Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sebuah Syarat


__ADS_3

Setelah Ou Tian Feyn menjelaskan hal yang sebanarnya secara detail dan panjang lebar. Akhirnya, para pangeran yang melakukan saimbara untuk menemui Mirai pun mulai paham, hati mereka sangat kecewa.


"Jadi... Tolong rahasian statusku di kerjaan ini" Pinta Mirai.


"Tapi kenapa? Kamu kan seorang putri mahkota? Kenapa harus menyembunyika identismu sebagai tabib profesional. Apakah kau tidak ingin di puja oleh para pesien mu?" Tanya Wuxi sedikit tak paham pada pemikiran Mirai yang tergolong mengherankan.


"Untuk apa di puja dan menyombongkan diri. ilmu medis itu untuk menolong orang... Bukan untuk ajang unjuk gigi atau pamer. Kau memang seorang bocah.. Makanya, kau sangat serakah' Komen Mirai menepis pikiran dangkal Pangeran Wuxi.


"Kau! Beraninya bicara begitu pada seorang pangeran! Heh..." Wuxi membuang wajahnya


"Hehehe... Aku minta maaf ke pada semua para pengeran kerajaan Hong. Maaf jika Putri mahkota sedikit angkuh... Sejak ia siuman dari kematian, putri mahkota sedikit lupa pada jati dirinya dan lebih agresif juga sedikit angkuh. Jadi mohon di maklumi" Ou Tian Feyn mulai merendah.


"Begitu... Kami paham" Li Zhau mengangguk.


"Jika kalian sungguh mengundangku ke kerajaan Hong. Aku akan memberikan syarat itu pada kalian... Jangan tanya apa sebabnya. Kalian hanya perlu melakukannya, tapi jika kalian keberatan... Aku tak masalah" Mirai sungguh angkuh dan ia tidak terlihat anggun layaknya putri pada umumnya.


"...Tapi kenapa? Kau akan mengharumkan nama kerajaan mu jika rakyatku tahu. Bahwa penolong mereka adalah seorang putri yang pandai akan ilmu pengobatan" Ujar Wuxi.


"Ck Ck Ck...." Mirai tak habis pikir pada Wuxi. Sudah di jelaskan beberapa kali pun, Wuxi tetap saja tak menerima posisi Mirai sebagai putri mahkota.


"Di luaran sana banyak orang yang tak suka padaku. Jadi, sebaiknya aku menyembunyikan identitasku... Itu akan lebih aman" Ucap Mirai sudah menahan amarahnya untuk tak memukul Wuxi.


"Oh... Begitu. Banyak orang yang tak suka padamu. Hingga ingin kau tiada? Pasti karna kamu garang dan sikapmu sangat arogan. Seharusnya kamu lebih banyak belajar caranya tatak rama agar semua rakyatmu senang padamu... Dan mereka pasti akan mencintaimu" Cerocos Wuxi. Mirai tak tahan ia pun berdiri dan mulai menunjuk.


"Tolong ya. Jaga bicaramu itu... Aku kesal!" Mirai lekas pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Tian Feyn bersama ke empat pangeran kerajaan Hong.


"Putri memang sedikit keras kepala... Tapi, dia adalah wanita baik dan penyanyang" Ujar Tian Feyn mulai berdiri.


"Adik... Sebaiknya jaga bicaramu. Jangan membuatnya marah... Kita sangat membutuhkan bantuannya untuk menyembuhkan Ibu suri dan permaisyuri. Jika sampai dia berubah pikiran... Maka habislah kita. Aku tak mau banyak tabib yang gagal mengobati mereka hingga harus berakhir di penjara bawah tanah" Marah Li Zhau mengomeli Wuxi.


"Maaf kakak. Habisnya aku sangat marah padanya... Karna ternyata dia sudah menikah. Padahal dia sudah melihat tubuhku dan melecehkanku... Dia pembohong. Aku sebal padanya" Wuxi membuang wajah penuh emosi dengan napas yang menderu dera karna terlalu marah.

__ADS_1


"Jadi kita harus bagai mana? Putri Mahkota itu belum memberikan kita kepastian terkait kunjungannya ya kerajaan kita" Li Yuan sedikit cemas.


"Aku akan tanyakan dulu padanya..." Li Zhau mulai berdiri dan melangkah ke luar kamar tersebut.


Saat pintu di buka, dua nertranya malah di suguhkan hal yang cukup membuatnya menggelengkah kepalanya penuh ke heranan "Maafkan aku tuan. Aku akan membantumu membereskan puing puing ini..." Mirai menudukkan wajahnya tampak bersalah.


Oh astaga... Sungguh putri yang susah di tebak. Nampaknya Wuxi salah jika menyangka bahwa wanita ini seorang yang arogan. Bathin Li Zhau.


