Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Perjalanan 2


__ADS_3

***


"Guru!!" Pekik Mirai mengejar sosok pria ramping berpostur tubuh mirip sang guru Muzzi. Ia lantas berusaha mendapatkan sosok itu, meski sosok tersebut berjalan membelakanginya hingga hendak menjauhi tempat tersebut.


Mirai berusaha mengejarnya sekuat tenanganya "Guru! Guru!" Sang guru sama sekali tak merespon teriakan Mirai kala itu.


Meski Mirai sedikit ragu pada sosok itu, namun nyatanya hal tersebut tak membuatnya mundur. Karna yang Mirai ingat adalah rambut perak panjang dan lurus, kemudian wangi cinamons bubuk itu adalah ciri khas gurunya...


"Guru!!" Mirai melentangkan tangannya lalu menangkap punggung pria itu dari belakang.


GABRUG!! Mirai mendekapnya erat lalu menggumamkan isi hatinya "Guru! Akhirnya aku menemukanmu... Guru! Kenapa kamu tidak pernah kembali! Tak tahukan kamu aku begitu mendamkan sosok mu yang selalu menyuport ku. Aku tanpa mu hanyalah sebuah bulir debu yang tak belarti... Guru! Hiks" cerocos Mirai. Seberapa pun Mirai mengumpat dan mengeluarkan segala unek uneknya. Guru Muzzi sama sekali tak menggubrisnya. Meski Mirai menangis kejer sekalipun tetap saja tak ada jawaban belarti dari sang guru...


"Guru! Kenapa guru hanya diam saja? Apakah guru marah padaku? Karna aku telah gagal melakukan tugasku untuk membangun pusat trauma bagi para rakyat miskin?" tanya Mirai dengan tangisannya yang pecah tak karuan itu.


Lama memeluk sang guru, akhirnya Mirai mulai sadar... Jika orang yang ada dalam pelukannya tidaklah nyata "Guru" bisik Mirai melepas pelukannya lalu menatap punggung sang guru dari tempatnya berdiri.


"Guru..." Ulang Mirai berharap jawaban. Bukannya jawaban yang Mirai dapatkan, malah suara tawa yang menggema seakan menggelitik...


"Hahahahaha... Hahahaha" Mirai ingat dengan suara itu hingga Mirao sedikit marah setelah tahu hal apa yang telah menimpanya kali ini.


"Shu Feng! Beraninya kau mempermainkanku!" amuk Mirai mencari keberadaan Shu Feng.


"Oh. Cinta pertama mu adalah guru mu ya. Hahahaha sungguh murid yang tak tahu balas budi" Kekehnya masih mengolok Mirai.

__ADS_1


"Apa maumu! Kenapa kau malah mempermainkan ku di dalam ruangan yang tak nyata ini!" Teriak Mirai masih mencari sosok Shu Feng.


"Kenapa. Apakah kah malu jika ada orang yang tahu masa lalumu yang kelam ini?" Shu Feng masih tertawa.


"Sial! Keluarkan aku dari sini! Beraninya kau mencampuri mimpiku!! Keluarkan aku! Sial!" Amuk Mirai menepis nepis kepalan tangannya untuk memukul sesuatu. Namun yang ia dapatkan hanyalah semilir angin kosong.


"Berani nya kau! Shu Feng! Kau sungguh keterlaluan!" Mirai uring uringan namun Shu Feng tidaklah nyata. Dia hanyalah menggoda Mirai, Shu Feng berkuasa atas pikiran Mirai. Sebab secercah cahaya yang muncul kala itu adalah sebagian dari roh Shu Feng... Ia sengaja menaruhnya dalam tubuh Mirai agar kelak setalah ia lolos dari raga Kaisar Qing... Ia punya tempat untuk singgah dan tak pergi kala Mirai melakukan penolakan atas dirinya.


"Sial! Jika kau tidak mau mengeluarkan ku dari ilusimu ini. Maka aku akan kembali ke istana Ming dan mengabaikan permintaan mu untuk menghapuskan perjanjian darah Kaisar Qing!" Teriak Mirai. Nampaknya Shu Feng Merespon hingga Mirai pun kembali ke alam sadarnya hanya dengan suara jentikan jemari Shu Feng.


CTAK!


