Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Hadiah untuk Mirai?!


__ADS_3

***


Putri mahkota di bawa kabur oleh pangeran Ke 3 kerajaan Hong entah kemana. Dan Tian Feyn tak bisa menemukannya. Kira kira kemana Putri mahkota pergi... Apakah ke kerajaan Hong atau masih berkeliling di area pusat kota kerajaan Ming.


***


"Sebaiknya kita mencari penginapan saja kakak" Ucap Li Mao pada Li Zhau.


"Kita tidak menemukan adik Yuan, kira kira dia pergi kemana ya? Apakah dia tersesat?" tanya pangeran Li Zhau.


"Mana mungkin. Meski kakak Li Yuan pendiam, dia kan sangat cerdas" Timpas Li Wuxi mencercidkan matanya.


"Ya sudah. Kita ke sana saja, penginapan itu terlibat bersih" Ujar Li Zhau.


Dua pria tampan yang kala itu menunggangi kudanya pun mulai megikuti kakak pertamanya dan berhenti tepat di depan penginapan Mia Raou "Kita ikat kuda kita di sini" jels Li Zhau seraya turun dari kudanya di ikuti ke dua adiknya.


"Kira kira kemana perginya wanita itu ya? Dia sungguh seperti rubah... Tak bisa di tangkap dan lebih sering menghilang. Aku tak yakin jika dia adalah manusia..."Cerocos Li Wuxi.


"Huss... Jaga bicaramu pangeran Wuxi... Jaga tatak rama kita... Kita tak mau kan ada seorang penyusup di antara kerumunan orang orang ini dan menuduh kita yang bukan bukan, lalu melaporkannya pada pihak istana. Entah itu istana kita atau istana kerejaan ini" Peringatkan Li Zhau.


Wuxi lekas membungkam mulutnya dan mendelik ke kanan dan kiri "Maafkan aku kak. Aku mengaku salah"


"Sudahlah. Ayo kita masuk... Suasana makin gelap dan dingin. Kalian tak mau kan membeku di luaran saja" Tegas Li Zhau.


Mereka pun mulai masuk ke dalam penginapan tersebut untuk memesan kamar "Duk!" Ceroboh, Ki Zhau malah menabrak seseorang "Ah maaf" Ucap Li Zhau membungkukkan tubuhnya "Kakak kau baik baik saja?" tanya Li Wuxi menegakkan tubhh kakaknya. Sementara pria yang di tabrak Li Zau, hanya diam tak merespon, malah pria itu menatap Li Zhau sinis "Sekali lagi maafkan aku" ucap Li Zhau mengulang kembali ungkapan maafnya.


"Lain kali hati hati" Ucapnya seraya pergi mengabaikan ke tiga pangeran itu.

__ADS_1


"Eh tunggu. Dia bukannya pria berjubah perang itu?" Wuxi mengingat.


"Mana mungkin dia setampan itu?" Tak percaya Li Zhau pada ujaran Wuxi.


"Coba aku sapa dia" Li Mao mulai menepuk pundak Tian Feyn "tunggu!" Ucap Li Mao dan malah mendapatkan respon buruk.


Tian Feyn menarik tangan Li Mao lalu memerasanya seperti ia memeras cucian. Dan membanting tangan itu ke depan "BRUGGHH"


"Kakak!" Li Wuxi langsung menyiapkan pukulan untuk Tian Feyn karna sudah tak sopan membanting kakaknya "Keterlaluan!"


Tian Feyn malah memutar kakinya hingga Wuxi terpental karna tertendang kaki panjang Tian Feyn "BRUGGHH!" Tubuh Wuxi mendarat tepat di batang kayu penyangga penginapan itu.


"Apa yang terjadi' Pemilik penginapan mulai marah dan mengusir ke empat pria itu keluar "Jangan tuan. Kami sangat butuh tempat bernaung malam ini... Jadi saya mohon izinkan kami menginap malam ini saja" Pinta Li Zhau memohon.


"Kakak! Kenapa kau memohon begitu! Ini bukan salah kita... Yang harusnya memohon itu dia!" tunjuk Wuxi pada Panglima Ou Tian Feyn.


"Ini semua hanyalah salah paham. Lagi pula... Kami tak bisa mencari lagi penginapan lain karna mungkin penginapan lain sudah penuh di petang menjelang malam ini" Tambah Li Mao seraya meremas tangannya yang serasa patah.


"Hei. Kenapa kau malah pergi dan tak bertanggung jawab. Kemari... Obati kakak kakakku dasar pria gila!" amuk Wuxi.


Karna tak ingin banyak terjadi huru hara di penginapan nya sang pemilik penginapan mengusir tiga pangeran itu. Namun, Tian Feyn si pria dingin mulai menyambut tiga pria tampan itu dan mengajaknya ke kamar penginapan nya.


***


"Sial! Sempit sekali... Dan hanya ada satu ranjang di sana! Lalu kita tidur di mana? Sungguh mengesalkan! Ini semua gara gara dia" Tunjuk Wuxi pada Pangeran ke 3.


"Maaf jika kalian tersinggung. Aku tak bisa mendapat serangan dari belakang. Jadi ku pikir kalian musuh"

__ADS_1


"Heh. Sombong sekali... Kau pikir dirimu hebat apa?' Amuk Wuxi terus saja nyerocos.


"Sudahlah adik. Jangan marah lagi padanya... Lagi pula ini hanyalah salah paham. Oh ia, tuan boleh kah kami tahu siapa nama anda?" tanya Li Zhau.


"Saya adalah Tian Feyn dari istana Ming"


"Begitu ya. Oh ia, mana gadis yang waktu itu kamu bawa dari kota ku? Apakah dia sehat?" tanya Li Zhau.


"...Dia, dia tak ada di sini... Aku kemari hanya sedang dalam misi" Jelas Tian Feyn.


"Begitu ya. Kira kira di mana aku bisa menemukan gadis itu... Aku pun ingin lekas pulang dan kembali tinggal di istana" Ujar Li Zhau. Sedang Wuxi memijat mijat tangan li Mao yang sedang bengkak.


"...Untuk apa kalian mencari wanita itu?" Tian Feyn berusaha menyembunyikan identitas Mirai pada para pangeran itu.


"Raja menyuruh kami menemukannya. Dia sudah berjasa karna telah mengobati rakyat kerjaan Hong. Atas perintah raja, kami di tugaskan untuk menemukannya. Ada hadiah khusus yang akan raja berikan padanya..." Jelas Li Zhau.


"...Hebat sekali wanita itu. Raja sungguh baik hati... Pasti dia akan memberikan hadiah istimewa untuk wanita yang telah berjasa pada rakyatnya itu" Selang Tian Feyn.


"Hadiah yang akan raja berikan pada wanita tabib itu adalah, menikahinya dan menjadikannya selir di kerajaan kami" Tegas Li Zhau.


Tian Feyn terbelalak "Apa? Tidak masuk akal" Tian Feyn sungguh tak setuju dengan usulan raja yang bertindak seenaknya.


"Kenapa? Apakah kau adalah kekasihnya?" Tanya Li Zhau.


"Tidurlah... Lagi pula, kalian tidak akan pernah menemukannya" Tegas Tian Feyn.


"Apa maksudmu dengan tidak akan pernah menemukannya?" pekik Li Wuxi menentang..

__ADS_1


"Karna dia bukan berasal dari dunia ini" Jelas nya.


Sontak ke tiga pria itu menjerit "Apa!!"


__ADS_2