei berlalu begitu saja, Ada rasa sedih di hati Mirai, Mirai sangat kecewa pada Ou Tian Feyn.


Tak lama setelah di abaikan sang panglima, Akhirnya Mirai mulai masuk kamar dan menendang pintunya kasar.


BLAM!


"Keterlaluan!!! Putra mahkota bodoh! Ci-ciuman pertamaku! Hiks... Kau sungguh menyebalkan!" Teriak Mirai seraya memukul bantalan tidur yang ada di kamar tersebut.


Mirai menangis sesegukan, ia menangis karna kaget saat tiba-tiba putra mahkota bertindak liar lalu mengecupnya, Mirai sangat marah dan merasa di lecehkan atas kelakuan aneh putra mahkota.


Mirai terkejut saat di abaikan Panglima perang, hatinya sangat hancur...


Jujur saja, Sejak aku bertemu dengan Panglima Ou Tian Feyn di tempat kremasi itu, Aku sudah sangat menyukainya. Meski perasaan ini tak seharusnya ku miliki, tapi aku tak bisa mengabaikannya... Aku memang bukanlah pemilik asli tubuh ini, Tapi aku sungguh terlanjur jatuh hati padanya Hiks, Panglima... Apakah semua ini salahku? Tangis Mirai mulai meluapka isi hatinya.


.


.


.


.

__ADS_1


Ruangan Kamar yang hening dengan suara tangisan itu sungguh membuat seseorang waspada. Sedari tadi Panglima yang di tugaskan ibu suri itu berdiri tegak. Bahkan, Ia dengar dengan jelas, Saat suara Putri Hyr-In yang menyatakan perasaan sebenarnya terhadap sang panglima. Namun sang Panglima hanya bisa merengut dan mundur menjauhi daun pintu kamar tersebut.


Perasaan Tian Fei campur aduk. Ia sangat takut jika putra mahkota sampai tahu hal yang sebenarnya di alami Putri Hyr-in Tentang perasaan sukanya Pada panglima itu. Tian Fei tak bisa bayangkan, Entah apa yang akan dilakukan pihak kerajaan saat mereka tahu, Bahwa putri Hyr-inn tidak mencintai putra mahkota, Dan malah mencintai bawahannya sendiri. Pasti akan ada seseorang yang mati untuk menuntaskan masalah tersebut.


__ADS_2