Plap! Hosh Hosh Hosh! Napas Mirai kembali setalah matanya terbuka. Ia seketika menelisik sekeliling yang rupanya adalah kereta kencana kerajaan Qing "Putri mahkota. Apakah kamu baik baik saja?" Tanya Mio.


Mirai mengangguk "Ya aku baik baik saja"


"Putri mahkota! Kita akan beristirahat di sini' Ujar Ou Tian Feyn menyingkap tirai kereta yang Mirai tumpangi.


"Kita istirahat di sini? Apakah perjalanannya masih jauh?" tanya Mio resah.


"Kita harus melewatu dua gunung lagi. Kemungkinan dua atau tiga hari kita akan sampai ke tujuan" Tegas Tuan muda.


"Waktu nya terlalu lama... Aku tak bisa menunggu selama itu" Tolak Mirai.

__ADS_1


"Tapi jika kita memaksa pergi, hal buruk pasti akan terjadi... Karna kita tidak bisa melewati hutan belantara di malam hari. Terlalu banyak binatang buas di sana" Jelas Tuan muda.


Sial. Bagai mana bisa aku terjebak dalam masalah berlarut larut begini... Pihak istana pasti tengah kelimpungan mencari kami. Aku tak mau, segala kesalahan nantinya di lemparkan pada Ou Tian Feyn. Karna telah lalai dalam menjagaku... Lagi pula, Ou Tian Feyn lah yang bertanggung jawab atas keselamatanku. Dan lagi, jika terjadi hal buruk pada ibu suri... Aku pasti akan menyesali nya seumur hidupku. Maka... Sebelum semua itu terjadi, aku harus bergerak lebih cepat. Bathin Mirai.


Mirai dan Mio lekas keluar dari dalam kereta itu dan masuk ke dalam tenda sederhana buatan Ou Tian Feyn dan tuan muda. Sebelum masuk tenda, Mirai di sapa oleh tuan muda...


"Silahkan masuk. Kami akan berjaga di luar" ujar Tuan muda. Mirai dan Mio menganguk, Mio masuk terlebih dahulu ke dalam tenda itu... Namun, berbeda dengan Mirai. Mirai malah tergoda oleh beberapa tanaman rambat yang menurutnya adalah tanaman langka bahan obat obatan tingkat tinggi.


"Wah. Ini luar biasa..." gumamnya mencabuti tanaman tanaman tersebut.


Tuan muda terganggu akan kelakuan Mirai yang tengah berkutat itu "Apa yang sedag kamu lakukan?" tanya tuan muda.


"Rupanya kita turun di tempat yang tepat" Gumam Mirai menyimpulkan senyumannya.


"Apa maksudmu..." Tuan muda mengerutkan dahinya


"Ini adalah tanaman tanaman langka... Nilainya sangat luar biasa. Rumput ruput ini adalab tanaman obat yang berkualitas tinggi... bahkan aku juga bisa menemukan jamur emas yang mahal jika di jual di duniaku" Mirai sungguh lupa diri. Ia terus mencabuti beberapa kelopak bunga dan rumput juga tanaman rambat lainnya.


"Tapi itu adalah jamur beracun! Hati hatilah nanti kamu akan mati jika jamur itu di konsumsi" tebak Tuan muda.


"Tenanglah. Aku yang akan memasak makan malam untuk kita semua" Ujar Mirai.


Mirai mendapatkan satu kantung jamur emas dan ua segera membersihkan jamur itu lalu memasaknya dengan cepat "Lihatlah. Dari baunya saja sudah mengoda selera bukan?" tanya Mirai. Tuan muda enggan mencobanya karna ia takut mati.

__ADS_1


Berbeda dengan Ou Tian Feyn, ia begitu percaya pada Mirai hingga ia menjadi kelinci percobaan. Ou Tian Feyn adalah orang pertama yang mencicipi masakan Mirai yang sederhana namun terasa sangat lezat.


"Bagai mana tuan muda. Kamu lihat sendiri kan... Panglima ku saja masih hidup setelah memakan sup jamur emas ini" ucap Mirai. Di sebut jamur emas karna warnanya sangat berkilau dan kuning ke emasan mirip emas sungguhan. Karna Ou Tian Feyn baik baik saja... Akhirnya tuan muda, Mio juga beberapa prajurit kerajaan Qing pun mau memakan jamur itu hingga perut mereka kekenyangan.


__ADS_2