Mirai mengangkut beberapa kayu yang ia patahkan tadi di bantu oleh Tian Feyn "Putri biarkan aku saja"


"Aku saja. Aku lah yang merusaknya..." Mirai mengangkut beberapa kayu patah itu keluar. Sementara sang pemilik penginapan terlihat tak terima dan murung "Aku rugi banyak jika begini.. Dua kamar penginapan ku hancur semua" Tangisnya menepuk kepalanya Li Zhau mulai keluar dari balik persembunyiannya dan menghampiri si pemilik penginapan yang plustrasi itu.


"Tuan. Berapa angka kerugianmu karna penginapan ini hancur?" tanya Li Zhau.


"Entahlah.. Tiga puluh keping emas saja takan mampu menutupinya. Aku sungguh tak menyangka akan mendapat musibah seperti ini" Pemilik penginapan yang serakah. Dia sungguh memanfaatkan situasi yang ada untuk mendapatkan uang.


"Aku punya puluhan keping di sini... Ambilah, tapi... Bereskan sendiri ke kecawan itu. Biarkan nona tadi beristirahat dengan tenang" Pinta Li Zhau melempar kantung uang miliknya ke arah pemilik penginapan.


Tap! Ia mulai berdiri di depan sang pemilik penginapan itu "Heh. Tuan, serakah sekali dirimu... Jangan memanfaatkan kebaikan orang dan meminta belas kasihannya" Tunjuk Mirai ke arah pria di depannya.


"Singkirkan tanganmu nona. Aku sangat rugi jadi wajar jika aku meminta 30 keping emas dari pria itu lagi pula pria itu mau bertanggung jawab" Jelas pemilik penginapan.


"Ambil kembali uangmu! Aku yang merusak penginapan ini... Jadi biarkan aku yang bertanggung jawab" Mirai melempar uang itu kepada pemiliknya pangeran Li Zhau.


"Tapi... Kita belum selesai kan pembicaraan kita. Dan kamu belum memberikan kepastian tentang ke datanganmu ke istana kami" Tegas pangeran Li Zhau.


"...Sudah ku bilang. Pastikan untuk menyembunyikan identitasku... Aku akan menemuimu dua hari lagi. Saat matahari terbit, tunggulah aku di perbatasan... Jangan membawa prajurit dan tak perlu sebuah penyambutan... Aku hanya akan mampir sebentar lalu pergi lagi" lugas Mirai membuat janji tentang kedatangannya ke istana Hong.


"Baiklah. Aku anggap... Kau benar benar akan datang"


"Janji pendekar tak akan pernah ingkar. Baiklah... Aku akan menyelesaikan masalahku dengan pria tua yang serakah ini" Mirai menghampiri pemilik penginapan, terlihat pemilik penginapan itu terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Tuan Putri... Sebaiknya kita lekas pulang. Hamba menadapat kabar buruk tentang ibu suri" jelas Panglima Ou Tian Feyn.


Mirai lekas menoleh ke arah Tian Feyn "Apa yang terjadi pada ibu suri?" Tanya Mirai cemas.


"Kita bicara di luar" Tian Feyn pergi lebih dulu.


"...Hei tuan. Kita belum selesai... Aku akan bertanggung jawab penuh. Tapi saat ini aku tak punya sekeping pun uang"


"Lalu bagai mana dengan penginapan ku yang hancur ini" Tangis si pemilik penginapan.


"Aku akan pinjam uang dulu" Mirai menoleh ke arah Li Zhau yang masih belum bergeming dari posisinya.


"Hei pangeran" Seru Mirai mendekat.


"Heh. Ada apa?" Li Zhau menyungingkan bibirnya.


Aku sudah bisa menebakanya... dia pasti membutuhkan kantung uang ini. Bathn Li Zhau.


"Mana kantungmu? Aku pinjam dulu... Nanti akan ku kembalikan. Anggap saja aku berhutang padamu" Mirai menadahkan tanganta.


Akhirnya Li Zhau pun melempar kembali kantung itu dan Mirai lekas memberikan kantung uang itu ke pada pemilik penginapan tersebut.


"Aku akan membayarnya saat aku ada di kerajaan Hong" Jelas Mirai seraya pergi mengikuti Panglima Ou Tian Feyn.


Li Zhau sungguh tak habis pikir, yang bisa Li Zhau lakukan sekarang hanyalah tersenyum menyungingkan bibirnya.


"Sungguh wanita yang aneh" Bisik nya nyaris tak terdengar.


"Tuan. Anda memiliki selera yang aneh... Maksudku wanita yang anda miliki sedikit menakutkan" Sangka pemilik penginapan.


"Cih. Dia bukan milikku... Tapi, jika dewa berkehendak kenapa tidak. Dia bisa saja jadi milikku" racau Li Zhau.

__ADS_1


Setelah itu ia pun masuk kamarnya dan tidur bersama ke tiga adik adiknya sebelum melanjutkan kembali perjalanannya menuju kerajaan Hong.


__ADS_2